<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gedbinlink's Weblog</title>
	<atom:link href="http://gedbinlink.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gedbinlink.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2009 01:28:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='gedbinlink.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9078600e091f8407f7c504420e7e8daa?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gedbinlink's Weblog</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Distribusi Titik Sekutu ID74 dan WGS84</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/10/22/distribusi-titik-sekutu-id74-dan-wgs84/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/10/22/distribusi-titik-sekutu-id74-dan-wgs84/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 01:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[geodesi]]></category>
		<category><![CDATA[Distribusi Titik Sekutu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=237&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-large wp-image-236" title="distribusi titik sekutu" src="http://gedbinlink.files.wordpress.com/2009/10/distribusi-titik-sekutu.jpg?w=401&#038;h=171" alt="distribusi titik sekutu" width="401" height="171" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=237&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/10/22/distribusi-titik-sekutu-id74-dan-wgs84/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gedbinlink.files.wordpress.com/2009/10/distribusi-titik-sekutu.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">distribusi titik sekutu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DATA RASTER, DATA VEKTOR DAN PENGELOLAANNYA</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/10/19/data-raster-data-vektor-dan-pengelolaannya/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/10/19/data-raster-data-vektor-dan-pengelolaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[geodesi]]></category>
		<category><![CDATA[SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
 
 
 
 
 
DATA RASTER, DATA VEKTOR DAN PENGELOLAANNYA
Oleh : Ahmad Taupik

 
 
I. PENDAHULUAN
Model dunia nyata memudahkan manusia di dalam studi area aplikasi yang dipilih dengan cara mereduksi sejumlah kompleksitas yang sebenarnya hadir. Di luar area aplikasi yang dipilih diasumsikan tidak penting. Walaupun demikian, jika model dunia nyata yang bersangkuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=231&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>DATA RASTER, DATA VEKTOR DAN PENGELOLAANNYA</strong></p>
<p><strong>Oleh : Ahmad Taupik<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>I. PENDAHULUAN</strong></p>
<p>Model dunia nyata memudahkan manusia di dalam studi area aplikasi yang dipilih dengan cara mereduksi sejumlah kompleksitas yang sebenarnya hadir. Di luar area aplikasi yang dipilih diasumsikan tidak penting. Walaupun demikian, jika model dunia nyata yang bersangkuan akan digunakan, model ini harus diimplementasikan di dalam basis data. Dan dengan <strong>model data</strong>, implementasi ini menjadi memungkinkan untuk dilaksanakan.</p>
<p>Apa yang dapat dilakukan oleh komputer adalah memanipulasi objek-objek geometri seperti titik, garis, dan polygon&#8211;geometri yang digunakan di dalam model data. Pembawa informasi di dalam model-model data adalah objek. Objek ini berhubungan dengan entities di dalam model-model dunia nyata karena itu dianggap sebagai deskripsi fenomena dunia nyata</p>
<p><strong>II. DATA RASTER</strong></p>
<p>Dalam model data raster  setiap lokasi direpresentasikan sebagai suatu posisi sel. Sel ini diorganisasikan dalam bentuk kolom dan baris sel-sel dan biasa disebut sebagai grid. Dengan kata lain, model data raster menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel yang membentuk grid. Setiap piksel atau sel ini memiliki atribut tersendiri, termasuk koordinatnya yang unik.</p>
<p>Setiap baris matrik berisikan sejumlah sel yang memiliki nilai tertentu yang merepresentasikan suatu fenomena geografik. Nilai yang dikandung oleh suatu sel adalah angka yang menunjukan data nominal. Akurasi model data ini sangat bergantung pada resolusi atau ukuran pikselnya di permukaan bumi.</p>
<p>Pada model data raster, matriks atau array diurutkan menurut koordinat kolom (x) dan barisnya (y). Pada sistem koordinat piksel monitor komputer, titik asal sistem koordinat raster terletak di sudut kiri atas. Nilai absis (x) akan meningkat ke arah kanan, dan nilai ordinat (y) akan membesar ke arah bawah &#8211; seperti terlihat pada gambar di atas. Walaupun demikian. sistem koordinat ini sering pula ditransformasikan sehingga titik asal sistem knordinat rerletak di sudut kiri bawah, makin ke kanan nilai absisnya (x) akan meningkat. dan nilai ordinatnya (y) makin meningkat jika bergerak ke arah atas.</p>
<p>Entiry spasial raster disimpan di dalam layer yang secara fungsionalitas direlasikan dengan unsur-unsur petanya. Contoh sumber-sumber entity spasial raster adalah citra satelit, misalnya NOAA. Spot, Landsad Ikonos, dll. Kemudian citra radar, dan model ketinggian dijital seperti DTM atau DEM dalam model data raster.</p>
<p>Model raster memberikan informasi spasial apa yang terjadi dimana saja dalam bentuk gambaran yang digeneralisasi. Dengan model ini, dunia nyata disajikan sebagai elemen matriks atau sel grid yang homogen. Dengan model data raster, data geografi ditandai oleb nilai-nilai elemen matriks persegi panjang dari suatu objek. Dengan demikian, secara konseptual, model data raster merupakan model data spasial yang paling sederhana.</p>
<p>Data raster dapat dikonversi ke sistem koordinat geo-referensi dengan cara meregistrasi sistem grid raster ke sistem koordinat geo-referensi yang diinginkan. Dengan demikian setiap sel pada grid memiliki posisi geo-referensi. Dengan adanya sistem georeferensi, sejumlah set data raster dapat ditata sedemikian  sehingga memungkinkan dilakukan analisis spasial.</p>
<p><strong>II.1  Karakteristik Raster</strong></p>
<p>Resolusi suatu data raster akan merujuk pada ukunan permukaan bumi yang direpresentasikan oleh setiap piksel. Makin kecil ukuran atau luas permukaan bumi yang dapat direpresentasikan oleh setiap pikselnya, makin tinggi resolusi spasialnya.</p>
<p>Piksel-piksel di dalam zone atau area yang sejenis memiliki nilai (isi piksel atau ID number) yang sama.</p>
<p>Pada umumnya, lokasi di dalam model data raster, diidentifikasi dengan menggunakan pasangan koordinat kolom dan baris (x,y).</p>
<p>Nilai yang merepresentasikan suatu piksel dapat dihasilkan dengan cara sampling yang berlainan:</p>
<p>v  Nilai suatu piksel merupakan nilai rata-rata sampling untuk wilayah yang direpresentasikannya.</p>
<p>v  Nilai suatu piksel adatah nilai sampling yang berposisi di pusat (atau di tengah) piksel yang bersangkutan.</p>
<p>v  Nilai suatu pikset adatah nilai sample yang tertetak di sudut-sudut grid.</p>
<p><strong>III. DATA VEKTOR</strong></p>
<p>Pada model data vektor, unsur geografik disajikan secara digital seperti bentuk visualisasi/penyajian dalam peta <em>hardcopy</em>. Model data vektor menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan :</p>
<p>1.Titik-titik.</p>
<p>Entity titik meliputi semua objek grafis atau geografis yang dikaitkan dengan koordinat. Di samping koordinat-koordinat, data atau informasi yang diasosiasikan dengan ‘titik’ tersebut juga harus disimpan untuk menunjukkan jenis titik yang bersangkutan.</p>
<p>2. Garis-garis atau kurva.</p>
<p>Entity garis dapat didefinisikan sebagai semua unsur-unsur linier yang dibangun dengan menggunakan segmen-segmen garis lurus yang dibentuk oleh dua titik koordinat atau lebih.</p>
<p>3. Poligon/luasan beserta atribut-atributnya.</p>
<p>Cara yang paling sederhana untuk merepresentasikan suatu poligon adalah pengembangan dari cara yang digunakan untuk merepresentasikan arc yang sederhana yaitu merepresentasikan setiap poligon sebagai sekumpulan koordinat (x,y) yang membentuk segmen garis, dimana mempunyai titik awal dan titik akhir segmen garis yang sama (memiliki nilai koordinat yang sama).</p>
<p>Bentuk-bentuk dasar representasi data spasial ini, di dalam sistem model data vektor, didefinisikan oleh sistem koordinat kartesian dua dimensi (x,y). Di dalam model data spasial vektor, garis-garis atau kurva merupakan sekumpulan titik-titik terurut yang dihubungkan. Sedangkan luasan atau poligon juga disimpan sebagai sekumpulan list titik-titik, tetapi dengan catatan bahwa titik awal dan titik akhir poligon memiliki nilai koordinat yang sama dengan syarat poligon tersebur tertutup.</p>
<p>Representasi vektor suatu objek merupakan suatu usaha di dalam menyajikan objek yang bersangkutan sesempurna mungkin. Untuk itu, ruang atau dimensi koordinat diasumsikan bersifat kontinyu yang memungkinkan semua posisi, panjang dan dimensi didefinisikan dengan presisi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Karakteristik Vektor</strong></p>
<p>Dalam model data vektor :</p>
<p>Titik distrukturisasi dan disimpan (direcord) sebagai satu pasang  koordinat (x,y).</p>
<p>Garis distrukturisasi dan disimpan sebagai suatu susunan pasangan koordinat (x,y) yang berurutan.</p>
<p>Luasan distrukturisasikan dan disimpan sebagai suatu susunan pasangan koordinat (x,y) yang berurutan yang menyatakan segmen-segmen garis yang menutup menjadi suatu poligon.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>III.1  Struktur Data A<em>rc-node</em></strong></p>
<p>Secara kartografis penggambaran garis yang membatasi dua poligon yang bersebelahan tidak akan dilakukan dua kali. Berlaku juga pada sistem digital. Struktur <em>arc-node</em> merupakan cara untuk menyimpan data digital termasuk garis batas batas dalam.</p>
<p>Pada struktur <em>arc-node</em>, <em>node</em> direferensikan membentuk segmen garis tertentu dimana segmen-segmen garis membentuk polygon. Kemudian segmen garis diawali dan diakhiri oleh masing-masing satu <em>node. </em>Selain itu, diantara dua <em>node </em>ada titik-titik verteks.</p>
<p><strong>III.2  Data Vektor Dengan  Topologi</strong></p>
<p>Secara eksplisit topologi mendefinisikan hubungan spasial diantar unsur-unsur geografik. Dalam praktisnya dengan topologi hubungan spasial diengekspresikan menjadi suatu daftar (<em>list</em>), misalkan suatu poligon didefinisikan sebagai suatu daftar segmen garis yang membatasi sisi poligon.</p>
<p>Hubungan spasial antara dua buah jalan yang berpotongan serta peruntukan lahan di kiri kanannya  dapat dengan mudah diidentifikasi di peta dan kemudian dapat dicocokkan dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Komputer menjabarkan hubungan spasial tersebut dengan apa yang dinamakan topologi.</p>
<p>Tiga konsep utama topologi dengan struktur <em>arc</em>-node sebagai berikut :</p>
<p><em>Connectivity</em> : Segmen garis bersambung satu dengan lainnya dengan perantaraan <em>node</em>.</p>
<p>Definisi area/luasan:Segmen garis yang saling bersambung yang mengelilingi suatu area/luasan disebut sebagai            polygon.</p>
<p><em>Contiguity</em> : Segmen garis memiliki arah dan sisi kiri dan sisi kanan.</p>
<p><strong>III.3  Data Vektor</strong><strong> Dengan Spaghetti </strong></p>
<p>Pada model ini lembaran peta kertas ditranslasikan garis demi garis ke dalam list koordinat dalam format dijital. Sebuah titik dikodekan sebagai pasangan koordinat tunggal, sebuah garis dikodekan sebagai list atau string pasangan-pasangan koordinat, sementara area atau luasan dikodekan sebagai poligon dan direkam sebagai pasangan-pasangan koordinat closed loop yang mendefinisikan batas-batasnya. Garis-garis yang menjadi batas-batas bersama di antara poligon-poligon yang bersebelahan di-trace dan direkam dua kali (sekali untuk poligon pertama, dan sekali lagi untuk poligon yang terletak di sebelahnya). Dengan demikian, file data spasial yang dibangun dengan menggunakan model data vektor seperti ini pada dasarnya merupakan kumpulan pasangan-pasangan koordinat tanpa struktur yang inherent. Karena itu digunakan istilah “model spaghetti”.</p>
<p><strong>Data Vektor  Dengan Spaghetti</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="43">
<p align="center"><strong>No</strong></p>
</td>
<td width="276">
<p align="center"><strong>Kelebihan</strong></p>
</td>
<td width="300">
<p align="center"><strong>Kekurangan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top"></td>
<td width="276" valign="top"></td>
<td width="300" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1</td>
<td width="276">Reproduksi peta lebih   baik karena susunan datanya memungkinkan bagi computer untuk melakukan   plotting dengan cepat.</td>
<td width="300">Strukturnya tidak   teratur.</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2</td>
<td width="276">Simple, mudah   dimengerti (karena berupa rangkaian koordinat yang menyatakan objek titik,   garis atau poligon).</td>
<td width="300">Memungkinkan ada data   yang disimpan dua kali atau lebih (rendundansi data).</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3</td>
<td width="276">Merupakan   perwujudan nyata dari peta itu sendiri.</td>
<td width="300">Memerlukan memori   yang besar.</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">4</td>
<td width="276"></td>
<td width="300">Sulit untuk   dilakukan analisis spasial, karena tidak mereprentasikan hibungan spasial   antar objek. Kalaupun bias, maka diperlukan algoritma yang cukup rumit.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>IV. </strong><strong>PENUTUP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Perbandingan Data Raster dan Data Vektor</strong></p>
<p>Model Data Raster</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="631">
<tbody>
<tr>
<td width="43">
<p align="center"><strong>No </strong></p>
</td>
<td width="297">
<p align="center"><strong>Kelebihan</strong></p>
</td>
<td width="291">
<p align="center"><strong>Kelemahan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top"></td>
<td width="297" valign="top"></td>
<td width="291" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1</td>
<td width="297">Memiliki struktur data yang sederhana.</td>
<td width="291">Secara umum, mernenlukan ruang atau tempat   penyimpanan (disk) yang besar di komputer. Banyak terjadi redudancy data baik   untuk setiap layer-nya maupun secara keseluruhan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2</td>
<td width="297">Mudah dimanipulasi dengan menggunakan fungsi-fungsi matematis   sederhana (karena strukturnya sederhana seperti matrik bilangan biasa)</td>
<td width="291">Penggunaan ukunan grid yang lebih besar untuk   menghemat ruang penyimpana akan rnenyebabkan kehilangan informasi dan   ketelitian.</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3</td>
<td width="297">Teknologi yang digunakan cukup murah dan tidak   begitu kompleks   sehingga pendapat membuat sendiri program aplikasi yang menggunakan citra raster.</td>
<td width="291">Sebuah citra raster   hanya mengandung satu tematik saja &#8212; sulit digabungkan dengan atribut   atnibut tainnya dalam satu layer.</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">4</td>
<td width="297">Compatible dengan citra-citra satelit pengindraan   jauh dan semua   image hasil scanning data spasial.</td>
<td width="291">Tampilan atau   representasi, dan akurasi posisinya sangat bergantung pada ukuran pikselnya</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">5</td>
<td width="297">Overlay dan   kombinasi data spasial raster dengan data inderaja mudah dilakukan.</td>
<td width="291">Sering mengalami kesalahan dalam menggambarkan   bentuk dan ganis-garis batas-batas suatu objek sangat bergantung pada   resolusi spasialnya dan toleransi yang diberikan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">6</td>
<td width="297">Memiliki   kemampuan-kemampuan pemodelan dan analisis spasial tingkat lanjut.</td>
<td width="291">Transformasi koordinat dan pro yeksi lebih sulit   dilakukan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">7</td>
<td width="297">Metode untuk   mendapatkan citra raster Iebih mudah (baik melalui scanning dengan scanner   segala ukuran yang sudah beredar luas, maupun dengan menggunakan citra   satelit atau konversi dan format</td>
<td width="291">Sangat sulit untuk merepresentasikan hubungan   topologi (juga network).</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">8</td>
<td width="297">Gambaran permukaan   bumi dalam bentuk citra raster yang didapat dan radar atau satelit   pengindraan jauh</td>
<td width="291">Metode untuk mendapatkan format data vektor melalui   proses yang lama, cukup melelahkan dan relatif mahal.</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">9</td>
<td width="297">Prosedur untuk   mempenoleh data dalam bentuk raster lebih mudah,   sederhana, dan murah.</td>
<td width="291"></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">10</td>
<td width="297">Harga system   perangkat lunak aplikasinya cenderung lebih murah</td>
<td width="291"></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top"></td>
<td width="297">Dan lain-lain.</td>
<td width="291"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Model Data Vektor</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="635">
<tbody>
<tr>
<td width="31">
<p align="center"><strong>No </strong></p>
</td>
<td width="304">
<p align="center"><strong>Kelebihan</strong></p>
</td>
<td width="300">
<p align="center"><strong>Kelemahan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top"></td>
<td width="304" valign="top"></td>
<td width="300" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">1</td>
<td width="304">Memerlukan ruang tempat penympanan yang lebih   sedikit di computer.</td>
<td width="300">Memiliki struktur data yang kompleks</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">2</td>
<td width="304">Satu layer dapat dikaitkan dengan atau mengandung   banyak atribut sehingga dapat rnenghernat ruang penyimpanan secara keseluruhan.</td>
<td width="300">Datanya tidak mudah dimanipulasi.</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">3</td>
<td width="304">Dengan banyak atribut yang dapat dikandung oleh satu   layer, banyak peta tematik lain yang dapat dihasiikan sebagai peta   turunannya.</td>
<td width="300">Pengguna tidak mudah berkreasi untuk mernbuat   programnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan aplikasinya. Hal ini disebabkan   oleh struktur data vektor yang lebih kompleks dan prosedur-prosedur fungsi   dan analisisnya memerlukan kemampuan yang tinggi karena lebih sulit dan   rumit.</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">4</td>
<td width="304">Hubungan topologi dan network dapat dilakukan dengan   mudah.</td>
<td width="300">Pengguna harus mernbeli sistem perangkat lunaknya   karena teknologinya masih mahal. Prosedurnya pun terkadang lebih sulit</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">5</td>
<td width="304">Memiliki resolusi spasial yang tinggi.</td>
<td width="300">Tidak compatible dengan data citra satelit pengindraan   jauh.</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">6</td>
<td width="304">Representasi grafis data spasialnya sangat mirip   dengan peta garis buatan tangan manusia.</td>
<td width="300">Memerlukan perangkat lunak dan perangkat keras yang lebih mahal</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">7</td>
<td width="304">Memiliki batas-batas yang teliti, tegas dan jelas   sehingga sangat baik untuk pembuatan pela-peta administrasi dan persil tanah   milik.</td>
<td width="300">Overlay beberapa layer vektor secara simultan   memerlukan waktu yang relatif lama.</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top">8</td>
<td width="304">Transformasi koordinat dan proyeksi tidak sulit dilakukan.</td>
<td width="300"></td>
</tr>
<tr>
<td width="31" valign="top"></td>
<td width="304">Dan lain-lain</td>
<td width="300"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="center"><strong>CAD, Automated Mapping/Facility Management (AM/FM) Dan GIS</strong></p>
<p><strong>I.  Computer Aided Design (CAD)</strong></p>
<p>Computer Aided Design (CAD) adalah saran dalam olah rekayasa gambar-gambar teknik dijital berbasi vektor. Gambar teknik yang terdiri dari garis-garis yang mempunyai ukuran dan arah tertentu. Salah satu perangkat yang kita kenal adalah AutoCAD, yang merupakan suatu program grafik yang cukup andal dalam penanganan gambar-gambar teknik dijital berbasis vektor.</p>
<p>Pada umumnya seorang surveyor yang telah mampu melakukan pekerjaan pemetaan dasar dijital mengandalkan software CAD seperti Autocad untuk melakukan dijitasi hardcopy. Dan memang untuk peta dengan skala besar sperti peta konstruksi rekayasa atau peta bidang, CAD telah memenuhi kebutuhan.</p>
<p>Ada beberapa versi AutoCAD yang diluncurkan AUTODESK sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>AutoCAD versi 1.0 (1982).</li>
<li>AutoCAD Release.</li>
<li>AutoCAD 2000—AutoCAD 2006</li>
</ol>
<p>Ada cukup banyak perangkat aplikasi berbasis AutoCAD sbb:</p>
<ol>
<li>AutoCAD Field Survey.</li>
<li>AutoCAD Map.</li>
<li>AutoCAD for CivilCAD.</li>
<li>AutoCAD Land Development.</li>
<li>AutoCAD architectural desktop.</li>
<li>AutoCAD mechanical desktop.</li>
<li>dll.</li>
</ol>
<p><strong>II.  Automated Mapping/Facility Management (AM/FM)</strong></p>
<p>Mengkombinasikan manajemen fasilitas dan Automated Mapping ke dalam satu system. AM/FM biasanya tidak digunakan untuk analisis spasial dan mengurangi struktur data topologi GIS.</p>
<p>AM/FM adalah suatu alat manajemen informasi :</p>
<p>Data digunakan dalam pengambilan keputusan, dan bukan sekedar alat analisis.</p>
<p>Pemeliharaan perangkat, menggunakan informasi untuk menempatkan dan memperbaiki kesalahan dalam servisnya.</p>
<p>Pekerjaan menggambar konstruksi yang dihasilkan dan dikirim ke lapangan untuk penginstalasian.</p>
<p>AM/FM adalah pengintegrasian dua perangkat yaitu :</p>
<p>Yang diotomatkan peta hasil pemetaan.</p>
<p>Manajemen fasilitas menyediakan inventaris fasilitas digital.</p>
<p>AM/FM menghubungkan keduanya untuk menyediakan akses geografis ke inventaris fasilitas.</p>
<p>Manfaat sistem AM/FM sbb :</p>
<p>Mengurangi biaya pemeliharaan informasi.</p>
<p>Data lebih aman dan mudah diakses.</p>
<p>Dampak pada organisasi  dengan pengintegrasian operasi sbb :</p>
<p>v  Departemen harus bekerja sama sebab mereka sekarang berbagi data.</p>
<p>v  Mengurangi kemungkinan duplikasi antar departemen.</p>
<p>v  Memastikan konsistensi database ke antar departemen.</p>
<p><strong>III.  Geographic Information System (GIS)</strong></p>
<p>GIS adalah system informasi multi-disiplin yang bertumpu pata peta yang bergeo-referensi dan berbasis computer.</p>
<p>GIS adalah system yang mampu menyusun, menyimpan, memanipulasi dan menyajikan informasi geodrafi yang bergeoreferensi. Pada dasarnya GIS sangatlah unggul dibanding perangkat yang disebutkan di atas. Semisal, perangkat GIS seperti ArcGIS, perangkat ini dapat memadukan pengolahan baik data vector maupun data raster.</p>
<p>Mengapa GIS diperlukan saat ini :</p>
<ol>
<li>Hampir 70% informasi dari fakta-fakta geografi diperlukan dalam      proses pengambilan keputusan.</li>
<li>GIS mampu menggambungkan sumber data yang berbeda baik berupa data      spasial maupun data nonspasial (atribut misalnya).</li>
<li>visualisasi yang dihasilkan sangat fleksibel. (visualization impact)      .</li>
<li>GIS mampu berbagi data informasi pada saat yang sama.</li>
<li>GIS mampu untuk melakukan analisis spasial sehingga dapat dihasilkan      peta tematik yang baru.</li>
<li>dan sebagainya.</li>
</ol>
<p>Beberapa tipe perangkat GIS :</p>
<ol>
<li>Vektor GIS. Seperti ArcInfo.</li>
<li>Raster GIS. Seperti Grass,Idrisi dll.</li>
<li>Hybrid GIS. Seperti alliance, ArcGIS dll.</li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=231&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/10/19/data-raster-data-vektor-dan-pengelolaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eurofighter Typhoon</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/05/15/eurofighter-typhoon/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/05/15/eurofighter-typhoon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 02:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tek. Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[ergonomis in eurofighter typhoon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Eurofighter Typhoon
 
 
 
 I. Pendahuluan 
 







 
 
 
 
 
Eurofighter adalah program sistem udara pesawat militer Uni Eropa, sistem ini dibuat dengan mengintegrasikan secara optimal antara mesin dan manusia. Karena teknologi dan ergonominya membuat eurofighter typhoon sebagai pesawat tempur yang paling hebat performanya. Eurofighter typhoon adalah pesawat tempur dengan mesin ganda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=109&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;">Eurofighter Typhoon</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> I. Pendahuluan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;                        &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr></tr>
<tr></tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Eurofighter adalah program sistem udara pesawat militer Uni Eropa, sistem ini dibuat dengan mengintegrasikan secara optimal antara mesin dan manusia. Karena teknologi dan ergonominya membuat eurofighter typhoon sebagai pesawat tempur yang paling hebat performanya. Eurofighter typhoon adalah pesawat tempur dengan mesin ganda multi-role canard-delta yang didesain dan dibuat pada tahun 1983 oleh gabungan pabrik pesawat Eropa, Eurofighter Gmbh. Penerbangan perdana dilakukan pada 27 Maret 1994 dengan nama pesawat tempur Eurofighter EF 2000 yang kemudian berganti nama menjadi Erofighter Typoon. Pembuatan pesawat ini pada kontrak produksi terakhir pada tahun 1997 melibatkan kerjasama 4 negara Eropa diantarnya UK (Inggris), Jerman, Italia, dan Spanyol.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kelebihan yang dimiliki oleh eurofighter typhoon salah satunya dua sayap kecil di bagian dekat moncong pesawat yang berfungsi untuk membantu pilot melihat lawan dengan lebih jeli agar bisa melakukan manuver jarak dekat dengan cukup baik dan tepat dengan dilengkapi sistem control penerbangan (<em>flight control system</em>) yg berfungsi memberitahukan kinerja pesawat secara keseluruhan sekaligus berkoordinasi dengan komandan di darat. Pesawat ini juga dilengkapi pilot otomatis yg mampu membantu pilot memberikan tips siasat menghadapi pesawat musuh saat menghadapi situasi sulit ketika terjadi pertempuran. Typhoon juga memilik sensor dan captor dibadan pesawat yg secara cepat memberikan informasi soal keberadaan musuh atau akan munculnya serangan, sehingga pilot dapat segera mengantipasinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Spesifikasi Pesawat Tempur (Eurofighter Typhoon)</span></em></strong></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height:66.6pt;">
<td style="width:221.4pt;height:66.6pt;padding:0 5.4pt;" width="295" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;"><span> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Panjang :   15.96 m </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span> </span>Sayap: 10.95 m , Area   sayap: 50 m² </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span> </span>Tinggi: 5.28 m</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span> </span>Berat/Beban kosong: 11   000 kg ( 24,250 lb)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><span> </span>Berat/Beban terisi: 15   550 kg ( 34,280 lb)</span></p>
</td>
<td style="width:221.4pt;height:66.6pt;padding:0 5.4pt;" width="295" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Berat Max takeoff : 23 500 kg (   51,809 lb)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Mesin<span> </span>:   2x EJ200<br />
Kecepatan maksimum<span> </span>: Mach 2<br />
Panjang runway<span> </span>: 700   meter<br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Kecepatan naik: 255 m/s<br />
</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></p>
<p><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">II Ergonomi pada Eurofighter Typhoon</span><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">P</span><span style="font-family:&quot;color:black;">esawat tempur Eurofighter Typhoon merupakan pesawat dengan dilengkapi kombinasi ketangkasan dan performanya menjadikannya sebagai salah satu pesawat tempur yang handal saat ini. </span><span style="font-family:&quot;">Secara teknis, Typhoon dirancang sebagai pesawat dengan tekhnologi terbaru yg mampu mengakomodasi saat menghadapi segala situasi tempur.</span> <span style="font-family:&quot;color:black;">Kelebihan yang dimiliki oleh pesawat ini terutama kokpit atau mesin kendali dibuat sedemikian rupa sehingga memberikan segi ergonomis berupa kenyaman dan kemudahan kepada pengemudi atau pilot sehingga menurunkan beban kerja dari pilot. kokpit typhoon dibuat dengan desain tombol semua kendali pada 1 tempat (kemudi) secara otomatis dan lebih sederhana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kokpit ini dilengkapi dengan tiga buah <em>multi-function colour Head-Down Displays (MHDD)</em> yang menampilkan informasi situasi taktis, sistem status dan peta digital.  Untuk transfer data digunakan sarana data link dengan kemampuan dengan enambelas hubungan terminal dan dilengkapi dengan GPS. Semua bentuk yang tersedia dapat dilihat pada masing-masing MHDD dengan informasi yang detail dipilih melalui tombol yang tersusun di sekeliling MHDD, dengan X/Y cursor atau DVI. Selain itu pesawat dilengkapi dengan sistem penyelamatan darurat dengan kursi lontar Martin Baker Mk.16A menggunakan 2 roket. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Eurofighter typhoon memberikan kenyamanan kepada pilot berupa helm khusus dengan <em>Striker Helmet Mounted Symbology System (HMS)</em> yang dibuat oleh pihak BAE Systems.  <em>Layar saji HUD</em> pada helmet dapat menampilkan berbagai data referensi penerbangan, pembidikan dan pemilihan senjata, serta gambar <em>FLIR</em>.  Juga dilengkapi dengan <em>TERPROM</em> ground proximity warning system. Komponen helm meliputi<em>: Outer Helmet, Inner Helmet, Optics Blast/Display Visor, Oxygen mask, Night Vision Enhancement Camera, Head Tracking System LED Position</em>. Selain itu pilot dilengkapi dengan perlengkapan perlindungan diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;--></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;">Daftar Pustaka</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.eurofighter.com/" target="_blank">www.eurofighter.com</a><br />
<a href="http://www.eurofighter-typhoon.co.uk/" target="_blank">www.eurofighter-typhoon.co.uk</a><br />
<a href="http://www.vectorsite.net/aveuro.html" target="_blank">www.vectorsite.net</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><a href="http://quicklink.all.googlepages.com/eurofighter.htm">http://quicklink.all.googlepages.com/eurofighter.htm</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><a href="http://www.airforce-technology.com/projects/ef2000/ef20006.html">http://www.airforce-technology.com/projects/ef2000/ef20006.html</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centre_stick_vs_side-stick">http://en.wikipedia.org/wiki/Centre_stick_vs_side-stick</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><a href="http://arindamsdefenceideas.blogspot.com/">http://arindamsdefenceideas.blogspot.com/</a></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=109&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/05/15/eurofighter-typhoon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Riset</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/02/16/226/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/02/16/226/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 05:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[Riset PKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[PEMANFAATAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) UNTUK MENGAWETKAN PINDANG IKAN BANDENG (Chanos chanos)
 
Ramses Nita Hariawanty, Ema Rahmadani, Latifa Dinar 
Penelitian dibiayai oleh Program PKM -Dikti
 
 
ABSTRAK
 Telah dilakukan penelitian pengawetan pindang Ikan Bandeng (Chanos chanos) dengan menggunakan ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Jeruk Nipis (C. aurantifolia) serta waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=226&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;" lang="FR">PEMANFAATAN JERUK NIPIS (<em>Citrus aurantifolia) </em>UNTUK MENGAWETKAN PINDANG IKAN BANDENG (<em>Chanos chanos)</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span lang="FR"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span lang="ES-TRAD">Ramses Nita Hariawanty, Ema Rahmadani, Latifa Dinar</span></em></strong><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Penelitian dibiayai oleh Program PKM -Dikti</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">ABSTRAK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Telah dilakukan penelitian pengawetan pindang Ikan Bandeng (<em>Chanos chanos</em>) dengan menggunakan ekstrak Jeruk Nipis (<em>Citrus aurantifolia</em>). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Jeruk Nipis (<em>C. aurantifolia</em>) serta waktu perendaman yang mampu meningkatkan daya keawetan pindang Ikan Bandeng (<em>C. chanos</em>). Pemberian ekstrak jeruk nipis dilakukan terhadap ikan bandeng segar dalam berbagai konsentrasi (0%, 25%,50%,75% dan 100% v/v) dan waktu perendaman (0, 30, 60 menit). Pemindangan dilakukan selama 2-3 jam setelah diberi perlakuan perendaman ekstrak jeruk nipis. Pindang ikan bandeng kemudian disimpan di dalam wadah plastik, 3 ikan/boks dan disimpan dalam suhu ruangan selama lima hari. Pengamatan kualitas pindang bandeng dilakukan setiap hari , yang meliputi bau, rasa, warna, kekenyalan serta total koloni bakteri dan jamur yang tumbuh. Hasil menunjukkan bahwa terdapat penurunan kualitas pindang ikan bandeng yang diberi ekstrak jeruk nipis pada konsentrasi di bawah 100%.<span> </span>Pemberian ekstrak jeruk nipis pada konsentrasi 100% tidak mengubah warna serta tekstur ikan hingga hari ke-4 penyimpanan (α &gt; 0,05), namun mengubah rasa serta bau (α &lt; 0,05). Koloni bakteri mulai tumbuh pada hari ke-2 penyimpanan pindang ikan bandeng yang diberi ekstrak jeruk nipis konsentrasi 100% selama 60 menit. Pemberian jeruk nipis pada seluruh konsentrasi terbukti mampu menghambat pertumbuhan koloni jamur hingga hari ke-4 penyimpanan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak Jeruk Nipis (<em>C. aurantifolia</em>) dapat digunakan untuk mengawetkan pindang<span> </span>Ikan Bandeng (<em>C. chanos</em>) pada konsentrasi 100%.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:78pt;text-align:justify;text-indent:-78pt;"><strong><span lang="IN">Kata Kunci</span></strong><span lang="IN"> : Jeruk Nipis (<em>Citrus aurantifolia</em>), Pindang, Bandeng (<em>Chanos chanos</em>),</span><strong></strong><span lang="IN">Pengawetan.</span></p>

<a href='http://gedbinlink.wordpress.com/2009/02/16/226/kinerja-2/' title='kinerja'><img width="150" height="112" src="http://gedbinlink.files.wordpress.com/2009/02/kinerja.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="kinerja" title="kinerja" /></a>
<a href='http://gedbinlink.wordpress.com/2009/02/16/226/img_1910/' title='bakteri dalam medium'><img width="150" height="112" src="http://gedbinlink.files.wordpress.com/2009/02/img_1910.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="bakteri dalam medium" title="bakteri dalam medium" /></a>
<a href='http://gedbinlink.wordpress.com/2009/02/16/226/mucorales-rhizopus-sp/' title='mucorales-rhizopus-sp'><img width="150" height="112" src="http://gedbinlink.files.wordpress.com/2009/02/mucorales-rhizopus-sp.jpeg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="mucorales-rhizopus-sp" title="mucorales-rhizopus-sp" /></a>

<p><span lang="IN"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:78pt;text-align:justify;text-indent:-78pt;"><span lang="IN"><br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=226&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/02/16/226/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mikroba Dalam Pangan</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/02/16/mikroba-dalam-pangan/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/02/16/mikroba-dalam-pangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 03:46:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[mikroba dalam pangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Makanan dapat terkontaminasi oleh berbagai bahan yang bersifat toksik bagi tubuh yang dapat membuat makanan tersebut tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Penyakit asal makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme dan dipindahsebarkan melalui makanan terjadi melalui dua mekanisme yaitu pertama, mikroorganisme yang terdapat dalam makanan menginfeksi inang sehingga menyebabkan penyakit asal makanan dan kedua, mikroorganisme mengeluarkan eksotoksin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=208&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;">Makanan dapat terkontaminasi oleh berbagai bahan yang bersifat toksik bagi tubuh yang dapat membuat makanan tersebut tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Penyakit asal makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme dan dipindahsebarkan melalui makanan terjadi melalui dua mekanisme yaitu pertama, mikroorganisme yang terdapat dalam makanan menginfeksi inang sehingga menyebabkan penyakit asal makanan dan kedua, mikroorganisme mengeluarkan eksotoksin dalam makanan dan menyebabkan keracunan makanan bagi yang memakannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span lang="SV">Salah satu kontaminan makanan yang penting untuk diketahui adalah mikotoksin. Mikotoksin adalah zat toksik atau toksin yang dikeluarkan oleh jamur atau fungi. Jamur merupakan mikroorganisme eukariotik, menghasilkan spora, tidak punya klorofil, dan berkembang biak secara seksual dan aseksual. Jamur tergolong menjadi 2 golongan yaitu kapang dan khamir. Kapang adalah jamur yang mempunyai filamen sedangkan khamir adalah jamur sel tunggal yang tidak mempunyai filamen. Jamur dapat bersifat parasit yaitu memperoleh makanan dari benda hidup atau bersifat saprofit yaitu memperoleh makanan dari benda mati .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span lang="SV"><span> </span>Secara umum jamur berkembang biak dengan cara aseksul atau seksual. Spora aseksual dari jamur adalah konidiospora, sporangiospora, oidium, klamidospora dan blastospora. Sedangkan spora seksual dihasilkan dari peleburan dua nukleus, terbentuk lebih jarang, dan dalam jumlah yang sedikit dibandingkan dengan spora aseksual. Ada beberapa tipe spora seksual yaitu askospora, basidiospora, zigospora dan oospora.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span lang="SV">Penyakit yang diakibatkan karena adanya mikotoksin disebut mikotoksikosis. Mikotoksin dapat mengkontaminasi pangan bila bahan pangan yang umumnya tanpa pengawet disimpan lama dalam kondisi lembab dan tidak disimpan dalam lemari pendingin, sehingga bahan pangan ini mudah menjadi media bagi pertumbuhan jamur (Makfoeld dalam POM,2001).<span> </span></span></p>
<p class="MsoCaption" style="line-height:normal;"><span lang="SV">Tabel .1 Jenis mikotoksin dan pangan yang dikontaminasinya </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:.2in;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;background:#d9d9d9 none repeat scroll 0 50%;width:99pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV"><span> </span></span>Jenis   mikotoksin</p>
</td>
<td style="background:#d9d9d9 none repeat scroll 0 50%;width:279pt;padding:0 5.4pt;" width="372" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Bahan pangan yang dikontaminasi</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:99pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Alfatoksin</p>
</td>
<td style="width:279pt;padding:0 5.4pt;" width="372" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Kacang-kacangan dan produk kacang padi, jagung,   gandung, almond, dan jambu mete</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:99pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Sterigmatosistin</p>
</td>
<td style="width:279pt;padding:0 5.4pt;" width="372" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Biji-bijian dan   beras</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:99pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Patulin</p>
</td>
<td style="width:279pt;padding:0 5.4pt;" width="372" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Sari buah apel</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:99pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Luteoskirin</p>
</td>
<td style="width:279pt;padding:0 5.4pt;" width="372" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Beras, jagung, gandum, kacang-kacangan</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:99pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Sitreoviridin</p>
</td>
<td style="width:279pt;padding:0 5.4pt;" width="372" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Beras</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:99pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Trikotesena</p>
</td>
<td style="width:279pt;padding:0 5.4pt;" width="372" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Jagung</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:99pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Asam Penisilat</p>
</td>
<td style="width:279pt;padding:0 5.4pt;" width="372" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Jagung</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:99pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Botulinum</p>
</td>
<td style="width:279pt;padding:0 5.4pt;" width="372" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="NO-BOK">Daging, ikan, dan sayur-sayuran kaleng</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:200%;"><span lang="NO-BOK"> Bila bahan pangan yang sudah terkontaminasi mikotoksin dikonsumsi, maka kemungkinan toksin yang dihasilkan oleh jamur tersebut dapat mengganggu kesehatan.</span></p>
<p class="MsoCaption" style="line-height:normal;"><span lang="SV">Tabel.2 Penyakit yang ditimbulkan oleh mikotoksin </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;width:5.25in;margin-left:.2in;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="504">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;background:#d9d9d9 none repeat scroll 0 50%;width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Mikotoksin</p>
</td>
<td style="background:#d9d9d9 none repeat scroll 0 50%;width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Jamur penghasil</p>
</td>
<td style="background:#d9d9d9 none repeat scroll 0 50%;width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Penyakit yang   ditimbulkan</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Ergot alkaloid</p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Claviceps purpurea</em></p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Toksik pada saraf pusat, mengganggu kerja   jantung</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Alfatoksin</p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Aspergillus flavus, Aspergillus   parasiticus</em></p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Toksik pada janin,   penyebab mutasi sel tubuh</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;width:5.25in;margin-left:.2in;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="504">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Patulin</p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Penicillium patulum</em></p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Iritan terhadap kulit, toksik pada janin</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Sterigmatosistin</p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Aspergillus versicolor</em></p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="NO-BOK">Kanker hati dan gangguan ginjal</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Luteoskirin</p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Penicillium islandicum</em></p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Toksik pada hati</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Sitreoviridin</p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Penicillium citreoviride</em></p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Toksik pada sistem   saraf</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Trikotesena</p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Fusarium tricinctum </em></p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Toksik bagi sel   tubuh</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Asam penisilat</p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Penicillium puberulum</em></p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Penyebab kanker   tulang</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:1.25in;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Botulinum</p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>Clostridium botulinum</em></p>
</td>
<td style="width:2in;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Toksik pada sistem   sara</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoBodyText"><span><span><br />
</span></span><span lang="IN">Selain mikotoksin terdapat beberapa mikroorganisme yang biasanya mengkontaminasi makanan, minuman dan obat tradisional. Mikroorganisme kontaminan yang diuji di laboratorium mikrobiologi adalah:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kuman Coliform</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;"><span lang="IN">Kuman Coliform merupakan segolongan besar dan heterogen kuman-kuman batang Gram negatif, yang dalam batas-batas tertentu mirip <em>Escherichia coli</em>. Kuman Coliform merupakan sebagian besar flora aerobik usus normal. Di dalam usus, umumnya kuman ini tidak menyebabkan penyakit dan bahkan dapat membantu fungsi usus secara normal. Organisme ini menjadi patogen hanya bila mencapai jaringan di luar saluran pencernaan, khususnya saluran air kemih, saluran empedu, paru-paru, peritonium, atau selaput otak, yang dapat menyebabkan peradangan pada tempat-tempat tersebut. Bila daya tahan normal hospes tidak cukup kuat, khususnya pada bayi yang baru lahir, manusia yang berusia tua, pada stadium terminal penyakit-penyakit lain, maka kuman Coliform dapat mencapai aliran darah dan menyebabkan sepsis . </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"> <span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span><em>Staphylococcus aureus </em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;"><em><span lang="IN">Staphylococcus aureus </span></em><span lang="IN">adalah<em> </em>bakteri<em> </em></span><span lang="IN">Gram positif berbentuk bulat, biasanya tersusun dalam rangkaian tak beraturan seperti anggur. Bakteri ini tidak bergerak, tidak membentuk spora dan tumbuh paling cepat pada suhu 37<sup>0</sup>C. Koloninya berwarna abu-abu sampai kuning emas. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;"><em><span lang="IN">Staphylococcus aureus </span></em><span lang="IN">adalah genus <em>Staphylococcus</em> yang menjadi patogen utama bagi manusia. Hampir setiap orang akan mengalami beberapa tipe infeksi <em>Staphylococcus aureus </em>sepanjang hidupnya, bervariasi dalam beratnya mulai dari keracunan makanan atau infeksi kulit ringan sampai infeksi berat yang mengancam jiwa. Salah satu penyebab terjadinya keracunan makanan adalah karena makanan yang dimasak kurang matang .<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Escherichia coli</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;"><em><span lang="IN">Escherichia coli</span></em><span lang="IN"> adalah bakteri batang Gram negatif, yang habitat alaminya di saluran usus manusia dan hewan. Koloninya berbentuk bundar, cembung dan halus dengan tepi yang nyata. Di dalam usus, pada umumnya <em>Escherichia coli</em> tidak menyebabkan penyakit dan bahkan dapat membantu fungsi usus secara normal. Bakteri ini menjadi patogen hanya bila berada di luar usus atau di tempat lain dimana flora normal jarang terdapat. Tempat yang sering terinfeksi oleh bakteri ini adalah saluran kemih, saluran empedu, dan tempat-tempat lain di rongga perut. <em>Escherichia coli</em> menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan terjadinya diare.<br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"> <span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Salmonella</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;"><span lang="IN">Infeksi oleh bakteri genus <em>Salmonella</em> disebut Salmonelosis. Infeksi ini menyerang saluran gastrointestin yang mencangkup perut, usus halus, dan usus besar atau kolon. Gejala yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung <em>Salmonella </em>adalah timbul rasa sakit perut yang mendadak dengan diare encer, seringkali mual, muntah dan demam dengan suhu 38<sup>0</sup>C sampai 39<sup>0</sup>C. Gejala ini ada hubungannya dengan endotoksin tahan panas yang dihasilkan oleh <em>Salmonella </em>. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;"><em><span lang="IN">Salmonella </span></em><span lang="IN">mudah tumbuh pada media perbenihan biasa. Bakteri ini membentuk asam dan kadang-kadang gas dari hasil fermentasi glukosa dan manosa dan biasanya membentuk H<sub>2</sub>S. <em>Salmonella </em>dapat hidup dalam air beku untuk jangka waktu yang cukup lama, resisten terhadap zat-zat kimia tertentu misalnya hijau brilian, natrium tetrationat dan natrium deoksikolat yang menghambat bakteri enterik lainnya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;"><span lang="IN">Beberapa spesies <em>Salmonella</em> dapat menyebabkan infeksi makanan diantaranya <em>Salmonella enteritidis </em>var. <em>Typhimurium</em> dan varietas lainnya serta <em>Salmonella choleraesuis</em>. Bakteri ini adalah bakteri Gram negatif, motil, tidak membentuk spora, dapat memfermentasi glukosa, tetapi tidak memfermentasi laktosa atau sukrosa.<br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Clostridium perfringens</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;"><em><span lang="IN">Clostridium perfringens</span></em><span lang="IN"> umumnya terdapat di alam, misalnya dalam daging mentah dan tinja hewan. Bakteri ini juga merupakan penyebab utama keracunan makanan. Keracunan makanan ini paling baik dicegah dengan menghindarkan penghangatan atau pendinginan makanan yang telah dimasak, secara berkelanjutan.<br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=208&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/02/16/mikroba-dalam-pangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenis Pengelolaan pencemaran udara</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/01/03/jenis-pengelolaan-pencemaran-udara/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/01/03/jenis-pengelolaan-pencemaran-udara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 02:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tek. Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengendali pencemar udara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Pengendalian pencemaran udara adalah pengenceran dan pengendalian pencemar pada sumber. Atmosfer memiliki kemampuan alami yang disebut self cleaning. Perlengkapan pengendali pencemaran udara prinsipnya mengikuti proses penyisihan partikel dan gas pencemar di atmosfer. Konsep dasar pengendalian pencemaran udara adalah improvisasi dispersi,modifikasi proses,penggunaan alat pengendali,daur ulang dan mengakhiri siklus zat pencemar. Alat pengendali pencemaran udara harus didasarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=202&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pengendalian pencemaran udara adalah pengenceran dan pengendalian pencemar pada sumber. Atmosfer memiliki kemampuan alami yang disebut self cleaning. Perlengkapan pengendali pencemaran udara prinsipnya mengikuti proses penyisihan partikel dan gas pencemar di atmosfer. Konsep dasar pengendalian pencemaran udara adalah improvisasi dispersi,modifikasi proses,penggunaan alat pengendali,daur ulang dan mengakhiri siklus zat pencemar. Alat pengendali pencemaran udara harus didasarkan pada ukuran partikel,efisiensi penyisihan yang ingin dicapai, besarnya aliran gas, waktu pembersihan dan karakteristik khusus partikel. Pengendali partikulat atau debu adalah settling chamber,cyclone, Electrostatic Precipitator (ESP), Filtrasi, scrubber sedangkan pengendali fasa gas adalah scrubber, absorpsi, adsorpsi, condensation, combustion dan biofiltrasi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=202&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2009/01/03/jenis-pengelolaan-pencemaran-udara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ergonomi dan produktivitas</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/27/ergonomi-dan-produktivitas/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/27/ergonomi-dan-produktivitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 03:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tek. Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ergonomi dan produktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Masalah ergonomi sangat erat kaitannya dengan alat,aktivitas,serta produk yang dihasilkan oleh manusia.Ergonomi merupakan suatu keilmuwan yang multidisiplin,mempelajari pengetahuan dari ilmu kedokteran,biologi,psikologi dan sosiologi. Pada prinsipnya disiplin ergonomi mempelajari apa akibat  jasmani,kejiwaan dan sosial dari teknologi dan produknya terhadap manusia. Maksud dan tujuan dari ergonomi adalah mendapatkan rancangan sistem manusia-mesin yang optimal,melibatkan teknologi biomekanik, antropomemtri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=199&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masalah ergonomi sangat erat kaitannya dengan alat,aktivitas,serta produk yang dihasilkan oleh manusia.Ergonomi merupakan suatu keilmuwan yang multidisiplin,mempelajari pengetahuan dari ilmu kedokteran,biologi,psikologi dan sosiologi. Pada prinsipnya disiplin ergonomi mempelajari apa akibat  jasmani,kejiwaan dan sosial dari teknologi dan produknya terhadap manusia. Maksud dan tujuan dari ergonomi adalah mendapatkan rancangan sistem manusia-mesin yang optimal,melibatkan teknologi biomekanik, antropomemtri teknik  berkaitan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia yang mengoperasikan mesin. Tujuan utamanya adalah terciptanya desain sistem manusi-mesin yang terpadu sehingga efektivitas,produktivitas dan efisiensi kerja bisa tercapai secara optimal serta mendapatkan sistem serta lingkungan kerja yang cocok,aman, nyaman dan sehat. Dengan demikian ergonomi adalah suatu cabang keilmuan yang sistematis untuk memanfaatkan informasi mengenai sifat,kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem tersebut dengan baik. Manusia tidak lagi harus menyesuaikan dirinya dengan mesin yang di operasikan melainkan sebaliknya,mesin dirancang memperhatikan kelebihan dan keterbatasan manusia. Fokus perhatian ergonomi adalah berkaitan erat dengan aspek manusia di dalam perencanaan man-made objects  dan lingkungan kerja. Dengan demikian jelas bahwa pendekatan ergonomi akan mampu menimbulkan produktivitas,efektivitas dan kenikmatan pemakaian dari peralatan fasilitas maupun lingkungan kerja yang dirancang</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=199&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/27/ergonomi-dan-produktivitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>K3 di kantor</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/27/k3-di-kantor/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/27/k3-di-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 03:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tek. Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[K3 kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Pekerjaan merupakan aktivitas rutin, bekerja di perkantoran tidaklah lepas dari gejala penyakit jabatan. Salah satunya adalah gejala sick building syndrome yang ditandai dengan keluhan cepat lelah,hidung mampat,sakit kepala,kulit kemerahan,tenggorokan kering,iritasi mata,lemah dan lain-lain. Dalam UU no23/1992,tentang kesehatan pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diselenggarakan pada setiap tempat kerja,khususnya tempat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=197&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pekerjaan merupakan aktivitas rutin, bekerja di perkantoran tidaklah lepas dari gejala penyakit jabatan. Salah satunya adalah gejala sick building syndrome yang ditandai dengan keluhan cepat lelah,hidung mampat,sakit kepala,kulit kemerahan,tenggorokan kering,iritasi mata,lemah dan lain-lain. Dalam UU no23/1992,tentang kesehatan pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diselenggarakan pada setiap tempat kerja,khususnya tempat yang memiliki risiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya,untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal,sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja. Hal-hal yang berhubungan pelaksanaan k3 perkantoran,yang pada dasarnya harus memperhatikan dua hal yaitu indoor dan outdoor. Konstruksi gedung beserta perlengkapan dan operasionalisasi terhadap risiko bahaya di kantor. permasalahan dan rekomendasi yang perlu dilakukan di kantor terkait kode dan aturan pelaksanaan k3 adalah jaringan atau sumber elektrik,kualitas udara, pencahayaan,kebisingan,display unit ,hygiene dan sanitasi, psikososial termasuk budaya kerja, maintenance alat dan training, ergonomik komputer.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=197&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/27/k3-di-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Optimasi Induksi Embriogenesis Somatik Pinus merkusii Jung &amp; Devr.</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/22/optimasi-induksi-embriogenesis-somatik-pinus-merkusii-jung-devr/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/22/optimasi-induksi-embriogenesis-somatik-pinus-merkusii-jung-devr/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 06:16:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[Embriogenesis Somatik Pinus merkusii]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Optimasi Induksi Embriogenesis Somatik Pinus merkusii Jung &#38; Devr.
 Melalui Aplikasi Teknik Pemotongan Ujung Kalaza Eksplan
 ABSTRAK 
  Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan induksi embriogenesis somatik pada Pinus merkusii melalui aplikasi teknik pemotongan ujung kalaza eksplan yang ditanam dalam medium DCR yang mengandung 2,4-D dan BAP. Konsentrasi 2,4-D yang digunakan adalah 7μM, 9μM dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=191&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="ES-TRAD">Optimasi Induksi Embriogenesis Somatik <em>Pinus merkusii </em>Jung &amp; Devr.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="SV"><span> </span>Melalui Aplikasi Teknik Pemotongan Ujung Kalaza Eksplan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="ES-TRAD"> ABSTRAK </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="ES-TRAD"> </span></strong><span lang="ES-TRAD"><span> </span>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan induksi embriogenesis somatik pada <em>Pinus merkusii</em> melalui aplikasi teknik pemotongan ujung kalaza eksplan yang ditanam dalam medium DCR yang mengandung 2,4-D dan BAP. Konsentrasi 2,4-D yang digunakan adalah 7</span>μ<span lang="ES-TRAD">M, 9</span>μ<span lang="ES-TRAD">M dan 11</span>μ<span lang="ES-TRAD">M sedangkan BAP adalah 2 </span>μ<span lang="ES-TRAD">M, 3 </span>μ<span lang="ES-TRAD">M dan 4 </span>μ<span lang="ES-TRAD">M. Eksplan yang digunakan adalah megagametofit yang mengandung embrio zigotik muda. Percobaan diulang sebanyak 3 kali. Setelah 3 bulan kultivasi dalam kondisi gelap, eksplan menunjukkan beberapa respon seperti perbesaran jaringan, pembentukan kalus, perkecambahan dan embriogenesis somatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pemotongan ujung kalaza tidak berpengaruh terhadap peningkatan induksi embriogenesis somatik. Besarnya induksi embriogenesis somatik pada megagametofit yang dipotong dengan yang tidak dipotong adalah sama, yaitu 9,63%. Bagaimanapun, penambahan konsentrasi 2,4-D (9</span>μ<span lang="ES-TRAD">M dan 11</span>μ<span lang="ES-TRAD">M ) ke dalam medium cenderung menurunkan keberhasilan induksi embriogenesis somatik. Disisi lain, teknik pemotongan ujung kalaza megagametofit ternyata dapat meningkatkan pembentukan kalus dan perbesaran jeringan. Pada penelitian ini ditemukan bahwa keberhasilan induksi embriogenesis somatik lebih ditentukan oleh karakter megagametofit (eksplan). Embrio somatik lebih banyak muncul dari megagametofit berwarna putih susu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="ES-TRAD">
<a href='http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/22/optimasi-induksi-embriogenesis-somatik-pinus-merkusii-jung-devr/biji-dan-megagametofit-pinus/' title='biji-dan-megagametofit-pinus'><img width="150" height="132" src="http://gedbinlink.files.wordpress.com/2008/12/biji-dan-megagametofit-pinus.jpg?w=150&#038;h=132" class="attachment-thumbnail" alt="biji-dan-megagametofit-pinus" title="biji-dan-megagametofit-pinus" /></a>
<a href='http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/22/optimasi-induksi-embriogenesis-somatik-pinus-merkusii-jung-devr/img_4784/' title='img_4784'><img width="150" height="112" src="http://gedbinlink.files.wordpress.com/2008/12/img_4784.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="embrio somatik" title="img_4784" /></a>
<a href='http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/22/optimasi-induksi-embriogenesis-somatik-pinus-merkusii-jung-devr/attachment/4/' title='poliembriogeni'><img width="150" height="140" src="http://gedbinlink.files.wordpress.com/2008/12/4.jpg?w=150&#038;h=140" class="attachment-thumbnail" alt="anatomi poliembriogeni -embrio somatik" title="poliembriogeni" /></a>
<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="ES-TRAD">Kata kunci</span></strong><span lang="ES-TRAD"> : <em>Pinus merkusii, </em>2,4-D, BAP, teknik pemotongan ujung kalaza, <span> </span>embriogenesis somatik</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=191&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/22/optimasi-induksi-embriogenesis-somatik-pinus-merkusii-jung-devr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Analisis Penentuan Posisi Diferensial Menggunakan Receiver GPS Tipe Navigasi”</title>
		<link>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/22/%e2%80%9canalisis-penentuan-posisi-diferensial-menggunakan-receiver-gps-tipe-navigasi%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/22/%e2%80%9canalisis-penentuan-posisi-diferensial-menggunakan-receiver-gps-tipe-navigasi%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 06:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gedbinlink</dc:creator>
				<category><![CDATA[geodesi]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi taupik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedbinlink.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK
 
Penelitian tugas akhir ini melakukan penambahan dalam inovasi pengambilan dan penyimpanan data pengamatan dari receiver GPS tipe navigasi. Receiver GPS tipe navigasi yang biasanya langsung menghasilkan data absolut berupa koordinat, dipakai untuk pengamatan GPS secara diferensial. Penelitian ini menggunakan data kode C/A dan data fase L1. Saat pengambilan data receiver navigasi tersebut dihubungkan kedalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=187&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span lang="IN">ABSTRAK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="IN">Penelitian tugas akhir ini melakukan penambahan dalam inovasi pengambilan dan penyimpanan data pengamatan dari <em>receiver</em> GPS tipe navigasi. <em>Receiver</em> GPS tipe navigasi yang biasanya langsung menghasilkan data absolut berupa koordinat, dipakai untuk pengamatan GPS secara diferensial. Penelitian ini menggunakan data kode C/A dan data fase L<sub>1</sub>. Saat pengambilan data <em>receiver</em> navigasi tersebut dihubungkan kedalam perangkat keras dan lunak khusus, kemudian dilakukan pengamatan secara diferensial terhadap titik referensi yang diamati oleh <em>receiver</em> GPS geodetik. Pengolahan <em>baseline</em> dibagi kedalam empat macam yaitu <em>baseline</em> sangat pendek (54.794 m), <em>baseline</em> pendek (0.583 km), <em>baseline</em> sedang (7.722 km) dan baseline panjang (95.314 km) dengan menggunakan data <em>broadcast ephemeris</em> dan <em>precise ephemeris.</em>. Hasil dari penelitian ini pada umumnya menunjukan penyimpangan koordinat pengamatan dengan GPS navigasi terhadap geodetik berkisar pada nilai sub-meter (desimeter). Penyimpangan koordinat terkecil terjadi pada pengamatan <em>baseline</em> sangat pendek dan penyimpangan koordinat terbesar terjadi pada pengamatan <em>baseline</em> panjang. Hasil penelitan juga menunjukan koordinat yang dihasilkan dengan data <em>precise ephemeris</em> kisaran penyimpangan koordinatnya tidak terlalu signifikan dibanding data hasil <em>broadcast ephemeris</em>, sehingga tidak efektif bila menggunakan data <em>precise ephemeris</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="IN">Kata kunci : GPS, diferensial, navigasi, fase</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gedbinlink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gedbinlink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gedbinlink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gedbinlink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gedbinlink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gedbinlink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gedbinlink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gedbinlink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gedbinlink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gedbinlink.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gedbinlink.wordpress.com&blog=4016547&post=187&subd=gedbinlink&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedbinlink.wordpress.com/2008/12/22/%e2%80%9canalisis-penentuan-posisi-diferensial-menggunakan-receiver-gps-tipe-navigasi%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adea546b23b941d2a77029c742648cc8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gedbinlink</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>