Gedbinlink’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

lipid Desember 22, 2008

Diarsipkan di bawah: Biologi — gedbinlink @ 5:44 am
Tags:

LEMAK

Lipida adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti khloroform, eter, benzena, alcohol, aseton, dan karbondisulfid. Senyawa organik ini terdapat dalam semua sel dan berfungsi sebagai :

1. Penyimpan energi dan transpor

2. Struktur membran

3. Kulit pelindung, komponen dinding sel

4. Penyampai kimia

Beberapa senyawa lipida mempunyai aktivitas biologis yang sangat penting dalam tubuh, diantaranya vitamin dan hormon. Ditinjau dari sudut nutrisi, lemak merupakan sumber kalori penting disamping berperan sebagai pelarut berbagai vitamin.

lipidLipida dapat dikelompokkan menurut sifat kimia dan sifat fisiknya. Bloor membagi lipida sebagai berikut:

1. Lipida Sederhana

Kelompok ini disebut juga homolipida yaitu suatu bentuk ester yang mengandung karbon, hydrogen, dan oksigen. Jika dihidrolisis, lipida yang termasuk ini hanya menghasilkan asam lemak dan alcohol. Lipida sederhana ini dapat dibagi kedalam tiga golongan, yaitu:

a. Lemak, ester asam lemak dan gliserol

b. Lilin, ester asam lemak

2. Lipida Majemuk

Kelompok ini berupa ester asam lemak dengan alcohol yang mengandung gugus lain, contohnya fosfolipida, serebrosida (glikolipida), sulfolipida, amino, lipida, dan lipoprotein.

3. Derivat Lipida

Derivat lipida merupakan hasil hidrolisis kelompok yang telah disebut terdahulu. Termasuk ke dalam golongan ini ialah asam lemak, gliserol, steroid, alcohol, aldehida, dan keton.

Banyak lipida yang mempunyai sifat fisik amfipatik. Istilah amfipatik yang semula digunakan oleh Hartley pada tahun 1936, memberikan turunan hidrokarbon yang mempunyai satu bagian (polar) “bersimpati” dengan suasana air dan satu bagian hidrokarbon (hidrofobik) yang tidak bersimpati dengan suasana air.

Asam lemak jarang terdapat bebas di alam tetapi terdapat sebagai ester dalam gabungan dengan fungsi alcohol. Kita dapat membuat beberapa penyamarataan mengenai asam lemak, walaupun ada perkecualian seperti yang akan kita lihat.

1. Asam lemak pada umumnya adalah asam monokarboksilat berantai lurus.

2. Asam lemak pada umumnya mempunyai jumlah atom karbon genap.

3. Asam lemak dapat dijenuhkan atau dapat mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap.

Berdasarkan ada tidaknya ikatan rangkap, asam lemak terbagi menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Hewan-hewan tingkat yang lebih tinggi dapat mengadakan biosintesa asam-asam lemak jenuh dan yang mono tak jenuh dari sumber-sumber lain seperti karbohidrat. Asam-asam linoleat dan linolenat dan asam-asam lemak poli tak jenuh bertingkat lebih tinggi tidak dapat dihasilkan pada hewan bertingkat lebih tinggi dan karena itu diistilahkan asam lemak essensial.

Garam asam lemak biasanya disebut sabun. Daya pembersih sabun bertumpu pada sifat amfipatrik molekul sabun. Dengan ion Ca++ dan Mg++ sabun dapat membentuk garam Ca atau Mg yang mengendap. Oleh karena itu, apabila dalam air terdapat ion-ion tersebut atau yang disebut air sadah. Sabun mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan air. Hal ini tampak dari timbulnya busa apabila sabun dilarutkan dalam air dan diaduk.

Asam lemak tak jenuh mudah mengadakan reaksi pada ikatan rangkapnya. Dengan gas hidrogen dan katalis Ni dapat terjadi reaksi hidrogenasi, yaitu pemecahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Proses hidrogenasi ini mempunyai arti penting karena dapat mengubah asam lemak yang cair menjadi asam lemak padat. Ini adalah salah satu proses pada pembuatan margarin dari minyak kepala sawit.

Lemak netral disebut juga asil gliserol atau gliserida. Lemak ini merupakan komponen utama lemak simpanan pada sel-sel hewan dan tumbuhan, terutama pada jaringan adipose vertebrata.

Sifat-sifat fisik lemak netral mencerminkan susunan asam lemak dari lemak. Sebagai dalil umum adalah titik lebur suatu asam lemak berkurang dengan bertambahnya ketidakjenuhan dan berkurangnya bobot molekulernya.

Lemak hewan dan tumbuhan mempunyai susunan asam lemak yang terkandung didalamnya diukur dengan bilangan iodium. Bilangan iodium adalah banyaknya gram iodium yang dapat bereaksi dengan 100 gram asam lemak. Jadi, makin banyak ikatan rangkap, makin besar bilangan iodium.

Dengan proses hidrolisis lemak akan terurai menjadi asam lemak gliserol. Proses ini dapat berjalan dengan menggunakan asam, basa, atau enzim tertentu. Proses hidrolisis yang menggunakan basa menghasilkan gliserol dan garam asam lemak atau sabun. Oleh karena itu, proses hidrolisis yang menggunakan basa disebut proses penyabunan.

Oksidasi asam lemak tidak jenuh akan menghasilkan peroksida dan selanjutnya akan terbentuk aldehida. Inilah yang menyebabkan terjadinya bau dan rasa yang tak enak atau tengik. Kelembapan udara, cahaya, suhu tinggi dan adanya bakteri perusak adalah factor-faktor yang menyebabkanterjadinya ketengikan lemak.

Lilin adalah ester dari asam lemak berantai panjang dengan alcohol monohidrat. Terdapat sebagai pelidung kulit dan bulu, pelindung daun danbuah, atau sebagai sekresi insekta. Lilin tak larut dalam air.

Fosfolipida adalah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat. Fosfolipida banyak terdapat pada bakteri, jaringan tumbuhan dan hewan. Fosfolipida yang disebut fosfatidil kolin biasanya didapat pada membran dan hanya sedikit sekali fosfolipida ini terdapat pada lemak simpanan.

Sfingolipida merupakan lipida yang tak mengandung gliserol amfipatik, terutama berlimpah dalam jaringan otak dan syaraf. Lipida ini diturunkan dari sfingosin. Sfingolipida yang paling berlimpah adalah sfingomyelin yang terdapat dalam jaringan otak dan saraf dan dalam bagian lipida darah.

Terpena dan steroid adalah lipida yang tak dapat disaponifikasikan yang berarti bahwa hidrolisis alkali tak menghasilkan sabun. Struktur umum yang biasa bagi semua steroida adalah kerangka siklompentano perhidro penantren. Steroid banyak terdapat di alam. Diantaranya dalam jumlah yang terbatas tetapi mempunyai aktivitas biologis yang penting yaitu asam empedu, hormon seks betina dan jantan, hormon korteks adreval dan beberapa racun steroid yang terdapat dalam jumlah lebih banyak yakni golongan sterol. Contohnya kolesterol, lanosterol, fitosterol, dan mikosterol.

 

Arsitektur Dinding Sel Desember 22, 2008

Diarsipkan di bawah: Biologi — gedbinlink @ 5:44 am
Tags:

Arsitektur Dinding Sel dapat Memperpanjang Coleoptile pada tanaman jagung (Zea mays).

Penyusun dinding sel utama pada tanaman ini terdiri atas mikrofibril selulosa, glucuronoarabinoxylans ( GAXs), dan campuran antara pertalian dari b-glucans, bersama-sama dengan sejumlah lebih xyloglucans, glucomannans, pektin, dan suatu jaringan dari unsur polyphenolic.

Bahan kimia yang terkandung dalam jaringan epidermis dengan mesofil berbeda hal ini diungkapkan berdasarkan hasil distribusi kelimpahan bahan kimia yang ditemukan dengan menggunakan mikrospectroscopy inframerah. Perbedaan distribusi ini ditemukan pada bagian coleoptile tanaman jagung.

Glucomannans dan asam uronic yang mengalami esterifikasi jumlahnya lebih berlimpah pada bagian epidermis sedangkan b-glucans jumlahnya lebih melimpah pada jaringan mesofil. Hal ini ditetapkan berdasarkan lokalisasi glucan yang telah ditetapkan oleh immunocytochemistry di (dalam) mikroskop elektron dengan pengujian kadar logam biokimia secara kuantitatif.

Percobaan ini menggunakan pancaran scanning emisi elektron secara mikroskopi, microspectroscopy inframerah, dan pengamatan terhadap karakteristik biokimia pada rangkaian polimer yang kemudian dapat menandai ciri khas struktur dinding sel epidermis.

Serangkaian proses ekstraksi polisakarida yang spesifik dengan enzim pencernaan dari b-glucans menghasilkan dua daerah beda di dalam dinding sel. pertama, daerah yang kaya akan b-glucans, yang jumlahnya sama besar dengan GAXs, dengan jumlah arabinosyl dan glucomannans yang rendah disekitar mikrofibril. ke dua, unsur GAX yang digantikan dengan residu arabinosyl dan glucomannan tambahan yang menyediakan suatu daerah interstitial yang saling behubungan dengan b-glucan pada penutup mikrofibril. Hasil ini dijadikan sebagai model untuk menjelaskan mekanisme dinding sel secara biokimia dan biofisika pada pengenduran pertumbuhan sel pada coleoptile tanaman jagung.

Pada dinding sel primer angiospermae dibangun oleh unsur polisakarida dan phenolic. Dinding sel pada monocotil ditandai dengan adanya selulosa microfibrils yang diikat oleh glucuronoarabinoxylans ( GAXs) dan suatu jaringan yang tersusun atas unsur polyphenolic. b-glucans pada awalnya tidak ditemukan pada sel meristematik tetapi hanya 20 % yang mengeringkan massa dinding sel pada masa pemanjangan coleoptile.

Coleoptile biasanya digunakan sebagai model untuk melakukan pengujian terhadap perubahan yang dinamis pada arsitektur sel selama terjadinya masa pemanjangan sel, adanya perubahan komposisi polimer dan bangunan pada organ/ bagian sel menandakan bahwa bagian tanaman tersebut mengalami pengembangan sel.

Bahan dan Metoda :

Benih jagung hybrida direndam semalam dalam air pada suhu lingkungan (30o C) dan disimpan pada tempat gelap. Coleoptile akan dihasilkan dengan panjang sekitar 3,5 cm. Kemudian Coleoptile di kupas dengan mengambil bagian mesofil dan epidermis kemudian di masukkan kedalam air yang telah diionisasi. Ambil bagian lengkap dengan epidermis atau tanpa epidermis atau hanya mesofil saja atau kedua-duanya. Untuk proses ekstraksi kulit epidermis di apungkan pada media ekstraksi, tapi sebelumnya kulit epidermis ini dipanaskan pada suhu 65o C di dalam air yang berionisasi dan sel mesofil diproses melalui FTIR atau FESEM, sedangkan unsur pectic diekstraksi dari HCl dengan pH 7 atau dengan 100mM CDTA didalam 20 mm fosfat kalium. Sedikitnya 30 kulit yang telah mengalami perawatan di gunakan untuk FTIR dan studi biokimia.

Bila dilakukan proses dengan FESEM, bagian kulit epidermis yang kering diberi perlakuan dengan Asam asetat selulosa, kemudian dibekukan dalam N2 cair pada suhu – 210o C. Kemudian direkam pada Semmicrographs pada 5kV dengan menggunakan gulungan film untuk merekam komposisi dan kandungan sel epidermis tersebut.

Pendeteksian adanya kandungan tertentu atau b-glucans pada dinding sel dapat dilakukan dengan antibodi monoklonal dengan serum albumin yang diberi asetil. Kemudian banyaknya butiran atau komposisinya dapat dilihat dengan melakukan scanning mikroskopi.

Hasil :

Dinding Sel epidermis dan mesofil berbeda secara kimiawi. sekitar 30% sellulosa ditemukan berkumpul pada bagian sel mesofil sedangkan pada sel epidermis dengan dinding yang tebal ditemukan hampir 60% sellulosa. Epidermis mengandung + 60 mg dari b-glucan per mg dinding sel, sedangkan sel mesofil berisi hampir 200 mg dari b-glucan per mg dinding sel. Perbandingan ini menentukan struktur dari dinding sel dan pemanjangan sel coleoptile pada tanaman jagung, polisakarida yang netral dari epidermis dan sel mesofil pada pemanjangan sel pada tanaman jagung.

Diskusi :

Komposisi polisakarida selulosa dan non-sellulosa dan unsur phenolic di dalam Coleoptile tanaman jagung didasarkan semata-mata pada campuran sel epidermis, mesofil dan ikatan pembuluh. Lapisan mesofil berisi lebih sedikit metil atau phenolic ester, dan lebih sedikit campuran cincin phenolic, dibanding sel epidermis dan ikatan pembuluh beberapa komponen karbohidrat.

Metil ester ditemukan dalam jumlah sedikit pada sel epidermis dan memiliki komposisi polisakarida 82% dibandingkan pada sel mesofil hanya 75%. Campuran phenolic yang ditemukan pada jaringan vaskuler/ikatan pembuluh menyebabkan terjadinya struktur lignifikasi pada dinding sel. Perbedaan yang utama dapat dilihat dari meningkatnya sejumlah glucomannans di dalam epidermal dinding sel, dan peningkatan b-glucans di dalam mesofil dinding sel.

corn21Bahan kimia berupa sellulosa mikrofibril dibelah oleh suatu enzim endo-b-d-glucanase, yang dapat menyebabkan dinding sel kendur dan membiarkan tekanan turgor samapai keseluruh sel. Dua pengamatan yang mendukung hipotesis ini diantaranya exo- dan endo-b-d-glucanase polipeptida dan aktivitas dinding sel selama pertumbuhan ( Inouhe dan Nevins, 1998), dan polyclonal antisera yang mengikat pada enzim ini dapat menghalangi pertumbuhan ( Hoson et al., 1992). Bagaimanapun, mekanisme dengan antisera dapat menghalangi pertumbuhan belum pernah diketahui secara memuaskan dan belum diketahui jelas dimana dan pada bagian mana di dalam jaringan tumbuhan hal ini masih dibutuhkan penelitian dan percobaan pada tahap selanjutnya.

Jadi struktur dinding sel yang terdiri atas bahan kimia dan komposisinya yang berbeda berpengaruh terhadap pembentukan dinding sel terutama pada masa pemanjangan sel pada coleoptile.

 

Kloroplas Desember 22, 2008

Diarsipkan di bawah: Biologi — gedbinlink @ 4:55 am
Tags:
leaf chlorophyll
leaf chlorophyll

Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil, yang sering disebut pula daging daun. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain, bahkan juga pada batang dan ranting yang berwarna hijau. Hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil. Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya. Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid, sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis berlangsung di stroma.

Disamping klorofil a ( pigmen berwarna hijau ) dikenal pula klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil a, yaitu pigmen yang berwarna kuning sampai jingga yang disebut karoten.

Klorofil suatu tumbuhan dapat diekstrasikan dengan suatu pelarut yaitu alkohol atau aseton. Ekstrak klorofil tersebut kadarnya dapat ditentukan dengan spektrofotometer. Suatu zat yang berwarna, makin pekat larutannya makin banyak menyerap cahaya sehingga kelihatan makin gelap. Adanya hubungan antara penyerapan cahaya dengan konsentrasi larutan merupakan prinsip dasar kerja spektrofotometer. Pada alat ini cahaya yang monokromatik untuk menentukan konsentrasi.

Suatu botol yang berisi zat pelarut saja tanpa zat terlarut diukur dengan spektrofotometer dapat ditentukan sebagai 100% transmisi atau 0,96 absorbansi. Kalau diganti dengan botol yang berisi larutan berwarna, sebagian cahaya akan diserap sehingga spektrofotometer menunjukan angka yang lebih rendah untuk transmisi atau angka lebih tinggi untuk absorbansi.

Dalam kehidupan sehari – hari kita dapat memperoleh sumber karbohidrat seperti dari roti, kentang, gula dan buah – buahan. Kita ketahui bahwa dalam metabolisme karbohidrat, glukosa dapat menghasilkan energi yang dihasilkan oleh tubuh yang dapat pula disimpan sebagai cadangan sumber energi dalam bentuk glikogen. Sumber karbohidrat dalam makanan terutama berasal dari tumbuhan yang dibentuk melalui proses fotosintesis.

Secara sederhana reaksi pembentukan karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut :

n H2O + n CO2 –> ( CH2O )n + n O2

Untuk n = 6 maka yang terbentuk adalah C6H12O6 atau suatu heksosa Karbohidrat yang dihasilkan dari proses fotosintesis di atas misalnya glukosa. Kadar glukosa dalam sari buah – buahan dapat kita ketahui dengan menggunakan refraktometer. Bila angka skala ( % ) pada refraktometer menunjukkan angka yang besar maka kadar glukosa dalam sari buah – buahan tersebut tinggi. Sedangkan bila angka skala ( % ) pada refraktometer menunjukkan angka kecil maka kadar glukosa dalam sari buah – buahan tersebut rendah.

 

GIS_LIS Desember 17, 2008

Diarsipkan di bawah: geodesi — gedbinlink @ 5:55 am
Tags:

Geographic Information System (GIS) – Land Information System (LIS)

Pendahuluan

Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan distribusi dan interaksi basis data. Sistem informasi merupakan kesatuan elemen yang tersebar dan saling berinteraksi yang menciptakan aliran informasi. Proses interaksi tersebut berupa proses data dengan cara pemasukan, pengolahan, integrasi, pengolahan, komputasi atau perhitungan, penyimpanan, serta distribusi data atau informasi.

Perlu dibedakan antara data dan informasi. Data merupakan fakta yang ada dan melekat pada suatu obyek seperti nilai, ukuran, berat, luas, dan sebagainya. Sedangkan informasi merupakan pengetahuan tambahan yang diperoleh setelah dilakukan pemrosesan dari data tersebut. Nilai suatu informasi amat bergantung dari pengetahuan yang dimiliki oleh pengguna. Dengan kata lain informasi merupakan sekumpulan data yang relevan dan berkaitan (sesuai dengan tingkatan validitas dan reliabilitasnya), yang diolah dan diproses menjadi bentuk yang mudah dipahami, disukai, dan mudah diakses. Pengguna bebas memanfaatkan informasi sebagai pengetahuan, dasar perencanaan, landasan pengambilan keputusan, sampai kepada hal yang sederhana seperti hiburan.

Geographic Information System (GIS) dan Land Information System (LIS)

Sistem Informasi Pertanahan merupakan sistem informasi yang terdiri dari Non Spatial Information System dan Spatial Information System (SIS). Sedangkan SIS terbagi dua menjadi Non Resorce SIS dan Resource SIS. Kemudian Resource SIS terbagi dua lagi, yaitu Geographic Information System (GIS) dan Land Information System (LIS).

Geographic information system (GIS) atau sistem informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi komputerisasi yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi.

GIS lebih dikenal sebagai software tools: perangkat lunak, antara lain seperti misalnya: ArcInfo, MapInfo, AutoCadMap, Grass, dan masih banyak lagi. Dengan tools yang sama maka GIS berkaitan dengan proses dan presentasi peta-peta skala kecil (peta LandUse, Kehutanan), sedangkan Land Information System (LIS) atau sistem informasi berbasiskan pemetaan bidang tanah berkaitan dengan peta-peta skala besar, yaitu peta bidang-bidang tanah (land parcels).

Para pelaku bisnis yang bergerak di bidang pemasaran, periklanan, real estate, dan ritel saat ini sudah menggunakan GIS untuk melakukan analisa pasar, mengoptimalkan kampanye periklanan melalui media masa, analisis terhadap bidang-bidang tanah, dan membuat model atas pola pengeluaran.

GIS memiliki kemampuan untuk menghubungkan berbagai perangkat data secara bersamaan berdasarkan geografis, memfasilitasi informasi yang terjadi antar bagian, untuk saling termanfaatkan dan dikomunikasikan. GIS hanya sebuah sarana untuk pengambilan data, menganalisanya dari kumpulan data berbasis pemetaan untuk mendukung proses pengambilan keputusan.

GIS juga bisa digunakan untuk membantu meraih keputusan mengenai lokasi perumahan baru yang memiliki sesedikit mungkin pengaruh lingkungan, berada di lokasi yang memiliki resiko paling sedikit, dan berada dekat dengan pusat kegiatan kependudukan. informasi bisa disajikan secara ringkas dan jelas berupa gambar peta, yang dilampiri dengan laporan, memungkinkan para pemgambil keputusan untuk memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah nyata dibanding dengan upaya memahami data. Karena produk GIS bisa dibuat secepatnya dengan berbagai skenario untuk kemudian dievaluasi secara efektif dan efisien. Terapan GIS / LIS untuk pemasaran, pemilihan lokasi, pengelolaan aset, analisis resiko, pengaturan hantaran, pelayanan pelanggan, serta analisa demografi serta pemetaan.

Berikut ini adalah salah satu contoh dari berbagai macam rancangan GIS / LIS :

o Catatan pertanahan
- Pemetaan kavling
- Taksiran properti
- Integrasi multimedia
- Pusat Layanan umum

o Manajemen Properti dan Fasilitas
- Pembebasan Tanah dan Peruntukannya
- Pembangunan dan Persediaan Perumahan

o Perencanaan Tataguna Tanah dan Pengaturannya
- Pemetaaan Rencana Umum dan Analisanya
- Pemetaan Kawasan dan Penjejakan Masalah
- Analisis Demografi dan Pemetaan
- Pembangunan Ekonomi

SIG / LIS Pada Jaringan Kompleks Perumahan

Pada dasarnya manusia menginginkan kehidupan yang lebih baik dan lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan dasar ini dapat dicapai dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna.

Pemafaatan teknologi dalam Geographic Information System (GIS) / Land Information System (LIS) dapat dilakukan pada pembangunan kompleks perumahan yang didasarkan pada pengaturan perencanaan, pelayanan serta analisis market yang meliputi iklan pemasaran dan lokasi stategis pemasaran.

Perencanaan pembangunan suatu komplek perumahan pada suatu persil (bidang tanah) dalam merepresentasikan permukaan tanah di lapangan dapat disimpan dan diproses sedemikian rupa sehingga pemanfaatan GIS / LIS akan semakin baik jika proses-proses manipulasi dan presentasi data yang direlasikan dengan lokasi-lokasi geografi di permukaan bumi.

Masalah informasi yang bereferensi geografis ini mencakup:

1. pengorganisasian data dan informasi realitas di permukaan bumi.

2. penempatan informasi lokasi tertentu pada persil.

3. melakukan komputasi, memberikan ilustrasi keterhubungan satu sama lainnya (koneksi) beserta analisa-analisa spasial lainnya.

Pada suatu model kompleks-perumahan, unsur penting yang harus diperhatikan adalah jaringan pelayanan penghuni kompleks perumahan sehingga penghuni tersebut dapat menikmati kenyamanan hidup. Pelayanan pada komplek perumahan ini meliputi unsur land use, environment, utilitas, jalan, administrasi, properties serta topografi.

Dengan demikian model dunia nyata (real-world) pada realitas di permukaan Bumi pada suatu persil pada pemanfaatan GIS / LIS akan dapat dengan mudah dalam melakukan perencanaan-perencanaan unsur-unsur jalan, unsur bangunan, taman, penerangan jalan, aliran pipa air bersih dan pipa air kotor, keamanan, tempat ibadah, peta kompleks, penamaan jalan, nomor tempat tinggal, sarana olahraga, peraturan-peraturan penghuni, dll. Pemafaatan GIS / LIS dalam melakukan penyimpanan data dilakukan secara terpusat pada kantor pemasaran di kompleks tersebut. Selain itu, basis data spasial dan nonspasial ini dapat juga diakses oleh setiap penghui yang membutuhkan informasi dan pelayanan yang cepat antara kantor pemasaran sebagai pusat informasi dengan penghuni kompleks dengan sistem komputerisasi. Dengan demikian pihak kantor pemasaran akan dapat mengetahui kebutuhan akan pelayanan penghuni kompleks secara cepat dan profesional. Dengan perencanaan tersebut akan dibuat analisis yang akan dilakukan pada pembangunan kompleks perumahan yang nyaman untuk dihuni.

Pemanfaatan GIS / LIS juga dapat dilakukan pada penempatan lokasi yang strategis serta iklan pemasaran yang tepat sasaran dengan baik. Hal ini berkaitan dengan strategi bisnis yang menguntungkan tanpa mengabaikan pelayanan yang profesional. Dengan GIS / LIS dapat dilakukan analisis suatu lokasi strategis yang akan dibangun pada suatu wilayah yang lokasinya terjangkau menuju ke tempat-tempat perkantoran dan pusat keramaian kota sehingga iklan pemasaran dapat dilakukan dengan tepat pada media cetak, media elektonik ataupun pemasangan visual pada titik-titk pinggir jalan yang strategis dapat dilakukan dengan baik.

Kesimpulan

Pemanfaatan GIS / LIS pada suatu basis data dapat dilakukan pada pembangunan kompleks perumahan. Kompleks perumahan yang berbasis komputerisasi terpusat pada pihak kantor pemasaran ditujukan untuk melakukan layanan prima yang profesional kepada seluruh penghuni kompleks perumahan. Dengan demikian pemafaatan GIS / LIS ini, maka seluruh kebutuhan dapat dilakukan dengan cepat dan profesional

Disamping itu, pemanfaatan SIG / LIS dapat dilakukan dalam menganalisis suatu lokasi strategis serta jalur periklanan yang tepat sasaran dengan mutu layanan prima dan profesional dengan penawaaran harga properties yang terjangkau bagi calon penghuni. Dengan demikian, bisnis kompleks perumahan akan mendatangkan berbagai keuntungan, baik secara finansial maupun secara planologi yang baik.

Dengan demikian diharapkan pemanfaatan SIG / LIS dapat diterapkan kepada pelaku bisnis yang bergerak dibidang bisnis properties dengan profesional dengan menempatkan layanan prima bagi seluruh penghuni kompleks perumahan dengan pola keseimbangan kehidupan yang dinamis.

Daftar Pustaka

 

Deformasi Desember 17, 2008

Diarsipkan di bawah: geodesi — gedbinlink @ 5:10 am
Tags:

Deformasi adalah perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu benda [Kuang,1996]. Berdasarkan definisi tersebut deformasi dapat diartikan sebagai perubahan kedudukan atau pergerakan suatu titik pada suatu benda secara absolut maupun relatif. Dikatakan titik bergerak absolut apabila dikaji dari perilaku gerakan titik itu sendiri dan dikatakan relatif apabila gerakan itu dikaji dari titik yang lain. Perubahan kedudukan atau pergerakan suatu titik pada umumnya mengacu kepada suatu sitem kerangka referensi (absolut atau relatif).

Untuk mengetahui terjadinya deformasi pada suatu tempat diperlukan suatu survei, yaitu survei deformasi dan geodinamika. Survei deformasi dan geodinamika sendiri adalah survei geodetik yang dilakukan untuk mempelajari fenomena-fenomena deformasi dan geodinamika. Fenomena-fenomena tersebut terbagi atas 2, yaitu fenomena alam seperti pergerakan lempengtektonik,aktivitas gunung api, dan lain-lain. Fenomena yang lain adalah fenomena manusia seperti bangunan, jembatan, bendungan, permukaan tanah, dan sebagainya.

Survei deformasi dan geodinamika itu sendiri bisa bermacam-macam metodenya. Dengan metode konvensional bisa dilakukan juga, contohnya dengan menggunakan theodollit ataupun sipat datar. Dengan kemajuan teknologi muncul metode baru dalam survei deformasi dan geodinamika, yaitu metode satelit. Dengan metode satelit dapat dilakukan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) ataupun dengan menggunakan penginderaan jauh.

Salah satu contoh dalam survey deformasi dan geodinamika adalah pengamatan pergerakan lempeng. Interior bumi kita terdiri dari lapisan-lapisan yang mempunyai karakteristik tersendiri. Lithosphere yang merupakan tempat berpijaknya benua dan samudra, berada di atas lapisan yang berifat fluida yaitu lapisan Astenosphere dan Mesosphere. Sehingga Lithosphere seolah-olah mengapung, dan selalu dalam keadaan tidak stabil, sangat mudah bergerak jika ada beban atau gaya yang bekerja padanya. Salah satu gaya yang menyebabkan terjadinya pergerakan lempeng adalah arus Konveksi.

Dengan melakukan pengamatan menggunakan GPS model pergerakan lempeng dapat ditentukan dengan membandingkan posisi titik-titik di atas permukaan lempeng dalam suatu kurun waktu tertentu.

 

sesar palu koro Desember 17, 2008

Diarsipkan di bawah: geodesi — gedbinlink @ 4:36 am
Tags:

Sesar Palu Koro

Survey Deformasi dan Geomatika

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia yang bergerak saling menumbuk. Akibat tumbukan antara lempeng itu maka terbentuk daerah penunjaman memanjang di sebelah Barat Pulau Sumatera, sebelah Selatan Pulau Jawa hingga ke Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara, sebelah Utara Kepulauan Maluku, dan sebelah Utara Papua.

Konsekuensi dari tumbukan itu maka terbentuk palung samudera, lipatan, punggungan, sebaran gunungapi, dan sebaran sumber gempa bumi. Dengan demikian Indonesia rawan terhadap bencana letusan gunung api dan gempa bumi. Tempat di beberapa pantai, dengan bentuk pantai sedang hingga curam, jika terjadi gempabumi dengan sumber berada di dasar laut atau samudera dapat menimbulkan gelombang Tsunami.

proses-terjadinya-tumbukan-antar-lempeng1

proses-terjadinya-tumbukan-antar-lempeng1

Selain dampak diatas, konsekuensi lain dari tumbukan antar lempeng ialah menimbulkan patahan (sesar) di busur kepulauan. Proses terjadinya patahan dibusur kepulauan. Bidang sesar (fault plane) adalah sebuah bidang yang merupakan bidang kontak antara 2 blok tektonik. Pergeseran bidang sesar dapat berkisar dari antara beberapa meter sampai mencapai ratusan kilometer. Sesar merupakan jalur lemah, dan lebih banyak terjadi pada lapisan yang keras dan rapuh.

Pada penulisan tugas kali ini pula akan ditekankan pada permasalahan geodinamika dengan cakupan wilayah regional, dengan mengangkat bahasan “Sesar Palu Koro (Sulawesi)”. Tugas yang ditulis ini sebagai deskripsi umum untuk penulisan tugas selanjutnya yang membahas tema yang sama untuk penulis.


PEMANTAUAN AKTIVITAS GUNUNG API

Letusan-letusan gunung berapi umumnya didahului dengan beberapa gejal dan fenomena awal, seperti meningkatnya aktivitas seismik, terjadinya deformasi dari tubuh gunung api, adanya perubahan komposisi dan kecepatan dari semburan gas, adanya perubahan-perubahan temperatur, serta adanya perubahan harga percepatan gaya berat di kawasan gunung api yang bersangkutan. Oleh sebab itu, untuk dapat memprediksi terjadinya letusan gunung api, maka gejala dan fenomena awal tersebut pada dasarnya mengkarakteristik aktivitas gunung api, harus diamati dan dipantau pula secara baik.

Sejarah Terbentuknya Gunung Api

Teori lempeng tektonik juga banyak menerangkan tentang kapan dan bagaimana gunung-gunung yang aktif terjadi pada pertemuan batas-batas lempeng. Pada waktu dua lempeng saling berbenturan, bagian-bagian kerak bumi terangkat ke atas dan lipatan oleh tekanan yang kuat dan dorongan batu-batuan yang terjadi.

Teori lempeng tektonik, dengan rekaman magnetis, dapat mengetahui kecepatan dan arah gerakan suatu lempeng dibandingkan dengan lempeng yang lain. Teori ini berkembang di akhir tahun 1960-an, untuk menjelaskan bagaimana lapisan terluar dari bumi bergerak dan terdeformasi. Lempeng tektonik terbukni bermanfaat di segala aspek dari segala yang dapat kita lihat di bumi. Teori ini menjelaskan bahwa litosfer bumi terbagi dalam lempeng-lempeng (dengan ketebalan sekitar 100 km) yang bergerak berputar di atas astenosfer. Lempeng ini bergerak dalam arah yang berbeda-beda dan bertemu satu dengan lainnya di perbatasan-perbatasan lempeng (plate boundaries).

Gunung api dari istilahnya berasosiasi dengan intilah gunung dan api. Peristilahan ini disebabkan oleh suatu material pijar yang keluar dari bumi yang disebut dengan magma. Gunung api merupakan tempat dimana magma keluar dari permukaan bumi [Santoso,1992].

Gunung api terletak pada zona rekahan dari lempeng bumi, dan mengakibatkan panjang dari suatu gunung api sangat bervariasi, dimulai dari yang panjangnya hanya beberapa kilometer hingga ribuan kilometer. Agar magma dapat mencapai permukaan dari mantel bumi, maka rekahan ini harus memiliki bagian yang terbuka cukup lebar. Kasus ini terjadi pada saat lempeng tektonik terangkat oleh tekanan yang sangat besar atau pada saat lempeng tektonik terpisah dan terbentuk celah yang terbuka yang secara lambat melebar (divergen).

pergerakan-lempeng-secara-divergen

pergerakan-lempeng-secara-divergen

Kejadian seperti di atas terjadi pula pada kondisi kebalikannya, dimana dua buah lempeng tektonik saling bertubrukan (subduksi). Sebuah lempeng menghujam di bawah lempeng lainnya, maka sebagai konsekuensinya lempeng makin melengkung dan sangat mudah untuk terbuka, yang kemudian dapat memungkinkan magma terinjeksi keluar dan mencapai permukaan bumi.

pergerakan-lempeng-secara-konvergen

pergerakan-lempeng-secara-konvergen

Aktivitas Gunung Api

Aktivitas gunung api tidak hanya diperlihatkan dengan letusan (erupsi). Tetapi semua kegiatan yang berasal dari gaya-gaya gunung api, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan-kegiatan gunung api tersebut, yaitu [Santoso,1992]:

Sumber air panas (Geyser)

Di daerah gunung api, mata air panas umum dijumpai. Air panas yang dihasilkan tersebut berasal dari bagian air magma (jevenil water) yang naik ke atas. Proses ini dapat berasal dari fase uap yang naik ke atas karena terjadi penurunan suhu menjadi fasa cair.

Fumarol dan Solfatar

Di daerah sekitar kepundan uap yang terpanaskan mengandung CO2 dan H2S yang bereaksi dengan oksigen di udara. Belerang yang dihasilkan akan diendapkan di sekitar lubang yang dikenal dengan solfatar. Uap panas dan kering yang dipancarkan atau merupakan campuran fasa disebut fumarol.

Injeksi Scoriae dan Fragmen Lava

Aktivitas gas disertai material-material, fasa ini dimulai apabila caiaran lava mancapai tingkat tertentu dari kepundan. Lava ini akan dipancarkan ke udara dan membeku dalam bentuk fragmen. Fragmen ini disebut dengan scoriae atau cinders.

Aktivitas Etusif Lambat

Aktivitas ini dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu erupsi puncak (terminal) dan erupdi lereng (lateral). Erupsi puncak dimulai dengan naiknya lava ke kepundan, terjadi injeksi fragmen lava, sampai cairan ini mengalir ke kepundan kerucut baru (dome). Ciri khas untuk aktivitas ini, yaitu lava sangat cair dan suhunya tinggi.

Erupsi Akibat Kepundan Tertutup

Erupsi semacam ini terjadi pada gunung api dengan magma kental. Bermacam-macam tipe erupsi dengan berbagai perbedaan banyak terjadi, tergantung dari sifat magma. Faktor lain yang berpengaruh yaitu kondisi topografi, kohesi batuan yang menutup kepundan, aiar tanah, sangat sulit membuat klasisfikasi jelas dari erupsi semacam ini.

Awal erupsi

Awal erupsi, yaitu kelahiran gunung api. Kejadian awalnya biasanya terjadi gempa dahsyat sehingga permukaan rekah. Zat yang dikeluarkan pertama kali yaitu gas, sehingga terjadi lubang dan batuan dilemparkan ke atas membentuk lubang breksi terbuka. Material lain yang dikeluarkan seperti debu, batu apung, scoriae, fragmen lava, dan aliran lava. Ciri alami terjadinya gunung api adalah bagian sekitar lubang dijumpai batuan yang tertutup fragmen-fragmen dari hasil kegiatan magma.

Deskripsi Umum

Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, tercatat sebagai daerah rawan gempa karena memiliki aktivitas tektonik tertinggi di Indonesia. Penyebab utamanya tidak lain adalah karena di kota Palu terdapat patahan kerak bumi (sesar) berdimensi cukup besar, dikenal dengan sesar Palu Koro. Sesar itu memanjang mulai dari Selat Makassar sampai pantai utara Teluk Bone dengan panjang patahan sekitar 500 km. Di Kota Palu, patahan itu melintas dari Teluk Palu masuk ke wilayah daratan, memotong jantung kota, terus sampai ke Sungai Lariang di Lembah Pipikoro, Donggala (arah selatan Palu).

sesar yang merupakan pertemuan lempeng-lempeng tektonik di bawah perut bumi itu jenis sesar aktif. Sesar itu terus bergerak satu sama lain dan memiliki sifat pergeseran sinistral (pergeseran ke arah kanan) dengan kecepatan geser sekitar 14-17 mm/tahun.Pergeseran pada lempeng-lempeng tektonik yang cukup aktif di sesar Palu Koro membuat tingkat kegempaan di wilayah itu juga dikategorikan cukup tinggi. Catatan seismograf pada Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Palu menyebutkan, hampir setiap menit Palu dan Donggala diguncang gempa. Hanya saja getarannya kecil-kecil, dan hanya bisa dicatat seismograf.

Akan tetapi pada waktu-waktu tertentu, getarannya bisa besar, bergantung pada gesekan energi yang dikeluarkan dari sesar tersebut. Dengan kondisi patahan Palu Koro yang cukup aktif, dapat dikatakan setiap saat Kota Palu rawan diguncang gempa hebat.

Sulawesi merupakan pulau yang khas dan terletak di tengah-tengah kawasan Wallace. Kawasan ini merupakan wilayah yang terletak di antara dua benua yaitu Asia dan Australia. Karena posisinya di tengah, maka kawasan ini memiliki tingkat endemisitas yang tinggi dalam hal flora dan fauna, serta memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan Kalimantan yang hanya dipisahkan oleh Selat Makassar yang tidak terlalu luas.

Sejarah Geologi Pulau Sulawesi

  • Zaman Paleozoikum : Pada periode Perm (280 Ma.) semua daratan menjadi satu benua yaitu benua Pangea.
  • ZamanMesozoikum : Pada periode Trias (250 Ma), pecahnya Pangea menjadi dua yaitu Laurasia dan Gondwana. Laurasia meliputi Amerika Utara, Eropa dan sebagian besar Asia sekarang. Sampai beberapa tahun belakangan ini pandangan yang umum diterima dalam sejarah geologi adalah bahwa Indonesia dan wilayah sekitar bagian barat (Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan bagian barat Sulawesi) merupakan bagian benua Laurasia, yang belum lama berselang masih terpisahkan dari bagian timur ( bagian Timur Sulawesi, Timor, Seram, Buru, dan seterusnya) yang merupakan bagian benua Gondwana. Pada Periode Jura (215 Ma.), Bagian barat Sulawesi bersama sama dengan Sumatera, Kalimantan, dan daratan yang kemudian akan menjadi kepulauan lengkung Banda dianggap terpisahkan dari antartika dalam pertengahan zaman Jura, atau dengan kata lain, Bagian barat Indonesia bersama dengan Tibet, Birma Thailand, Malaysia dan Sulawesi Barat, terpisah dari benua Gondwana.
  • Zaman Konozoikum :P ada kurun Eosen (60 Ma) Australia terpisah dari Antartika, vulkanisme mulai timbul di bagian barat Sulawesi. Pada kurun Oligosen (40 Ma), Posisi Indonesia bagian barat dan Sulawesi bagian barat, posisinya seperti posisi sekarang. Pada kurun Miosen (25 Ma), Australia, Irian dan bagian timur Sulawesi barangkali terpisahkan dari Irian sebelum bertabrakan dengan Sulawesi bagian barat, pada zaman pertengahan miosen dimana mulai munculnya daratan. Dimana Australia, Sulawesi Timur dan Irian terus bergarak ke utara kira kira 10 cm pertahun.

Peristiwa yang paling penting dalam sejarah geologi Indonesia terjadi dalam kurun Miosen, ketika lempeng Australia bergerak ke Utara mengakibatkan melengkungnya bagian timur, lengkung Banda ke Barat. Gerakan ke arah barat ini digabung dengan desakan ke darat sepanjang sistem patahan Sorong dari bagian barat Irian dengan arah timur barat, mengubah kedua masa daratan yang akan menghasilkan bentuk khas Sulawesi yang sekarang.

arah-pergerakan-lempeng-di-sulawesi-saat-ini

arah-pergerakan-lempeng-di-sulawesi-saat-ini


Diperkirakan tabrakan ini terjadi pada 19-13 Ma yang lalu. Kepulauan Banggai Sula bertabrakan dengan Sulawesi timur dan seakan akan menjadi ujung tombak yang masuk ke Sulawesi barat, yang menyebabkan semenanjung barat daya berputar berlawanan dengan arah jarum jam sebesar kira kira 35 derajat, dan bersama itu membuka teluk Bone. Semenanjung Utara memutar ujung utaranya menurut arah jarum jam hampir sebesar 90 derajat ,yang menyebabkan terjadinya subduksi (penempatan secara paksa suatu bagian kerak bumi di bawah bagian lain pada pertemuan dua lempeng tektonik), sepanjang Alur Sulawesi Utara dan Teluk Gorontalo. Dan Obduksi (penempatan secara paksa suatu bagian kerak bumi diatas bagian lain pada pertemuan dua lempeng tektonik),batuan ultra basis di Sulawesi timur dan tenggara diatas reruntuhan pengikisan atau endapan batuan yang lebih muda yang bercampur aduk.

Diperkirakan juga bahwa, Sulawesi barat bertabrakan dengan Kalimantan timur pada akhir Pliosen (3 Ma. yang lalu) yang sementara itu menutup selat Makasar dan baru membuka kembali dalam periode Kwarter, meskipun tidak ada data pasti yang menunjang pendapat ini. Endapan tebal dari sebelum Miosen di selat Makasar memberikan petunjuk bahhwa Kalimantan dan Sulawesi pernah terpisahkan sekurang-kurangnya 25 Ma. dalam periode permukaan laut rendah, mungkin sekali pada masa itu terdapat pulau-pulau khususnya di daerah sebelah barat Majene dan sekitar gisik Doangdoang.

Di daerah Doangdoang, penurunan permukaan air laut sampai 100 m. akan menyebabkan munculnya daratan yang bersinambungan antara Kalimamantan tenggara dan Sulawesi barat daya. Biarpun demikian, suatu pengamatan yang menarik ialah bahwa garis kontur 1000 m di bawah laut di sebelah timur Kalimantan persis sama dengan garis yang sama di Sulawesi barat, sehingga mungkin selat Makasar dulu hanya jauh lebih sempit. Sulawesi meliputi tiga propinsi geologi yang berbeda-beda, digabung menjadi satu oleh gerakan kerak bumi. Propinsi-propinsi tersebut adalah Sulawesi barat dan timur yang dipisahkan oleh patahan utara barat laut antara Palu dan Teluk Bone (patahan Palu Koro), serta Propinsi Banggai Sula yang mencakup daerah Tokala di belakang Luwuk dan Semenanjung Barat laut, Kepulauan Banggai, pulau Buton dan Kep. Sula (yang kenyataannya merupakan bagian Propinsi Maluku).

Pergerakan kerak bumi pada lempeng Indo-Australia dan Pasifik yang mengarah ke utara bertemu dengan pergerakan lempeng Eurasia yang cenderung ke arah selatan. meskipun pergerakan kerak bumi sangat kecil, yaitu sekitar 5 hingga 7 sentimeter per tahun, namun sangat berpengaruh terhadap aktivitas tektonik kerak bumi. Perubahan letak ini nantinya bakal mengakibatkan struktur lempeng menjadi labil dan rapuh.

Dari sejarah geologi, daratan Sulawesi terbentuk akibat adanya aktivitas tektonik. Dengan pengaruh pergerakan ketiga lempengan yang ada, membentuk struktur geologi dan pulau-pulau yang begitu rumit dan beriringan.

Dari sesar-sesar yang ada, terdapat sesar aktif yang sewaktu-waktu bergerak. Aktifnya sesar ini apabila dipicu pergerakan lempeng yang melepaskan energi relatif besar. Salah satunya akan berakibat terjadinya gempa tektonik yang kemudian disusul tsunami.

Pengamatan Pergerakan Lempeng Palu Koro yang Dilakukan

gps

gps

Sampai saat ini pengamatan yang dilkukan untuk mempelajari pergerakan lempeng di Sulawesi dan sekitarnya, antara lain dengan menggunakan peralatan seismik, vulkanologi, dan menggunakan GPS (global positioning systems). Diharapkan dengan metoda pengamatan dengan menggunakan GPS dapat mengamati pergerakan lempeng.

Aktivitas pengamatan dengan GPS direalisasikan melalui jaring pemantauan yang terdiri atas stasiun-stasiun GPS yang tersebar di wilayah Sulawesi. Pengelompokkan jaring GPS dilakukan berdasarkan pada permasalahan geodinamik yang dijadikan subyek dilakukannya studi pemantauan. Jaring pantau terbagi menjadi tiga jenis, yaitu jaring Sulawesi utama, Jaring Palu Koro dan jaring Gorontalo. Jaring Sulawesi utama ditujukan untuk pemantauan aktivitas tektonik regional dari pulau Sulawesi, dimana aktivitas pengamatan dilakukan dengan metoda periodik dengan selang waktu sekali pertahun.

Penelitian dengan menggunakan teknologi GPS secara umum bertujuan untuk mengidentifikasi daerah berseismisitas tinggi, penyelidikan akulumasi regangan, pemodelan kinematik yang terintegrasi, pemahaman keterkaitan antara fenomena fisik. Parameter-parameter penelitian di atas selanjutnya dapat dipergunakan sebagai parameter input untuk melihat potensi bencana yang mungkin terjadi seperti erupsi vulkanik, longsoran tanah, dan terutama bencana gempa bumi.

Daftar Pustaka

 

SNI Desember 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Tek. Lingkungan — gedbinlink @ 4:23 am
Tags:

soundlevelmeter

soundlevelmeter

Standar Nasional Indonesia

Faktor Fisik di lingkungan kerja

Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas),
kebisingan, getaran tangan-lengan dan radiasi sinar ultra ungu di tempat kerja

SNI 16-7063-2004
Standar Nasional Indonesia

ICS 13.100 Badan Standardisasi Nasional

Daftar isi

Daftar isi…………………………………………………………………………………………………………… i
Prakata …………………………………………………………………………………………………………. ii
Pendahuluan …………………………………………………………………………………………………….. iii
1 Ruang lingkup …………………………………………………………………………………………….. 1
2 Istilah dan definisi ……………………………………………………………………………………….. 1
3 Simbol dan singkatan ………………………………………………………………………………….. 2
4 Nilai Ambang Batas …………………………………………………………………………………….. 2
Lampiran A Pengendalian iklim kerja (panas) …………………………………………………….. 4
Lampiran B Pengendalian kebisingan……….. ………………………………………………………. 5
Lampiran C Pengendalian getaran tangan-lengan………………………………………………. 6
Lampiran D Pengendalian radiasi sinar ultra ungu……………………………………………….. 7
Bibliografi …………………………………………………………………………………………………………. 8

Tabel A.1 Pengendalian iklim kerja (panas) ……………………………………………………….. 4
Tabel B.1 Pengendalian kebisingan……….. …………………………………………………………. 5
Tabel C.1 Pengendalian getaran tangan-lengan. ………………………………………………… 6
Tabel D.1 Pengendalian radiasi sinar ultra ungu………………………………………………….. 7

i

SNI 16-7063-2004

Prakata

Standar ini disusun dengan tujuan untuk keseragaman dan acuan penentuan Nilai Ambang
Batas iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan-lengan dan radiasi sinar ultra ungu di
tempat kerja.

Standar ini dirumuskan oleh Subpanitia Teknis Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada
Panitia Teknis 94S, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang mengacu pada Keputusan
Menteri Tenaga Kerja No: Kep-51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di
Tempat Kerja.

Standar ini telah dikonsensuskan di Jakarta pada tanggal 6 November 2003 yang dihadiri
oleh instansi pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan asosiasi profesi.

ii

SNI 16-7063-2004

Pendahuluan

Pengujian iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan-lengan dan radiasi sinar ultra ungu
di tempat kerja merupakan suatu kegiatan pengukuran yang dalam pelaksanaannya perlu
suatu standar nilai ambang batas yang digunakan untuk pedoman pengendalian bahaya.

Untuk pedoman pengendalian bahaya tersebut, perlu di tetapkan Nilai Ambang Batas yang
selanjutnya disingkat NAB iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan-lengan dan radiasi
sinar ultra ungu.

Dalam standar ini, selain memuat NAB iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tanganlengan
dan radiasi sinar ultra ungu, juga dilampirkan pengaturan waktu kerja sehubungan
dengan tingkat paparan bahaya.

iii

SNI 16-7063-2004

Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan-lengan
dan radiasi sinar ultra ungu di tempat kerja

1 Ruang lingkup

Standar ini memuat tentang Nilai Ambang Batas yang meliputi: iklim kerja (panas),
kebisingan, getaran, radiasi sinar ultra ungu di tempat kerja, digunakan untuk pedoman
pengendalian. Nilai Ambang Batas yang dimaksud dalam standar ini adalah Nilai Ambang
Batas rata-rata tertimbang waktu.

2 Istilah dan definisi

2.1
Nilai Ambang Batas (NAB)
standar faktor bahaya di tempat kerja sebagai pedoman pengendalian agar tenaga kerja
masih dapat menghadapinya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan
dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu

2.2
tenaga kerja
setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan
kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

2.3
tempat kerja
setiap ruangan atau lapangan yang tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, di mana
tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha
dan di mana terdapat sumber-sumber bahaya

2.4
iklim kerja (panas)
hasil perpaduan antara suhu, kelembaban kecepatan gerakan udara dan panas radiasi

2.5
suhu kering (dry bulb temperature)
suhu udara di tempat kerja yang ditunjukkan oleh termometer suhu kering

2.6
suhu basah alami (natural wet bulb temperature)
suhu penguapan air yang pada suhu yang sama menyebabkan terjadinya keseimbangan
uap air di udara

CATATAN Suhu ini diukur dengan termometer basah alami dan suhu tersebut lebih rendah dari
suhu kering.

2.7
suhu bola (globe temperature)
suhu yang diukur dengan menggunakan termometer suhu bola yang sensornya dimasukkan
dalam bola tembaga yang dicat hitam, sebagai indikator tingkat radiasi

1 dari 8

SNI 16-7063-2004

2.8
indeks suhu basah dan bola (wet bulb globe temperature index)
parameter untuk menilai tingkat iklim kerja panas yang merupakan hasil perhitungan antara
suhu udara kering, suhu basah alami dan suhu bola

2.9
kebisingan
semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau
alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran

2.10
getaran
gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan
keseimbangannya

2.11
radiasi sinar ultra ungu (ultra violet)
radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang 180 nanometer sampai 400 nanometer
(nm)

2.12
terpapar
peristiwa atau keadaan seseorang terkena atau kontak dengan faktor bahaya di tempat kerja

3 Simbol dan singkatan

oC : derajat Celcius
dB(A) : desibel A
Eeff : eradiasi efektif
g
ISBB
:
:
gravitasi
Indeks Suhu Basah dan Bola
(m/det2)
µW/cm2
:
:
meter per detik kuadrat
micro watt per centimeter persegi

4 Nilai Ambang Batas

4.1 Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas)
Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas) dengan Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) tidak
diperkenankan melebihi:
a) Untuk beban kerja ringan : 30,0 oC
b) Untuk beban kerja sedang : 26,7 oC
c) Untuk beban kerja berat : 25,0 oC

CATATAN
-Beban kerja ringan membutuhkan kalori 100 – 200 kilo kalori/jam.
-Beban kerja sedang membutuhkan kalori lebih besar 200 – 350 kilo kalori/jam.
-Beban kerja berat membutuhkan kalori lebih besar dari 350–500 kilo kalori/jam.

4.2 Nilai Ambang Batas kebisingan
Nilai Ambang Batas kebisingan: 85 dB(A)

2 dari 8

SNI 16-7063-2004

4.3 Nilai Ambang Batas getaran
Nilai Ambang Batas getaran untuk pemaparan tangan-lengan dengan parameter percepatan
pada sumbu yang dominan: 4 m/det2 atau 0,40 Grav.

4.4 Nilai Ambang Batas radiasi sinar ultra ungu
Nilai Ambang Batas radiasi sinar ultra ungu: 0,1 µW/cm2.

3 dari 8

SNI 16-7063-2004

Lampiran A

(informatif)

Pengendalian iklim kerja (panas)

A.1 Pengendalian iklim kerja (panas) dilakukan dengan mengatur waktu kerja sehubungan
dengan tingkat paparan iklim kerja (panas) seperti pada Tabel A.1.
Tabel A.1 Pengendalian iklim kerja (panas)

Pengaturan waktu kerja setiap jam ISBB (oC)
Waktu Kerja Waktu Istirahat Beban Kerja
Ringan Sedang Berat
75% 25% 30,6 28,0 25,9
50% 50% 31,4 29,4 27,9
25% 75% 32,2 31,1 30,0

A.2 Perhitungan
Indeks suhu basah dan bola di luar ruangan dengan panas radiasi:
ISBB = 0,7 suhu basah alami + 0,2 suhu bola + 0,1 suhu kering
Indeks suhu basah dan bola di dalam atau di luar ruangan tanpa panas radiasi:
ISBB = 0,7 suhu basah alami + 0,3 suhu bola

4 dari 8

SNI 16-7063-2004

Lampiran B

(informatif)

Pengendalian kebisingan

Pengendalian kebisingan dilakukan dengan mengatur waktu kerja sehubungan dengan
tingkat paparan kebisingan, seperti pada Tabel 3.

Tabel B.1 Pengendalian kebisingan

Waktu pemaparan per hari Intensitas kebisingan
dB(A)
4 Jam 88
2 91
1 94
30 Menit 97
15 100
7,5 103
3,75 106
1,88 109
0,94 112
28,12 Detik 115
14,06 118
7,03 121
3,52 124
1,76 127
0,88 130
0,44 133
0,22 136
0,11 139
CATATAN Tidak boleh terpapar lebih dari 140 dBA, walaupun sesaat.

5 dari 8

SNI 16-7063-2004

Lampiran C

(informatif)

Pengendalian getaran tangan-lengan

Pengendalian getaran tangan-lengan dilakukan dengan mengatur waktu kerja sehubungan
dengan tingkat paparan getaran tangan-lengan, seperti pada Tabel C.1.

Tabel C.1 Pengendalian getaran tangan-lengan

Jumlah waktu pemaparan
per hari kerja
Nilai percepatan pada sumbu yang dominan
meter per detik kuadrat (m/det2) Grav
(m/det2)
2 jam dan kurang dari 4 jam
1 jam dan kurang dari 2 jam
kurang dari 1 jam
6
8
12
0,61
0,81
1,22
CATATAN 1 grav = 9,81 m/det2

6 dari 8

SNI 16-7063-2004

Lampiran D

(informatif)

Pengendalian radiasi sinar ultra ungu

Pengendalian radiasi sinar ultra ungu dilakukan dengan mengatur waktu kerja sehubungan
dengan tingkat paparan radiasi sinar ungu, seperti pada Tabel D.1.

Tabel D.1 Pengendalian radiasi sinar ultra ungu

Masa pemaparan per hari Iradiasi Efektif (Eeff)
µW/cm2
4 Jam 0,2
2 Jam 0,4
1 Jam 0,8
30 Menit 1,7
15 Menit 3,3
10 Menit 5
5 Menit 10
1 Menit 50
30 Detik 100
10 Detik 300
1 Detik 3000
0,5 Detik 6000
0,1 Detik 30000

7 dari 8

SNI 16-7063-2004

Bibiografi

Menteri Tenaga Kerja, Keputusan Menteri No. 51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika di tempat kerja.

Suma” mur PK. Development of health and safety standards of work microclimate in
Indonesia. In: Editor R.Plestina: Organizational and social Aspects of Occupational Health,
Archives of IndustrialHygiene and Toxicology, Proceedings of the XIX international Congress
on Occupational Health, Zagreb, Yugoslavia, 1980.

International Standard Organization. Determination of Occupational noise exposure and
estimation of noise induced hearing impairment, Standard 1999.

8 dari 8

 

Tenses Desember 4, 2008

Diarsipkan di bawah: umum — gedbinlink @ 1:38 am
Tags:

LEARNING ENGLISH

TENSES

1. Simple Present Tense

I sing

How do we make the Simple Present Tense?

subject

+

auxiliary verb

+

main verb

do

base

There are three important exceptions:

  1. For positive sentences, we do not normally use the auxiliary.
  2. For the 3rd person singular (he, she, it), we add s to the main verb or es to the auxiliary.
  3. For the verb to be, we do not use an auxiliary, even for questions and negatives.

Look at these examples with the main verb like:

subject

auxiliary verb

main verb

+

I, you, we, they

like

coffee.

He, she, it

likes

coffee.

-

I, you, we, they

do

not

like

coffee.

He, she, it

does

not

like

coffee.

?

Do

I, you, we, they

like

coffee?

Does

he, she, it

like

coffee?

Look at these examples with the main verb be. Notice that there is no auxiliary:

subject

main verb

+

I

am

French.

You, we, they

are

French.

He, she, it

is

French.

-

I

am

not

old.

You, we, they

are

not

old.

He, she, it

is

not

old.

?

Am

I

late?

Are

you, we, they

late?

Is

he, she, it

late?

How do we use the Simple Present Tense?

We use the simple present tense when:

  • the action is general
  • the action happens all the time, or habitually, in the past, present and future
  • the action is not only happening now
  • the statement is always true

John drives a taxi.

past

present

future


It is John’s job to drive a taxi. He does it every day. Past, present and future.

Look at these examples:

  • I live in New York.
  • The Moon goes round the Earth.
  • John drives a taxi.
  • He does not drive a bus.
  • We do not work at night.
  • Do you play football?

Note that with the verb to be, we can also use the simple present tense for situations that are not general. We can use the simple present tense to talk about now. Look at these examples of the verb “to be” in the simple present tense—some of them are general, some of them are now:

Am I right?
Tara is not at home.
You are happy.

past

present

future


The situation is now.

I am not fat.
Why are you so beautiful?
Ram is tall.

past

present

future


The situation is general. Past, present and future.

2. Present Continuous Tense

I am singing

We often use the present continuous tense in English. It is very different from the simple present tense, both in structure and in use.

In this lesson we look the structure and use of the present continuous tense, follwed by a quiz to check your understanding:

http://www.englishclub.com/ectip.gif

Continuous tenses are also called progressive tenses. So the present progressive tense is the same as the present continuous tense.

How do we make the Present Continuous Tense?

The structure of the present continuous tense is:

subject

+

auxiliary verb

+

main verb

be

base + ing

Look at these examples:

subject

auxiliary verb

main verb

+

I

am

speaking

to you.

+

You

are

reading

this.

-

She

is

not

staying

in London.

-

We

are

not

playing

football.

?

Is

he

watching

TV?

?

Are

they

waiting

for John?

How do we use the Present Continuous Tense?

We use the present continuous tense to talk about:

  • action happening now
  • action in the future

Present continuous tense for action happening now

a) for action happening exactly now

I am eating my lunch.

past

present

future


The action is happening now.

Look at these examples. Right now you are looking at this screen and at the same time…

…the pages are turning.

…the candle is burning.

…the numbers are spinning.

b) for action happening around now

The action may not be happening exactly now, but it is happening just before and just after now, and it is not permanent or habitual.

John is going out with Mary.

past

present

future








The action is happening around now.

Look at these examples:

  • Muriel is learning to drive.
  • I am living with my sister until I find an apartment.

Present continuous tense for the future

We can also use the present continuous tense to talk about the future—if we add a future word!! We must add (or understand from the context) a future word. “Future words” include, for example, tomorrow, next year, in June, at Christmas etc. We only use the present continuous tense to talk about the future when we have planned to do something before we speak. We have already made a decision and a plan before speaking.

I am taking my exam next month.

past

present

future

!!!


A firm plan or programme exists now.

The action is in the future.

Look at these examples:

  • We‘re eating in a restaurant tonight. We’ve already booked the table..
  • They can play tennis with you tomorrow. They‘re not working.
  • When are you starting your new job?

In these examples, we have a firm plan or programme before speaking. The decision and plan were made before speaking.

How do we spell the Present Continuous Tense?

We make the present continuous tense by adding -ing to the base verb. Normally it’s simple—we just add -ing. But sometimes we have to change the word a little. Perhaps we double the last letter, or we drop a letter. Here are the rules to help you know how to spell the present continuous tense.

Basic rule

Just add -ing to the base verb:

work

>

working

play

>

playing

assist

>

assisting

see

>

seeing

be

>

being

Exception 1

If the base verb ends in consonant + stressed vowel + consonant, double the last letter:

s

t

o

p

consonant

stressed
vowel

consonant

(vowels = a, e, i, o, u)

stop

>

stopping

run

>

running

begin

>

beginning

Note that this exception does not apply when the last syllable of the base verb is not stressed:

open

>

opening

Exception 2

If the base verb ends in ie, change the ie to y:

lie

>

lying

die

>

dying

Exception 3

If the base verb ends in vowel + consonant + e, omit the e:

come

>

coming

mistake

>

mistaking

3. Present Perfect Tense

I have sung

The present perfect tense is a rather important tense in English, but it gives speakers of some languages a difficult time. That is because it uses concepts or ideas that do not exist in those languages. In fact, the structure of the present perfect tense is very simple. The problems come with the use of the tense. In addition, there are some differences in usage between British and American English.

In this lesson we look at the structure and use of the present perfect, followed by a quiz to check your understanding:

http://www.englishclub.com/ectip.gif

The present perfect tense is really a very interesting tense, and a very useful one. Try not to translate the present perfect tense into your language. Just try to accept the concepts of this tense and learn to “think” present perfect! You will soon learn to like the present perfect tense!

How do we make the Present Perfect Tense?

The structure of the present perfect tense is:

subject

+

auxiliary verb

+

main verb

have

past participle

Here are some examples of the present perfect tense:

subject

auxiliary verb

main verb

+

I

have

seen

ET.

+

You

have

eaten

mine.

-

She

has

not

been

to Rome.

-

We

have

not

played

football.

?

Have

you

finished?

?

Have

they

done

it?

Contractions with the present perfect tense

When we use the present perfect tense in speaking, we usually contract the subject and auxiliary verb. We also sometimes do this when we write.

http://www.englishclub.com/ectip.gif

He’s or he’s??? Be careful! The ’s contraction is used for the auxiliary verbs have and be. For example, “It’s eaten” can mean:

  • It has eaten. [present perfect tense, active voice]
  • It is eaten. [present tense, passive voice]

It is usually clear from the context.

I have

I’ve

You have

You’ve

He has
She has
It has
John has
The car has

He’s
She’s
It’s
John’s
The car’s

We have

We’ve

They have

They’ve

Here are some examples:

  • I’ve finished my work.
  • John’s seen ET.
  • They’ve gone home.

How do we use the Present Perfect Tense?

This tense is called the present perfect tense. There is always a connection with the past and with the present. There are basically three uses for the present perfect tense:

  1. experience
  2. change
  3. continuing situation

1. Present perfect tense for experience

We often use the present perfect tense to talk about experience from the past. We are not interested in when you did something. We only want to know if you did it:

I have seen ET.
He has lived in Bangkok.
Have you been there?
We have never eaten caviar.

past

present

future


!!!

The action or state was in the past.

In my head, I have a memory now.

Connection with past: the event was in the past.
Connection with present: in my head, now, I have a memory of the event; I know something about the event; I have experience of it.

2. Present perfect tense for change

We also use the present perfect tense to talk about a change or new information:

I have bought a car.

past

present

future

-

+

Last week I didn’t have a car.

Now I have a car.

John has broken his leg.

past

present

future

+

-

Yesterday John had a good leg.

Now he has a bad leg.

Has the price gone up?

past

present

future

+

-

Was the price $1.50 yesterday?

Is the price $1.70 today?

The police have arrested the killer.

past

present

future

-

+

Yesterday the killer was free.

Now he is in prison.

Connection with past: the past is the opposite of the present.
Connection with present: the present is the opposite of the past.

http://www.englishclub.com/ectip.gif

Americans do not use the present perfect tense so much as British speakers. Americans often use the past tense instead. An American might say “Did you have lunch?”, where a British person would say “Have you had lunch?”

3. Present perfect tense for continuing situation

We often use the present perfect tense to talk about a continuing situation. This is a state that started in the past and continues in the present (and will probably continue into the future). This is a state (not an action). We usually use for or since with this structure.

I have worked here since June.
He has been ill for 2 days.
How long have you known Tara?

past

present

future





The situation started in the past.

It continues up to now.

(It will probably continue into the future.)

Connection with past: the situation started in the past.
Connection with present: the situation continues in the present.

For & Since with Present Perfect Tense

We often use for and since with the present perfect tense.

  • We use for to talk about a period of time—5 minutes, 2 weeks, 6 years.
  • We use since to talk about a point in past time—9 o’clock, 1st January, Monday.

for

since

a period of time

a point in past time


x————

20 minutes

6.15pm

three days

Monday

6 months

January

4 years

1994

2 centuries

1800

a long time

I left school

ever

the beginning of time

etc

etc

Here are some examples:

  • I have been here for 20 minutes.
  • I have been here since 9 o’clock.
  • John hasn’t called for 6 months.
  • John hasn’t called since February.
  • He has worked in New York for a long time.
  • He has worked in New York since he left school.

http://www.englishclub.com/ectip.gif

For can be used with all tenses. Since is usually used with perfect tenses only.

4. Present Perfect Continuous Tense

I have been singing

How do we make the Present Perfect Continuous Tense?

The structure of the present perfect continuous tense is:

subject

+

auxiliary verb

+

auxiliary verb

+

main verb

have
has

been

base + ing

Here are some examples of the present perfect continuous tense:

subject

auxiliary verb

auxiliary verb

main verb

+

I

have

been

waiting

for one hour.

+

You

have

been

talking

too much.

-

It

has

not

been

raining.

-

We

have

not

been

playing

football.

?

Have

you

been

seeing

her?

?

Have

they

been

doing

their homework?

Contractions

When we use the present perfect continuous tense in speaking, we often contract the subject and the first auxiliary. We also sometimes do this in informal writing.

I have been

I’ve been

You have been

You’ve been

He has been
She has been
It has been
John has been
The car has been

He’s been
She’s been
It’s been
John’s been
The car’s been

We have been

We’ve been

They have been

They’ve been

Here are some examples:

  • I’ve been reading.
  • The car’s been giving trouble.
  • We’ve been playing tennis for two hours.

How do we use the Present Perfect Continuous Tense?

This tense is called the present perfect continuous tense. There is usually a connection with the present or now. There are basically two uses for the present perfect continuous tense:

1. An action that has just stopped or recently stopped

We use the present perfect continuous tense to talk about an action that started in the past and stopped recently. There is usually a result now.

I’m tired because I’ve been running.

past

present

future


!!!

Recent action.

Result now.

  • I’m tired [now] because I‘ve been running.
  • Why is the grass wet [now]? Has it been raining?
  • You don’t understand [now] because you haven’t been listening.

2. An action continuing up to now

We use the present perfect continuous tense to talk about an action that started in the past and is continuing now. This is often used with for or since.

I have been reading for 2 hours.

past

present

future


Action started in past.

Action is continuing now.

  • I have been reading for 2 hours. [I am still reading now.]
  • We‘ve been studying since 9 o’clock. [We're still studying now.]
  • How long have you been learning English? [You are still learning now.]
  • We have not been smoking. [And we are not smoking now.]

For and Since with Present Perfect Continuous Tense

We often use for and since with the present perfect tense.

  • We use for to talk about a period of time—5 minutes, 2 weeks, 6 years.
  • We use since to talk about a point in past time—9 o’clock, 1st January, Monday.

for

since

a period of time

a point in past time


·


20 minutes

6.15pm

three days

Monday

6 months

January

4 years

1994

2 centuries

1800

a long time

I left school

ever

the beginning of time

etc

etc

Here are some examples:

  • I have been studying for 3 hours.
  • I have been watching TV since 7pm.
  • Tara hasn’t been feeling well for 2 weeks.
  • Tara hasn’t been visiting us since March.
  • He has been playing football for a long time.
  • He has been living in Bangkok since he left school.

For can be used with all tenses. Since is usually used with perfect tenses only.

5.Simple Past Tense

I sang

The simple past tense is sometimes called the preterite tense. We can use several tenses to talk about the past, but the simple past tense is the one we use most often.

In this lesson we look at the structure and use of the simple past tense, followed by a quiz to check your understanding:

How do we make the Simple Past Tense?

To make the simple past tense, we use:

  • past form only
    or
  • auxiliary did + base form

Here you can see examples of the past form and base form for irregular verbs and regular verbs:

V1
base

V2
past

V3
past participle

regular verb

work
explode
like

worked
exploded
liked

worked
exploded
liked

The past form for all regular verbs ends in -ed.

irregular verb

go
see
sing

went
saw
sang

gone
seen
sung

The past form for irregular verbs is variable. You need to learn it by heart.

You do not need the past participle form to make the simple past tense. It is shown here for completeness only.

The structure for positive sentences in the simple past tense is:

subject

+

main verb

past

The structure for negative sentences in the simple past tense is:

subject

+

auxiliary verb

+

not

+

main verb

did

base

The structure for question sentences in the simple past tense is:

auxiliary verb

+

subject

+

main verb

did

base

The auxiliary verb did is not conjugated. It is the same for all persons (I did, you did, he did etc). And the base form and past form do not change. Look at these examples with the main verbs go and work:

subject

auxiliary verb

main verb

+

I

went

to school.

You

worked

very hard.

-

She

did

not

go

with me.

We

did

not

work

yesterday.

?

Did

you

go

to London?

Did

they

work

at home?

Exception! The verb to be is different. We conjugate the verb to be (I was, you were, he/she/it was, we were, they were); and we do not use an auxiliary for negative and question sentences. To make a question, we exchange the subject and verb. Look at these examples:

subject

main verb

+

I, he/she/it

was

here.

You, we, they

were

in London.

-

I, he/she/it

was

not

there.

You, we, they

were

not

happy.

?

Was

I, he/she/it

right?

Were

you, we, they

late?

How do we use the Simple Past Tense?

We use the simple past tense to talk about an action or a situation—an event—in the past. The event can be short or long.

Here are some short events with the simple past tense:

The car exploded at 9.30am yesterday.
She went to the door.
We did not hear the telephone.
Did you see that car?

past

present

future


The action is in the past.

Here are some long events with the simple past tense:

I lived in Bangkok for 10 years.
The Jurassic period lasted about 62 million years.
We did not sing at the concert.
Did you watch TV last night?

past

present

future


The action is in the past.

Notice that it does not matter how long ago the event is: it can be a few minutes or seconds in the past, or millions of years in the past. Also it does not matter how long the event is. It can be a few milliseconds (car explosion) or millions of years (Jurassic period). We use the simple past tense when:

  • the event is in the past
  • the event is completely finished
  • we say (or understand) the time and/or place of the event

In general, if we say the time or place of the event, we must use the simple past tense; we cannot use the present perfect.

Here are some more examples:

  • I lived in that house when I was young.
  • He didn’t like the movie.
  • What did you eat for dinner?
  • John drove to London on Monday.
  • Mary did not go to work yesterday.
  • Did you play tennis last week?
  • I was at work yesterday.
  • We were not late (for the train).
  • Were you angry?

Note that when we tell a story, we usually use the simple past tense. We may use the past continuous tense to “set the scene”, but we almost always use the simple past tense for the action. Look at this example of the beginning of a story:

“The wind was howling around the hotel and the rain was pouring down. It was cold. The door opened and James Bond entered. He took off his coat, which was very wet, and ordered a drink at the bar. He sat down in the corner of the lounge and quietly drank his…”

http://www.englishclub.com/ectip.gif

This page shows the use of the simple past tense to talk about past events. But note that there are some other uses for the simple past tense, for example in conditional or if sentences.

6. Past Continuous Tense

I was singing

The past continuous tense is an important tense in English. We use it to say what we were in the middle of doing at a particular moment in the past.

In this lesson we look at the structure and the use of the past continuouse tense, followed by a quiz to check your understanding:

http://www.englishclub.com/ectip.gif

Continuous tenses are also called progressive tenses.

How do we make the Past Continuous Tense?

The structure of the past continuous tense is:

subject

+

auxiliary verb BE

+

main verb

conjugated in simple past tense

present participle

was
were

base + ing

For negative sentences in the past continuous tense, we insert not between the auxiliary verb and main verb. For question sentences, we exchange the subject and auxiliary verb. Look at these example sentences with the past continuous tense:

subject

auxiliary verb

main verb

+

I

was

watching

TV.

+

You

were

working

hard.

-

He, she, it

was

not

helping

Mary.

-

We

were

not

joking.

?

Were

you

being

silly?

?

Were

they

playing

football?

How do we use the Past Continuous Tense?

The past continuous tense expresses action at a particular moment in the past. The action started before that moment but has not finished at that moment. For example, yesterday I watched a film on TV. The film started at 7pm and finished at 9pm.

At 8pm yesterday, I was watching TV.

past

present

future


8pm


At 8pm, I was in the middle of watching TV.

When we use the past continuous tense, our listener usually knows or understands what time we are talking about. Look at these examples:

  • I was working at 10pm last night.
  • They were not playing football at 9am this morning.
  • What were you doing at 10pm last night?
  • What were you doing when he arrived?
  • She was cooking when I telephoned her.
  • We were having dinner when it started to rain.
  • Ram went home early because it was snowing.

http://www.englishclub.com/ectip.gif

Some verbs cannot be used in continuous/progressive tenses.

We often use the past continuous tense to “set the scene” in stories. We use it to describe the background situation at the moment when the action begins. Often, the story starts with the past continuous tense and then moves into the simple past tense. Here is an example:

” James Bond was driving through town. It was raining. The wind was blowing hard. Nobody was walking in the streets. Suddenly, Bond saw the killer in a telephone box…”

Past Continuous Tense + Simple Past Tense

We often use the past continuous tense with the simple past tense. We use the past continuous tense to express a long action. And we use the simple past tense to express a short action that happens in the middle of the long action. We can join the two ideas with when or while.

In the following example, we have two actions:

  1. long action (watching TV), expressed with past continuous tense
  2. short action (telephoned), expressed with simple past tense

past

present

future

Long action.

I was watching TV at 8pm.


8pm



You telephoned at 8pm.

Short action.

We can join these two actions with when:

  • I was watching TV when you telephoned.

(Notice that “when you telephoned” is also a way of defining the time [8pm].)

We use:

  • when + short action (simple past tense)
  • while + long action (past continuous tense)

There are four basic combinations:

I was walking past the car

when

it exploded.

When

the car exploded

I was walking past it.

The car exploded

while

I was walking past it.

While

I was walking past the car

it exploded.

Notice that the long action and short action are relative.

  • “Watching TV” took a few hours. “Telephoned” took a few seconds.
  • “Walking past the car” took a few seconds. “Exploded” took a few milliseconds.

7. Past Perfect Tense

I had sung

The past perfect tense is quite an easy tense to understand and to use. This tense talks about the “past in the past”.

In this lesson we look at:

How do we make the Past Perfect Tense?

The structure of the past perfect tense is:

subject

+

auxiliary verb HAVE

+

main verb

conjugated in simple past tense

past participle

had

V3

For negative sentences in the past perfect tense, we insert not between the auxiliary verb and main verb. For question sentences, we exchange the subject and auxiliary verb. Look at these example sentences with the past perfect tense:

subject

auxiliary verb

main verb

+

I

had

finished

my work.

+

You

had

stopped

before me.

-

She

had

not

gone

to school.

-

We

had

not

left.

?

Had

you

arrived?

?

Had

they

eaten

dinner?

When speaking with the past perfect tense, we often contract the subject and auxiliary verb:

I had

I’d

you had

you’d

he had
she had
it had

he’d
she’d
it’d

we had

we’d

they had

they’d

http://www.englishclub.com/ectip.gif

The ‘d contraction is also used for the auxiliary verb would. For example, we’d can mean:

  • We had
    or
  • We would

But usually the main verb is in a different form, for example:

  • We had arrived (past participle)
  • We would arrive (base)

It is always clear from the context.

How do we use the Past Perfect Tense?

The past perfect tense expresses action in the past before another action in the past. This is the past in the past. For example:

  • The train left at 9am. We arrived at 9.15am. When we arrived, the train had left.

The train had left when we arrived.

past

present

future

Train leaves in past at 9am.

9

9.15



We arrive in past at 9.15am.

Look at some more examples:

  • I wasn’t hungry. I had just eaten.
  • They were hungry. They had not eaten for five hours.
  • I didn’t know who he was. I had never seen him before.
  • “Mary wasn’t at home when I arrived.”
    “Really? Where had she gone?”

You can sometimes think of the past perfect tense like the present perfect tense, but instead of the time being now the time is past.

past perfect tense

present perfect tense

had |
done |
> |

have |
done |
> |



past

now

future

past

now

future

For example, imagine that you arrive at the station at 9.15am. The stationmaster says to you:

  • “You are too late. The train has left.”

Later, you tell your friends:

  • “We were too late. The train had left.”

We often use the past perfect tense in reported speech after verbs like said, told, asked, thought, wondered:

Look at these examples:

  • He told us that the train had left.
  • I thought I had met her before, but I was wrong.
  • He explained that he had closed the window because of the rain.
  • I wondered if I had been there before.
  • I asked them why they had not finished.

8. Past Perfect Continuous Tense

I had been singing

How do we make the Past Perfect Continuous Tense?

The structure of the past perfect continuous tense is:

subject

+

auxiliary verb HAVE

+

auxiliary verb BE

+

main verb

conjugated in simple past tense

past participle

present participle

had

been

base + ing

For negative sentences in the past perfect continuous tense, we insert not after the first auxiliary verb. For question sentences, we exchange the subject and first auxiliary verb. Look at these example sentences with the past perfect continuous tense:

subject

auxiliary verb

auxiliary verb

main verb

+

I

had

been

working.

+

You

had

been

playing

tennis.

-

It

had

not

been

working

well.

-

We

had

not

been

expecting

her.

?

Had

you

been

drinking?

?

Had

they

been

waiting

long?

When speaking with the past perfect continuous tense, we often contract the subject and first auxiliary verb:

I had been

I’d been

you had been

you’d been

he had
she had been
it had been

he’d been
she’d been
it’d been

we had been

we’d been

they had been

they’d been

How do we use the Past Perfect Continuous Tense?

The past perfect continuous tense is like the past perfect tense, but it expresses longer actions in the past before another action in the past. For example:

  • Ram started waiting at 9am. I arrived at 11am. When I arrived, Ram had been waiting for two hours.

Ram had been waiting for two hours when I arrived.

past

present

future

Ram starts waiting in past at 9am.

9

11


http://www.englishclub.com/grammar/pixel.gif


I arrive in past at 11am.

Here are some more examples:

  • John was very tired. He had been running.
  • I could smell cigarettes. Somebody had been smoking.
  • Suddenly, my car broke down. I was not surprised. It had not been running well for a long time.
  • Had the pilot been drinking before the crash?

You can sometimes think of the past perfect continuous tense like the present perfect continuous tense, but instead of the time being now the time is past.

past perfect continuous tense

present perfect continuous tense

had |
been |
doing |
>>>> |

|
|
|
|

|
|
|
|

have |
been |
doing |
>>>> |



past

now

future

past

now

future

For example, imagine that you meet Ram at 11am. Ram says to you:

  • “I am angry. I have been waiting for two hours.”

Later, you tell your friends:

  • “Ram was angry. He had been waiting for two hours.”

9. Simple Future Tense

I will sing

The simple future tense is often called will, because we make the simple future tense with the modal auxiliary will.

How do we make the Simple Future Tense?

The structure of the simple future tense is:

subject

+

auxiliary verb WILL

+

main verb

invariable

base

will

V1

For negative sentences in the simple future tense, we insert not between the auxiliary verb and main verb. For question sentences, we exchange the subject and auxiliary verb. Look at these example sentences with the simple future tense:

subject

auxiliary verb

main verb

+

I

will

open

the door.

+

You

will

finish

before me.

-

She

will

not

be

at school tomorrow.

-

We

will

not

leave

yet.

?

Will

you

arrive

on time?

?

Will

they

want

dinner?

When we use the simple future tense in speaking, we often contract the subject and auxiliary verb:

I will

I’ll

you will

you’ll

he will
she will
it will

he’ll
she’ll
it’ll

we will

we’ll

they will

they’ll

For negative sentences in the simple future tense, we contract with won’t, like this:

I will not

I won’t

you will not

you won’t

he will not
she will not
it will not

he won’t
she won’t
it won’t

we will not

we won’t

they will not

they won’t

How do we use the Simple Future Tense?

No Plan

We use the simple future tense when there is no plan or decision to do something before we speak. We make the decision spontaneously at the time of speaking. Look at these examples:

  • Hold on. I‘ll get a pen.
  • We will see what we can do to help you.
  • Maybe we‘ll stay in and watch television tonight.

In these examples, we had no firm plan before speaking. The decision is made at the time of speaking.

We often use the simple future tense with the verb to think before it:

  • I think I’ll go to the gym tomorrow.
  • I think I will have a holiday next year.
  • I don’t think I’ll buy that car.

Prediction

We often use the simple future tense to make a prediction about the future. Again, there is no firm plan. We are saying what we think will happen. Here are some examples:

  • It will rain tomorrow.
  • People won’t go to Jupiter before the 22nd century.
  • Who do you think will get the job?

Be

When the main verb is be, we can use the simple future tense even if we have a firm plan or decision before speaking. Examples:

  • I‘ll be in London tomorrow.
  • I’m going shopping. I won’t be very long.
  • Will you be at work tomorrow?

http://www.englishclub.com/ectip.gif

Note that when we have a plan or intention to do something in the future, we usually use other tenses or expressions, such as the present continuous tense or going to.

10. Future Continuous Tense

I will be singing

How do we make the Future Continuous Tense?

The structure of the future continuous tense is:

subject

+

auxiliary verb WILL

+

auxiliary verb BE

+

main verb

invariable

invariable

present participle

will

be

base + ing

For negative sentences in the future continuous tense, we insert not between will and be. For question sentences, we exchange the subject and will. Look at these example sentences with the future continuous tense:

subject

auxiliary verb

auxiliary verb

main verb

+

I

will

be

working

at 10am.

+

You

will

be

lying

on a beach tomorrow.

-

She

will

not

be

using

the car.

-

We

will

not

be

having

dinner at home.

?

Will

you

be

playing

football?

?

Will

they

be

watching

TV?

When we use the future continuous tense in speaking, we often contract the subject and will:

I will

I’ll

you will

you’ll

he will
she will
it will

he’ll
she’ll
it’ll

we will

we’ll

they will

they’ll

For spoken negative sentences in the future continuous tense, we contract with won’t, like this:

I will not

I won’t

you will not

you won’t

he will not
she will not
it will not

he won’t
she won’t
it won’t

we will not

we won’t

they will not

they won’t

http://www.englishclub.com/ectip.gif

We sometimes use shall instead of will, especially for I and we.

How do we use the Future Continuous Tense?

The future continuous tense expresses action at a particular moment in the future. The action will start before that moment but it will not have finished at that moment. For example, tomorrow I will start work at 2pm and stop work at 6pm:

At 4pm tomorrow, I will be working.

past

present

future


4pm


At 4pm, I will be in the middle of working.

When we use the future continuous tense, our listener usually knows or understands what time we are talking about. Look at these examples:

  • I will be playing tennis at 10am tomorrow.
  • They won’t be watching TV at 9pm tonight.
  • What will you be doing at 10pm tonight?
  • What will you be doing when I arrive?
  • She will not be sleeping when you telephone her.
  • We ‘ll be having dinner when the film starts.
  • Take your umbrella. It will be raining when you return.

11. Future Perfect Tense

I will have sung

The future perfect tense is quite an easy tense to understand and use. The future perfect tense talks about the past in the future.

How do we make the Future Perfect Tense?

The structure of the future perfect tense is:

subject

+

auxiliary verb WILL

+

auxiliary verb HAVE

+

main verb

invariable

invariable

past participle

will

have

V3

Look at these example sentences in the future perfect tense:

subject

auxiliary verb

auxiliary verb

main verb

+

I

will

have

finished

by 10am.

+

You

will

have

forgotten

me by then.

-

She

will

not

have

gone

to school.

-

We

will

not

have

left.

?

Will

you

have

arrived?

?

Will

they

have

received

it?

In speaking with the future perfect tense, we often contract the subject and will. Sometimes, we contract the subject, will and have all together:

I will have

I’ll have

I’ll’ve

you will have

you’ll have

you’ll’ve

he will have
she will have
it will have

he’ll have
she’ll have
it’ll have

he’ll’ve
she’ll’ve
it’ll’ve

we will have

we’ll have

we’ll’ve

they will have

they’ll have

they’ll’ve

http://www.englishclub.com/ectip.gif

We sometimes use shall instead of will, especially for I and we.

How do we use the Future Perfect Tense?

The future perfect tense expresses action in the future before another action in the future. This is the past in the future. For example:

  • The train will leave the station at 9am. You will arrive at the station at 9.15am. When you arrive, the train will have left.

The train will have left when you arrive.

past

present

future

Train leaves in future at 9am.

9

9.15



You arrive in future at 9.15am.

Look at some more examples:

  • You can call me at work at 8am. I will have arrived at the office by 8.
  • They will be tired when they arrive. They will not have slept for a long time.
  • “Mary won’t be at home when you arrive.”
    “Really? Where will she have gone?”

You can sometimes think of the future perfect tense like the present perfect tense, but instead of your viewpoint being in the present, it is in the future:

present perfect tense

future perfect tense

|
have |
done |
> |

will |
have |
done |
> |



past

now

future

past

now

future

12. Future Perfect Continuous Tense

I will have been singing

How do we make the Future Perfect Continuous Tense?

The structure of the future perfect continuous tense is:

subject

+

auxiliary verb WILL

+

auxiliary verb HAVE

+

auxiliary verb BE

+

main verb

invariable

invariable

past participle

present participle

will

have

been

base + ing

For negative sentences in the future perfect continuous tense, we insert not between will and have. For question sentences, we exchange the subject and will. Look at these example sentences with the future perfect continuous tense:

subject

auxiliary verb

auxiliary verb

auxiliary verb

main verb

+

I

will

have

been

working

for four hours.

+

You

will

have

been

travelling

for two days.

-

She

will

not

have

been

using

the car.

-

We

will

not

have

been

waiting

long.

?

Will

you

have

been

playing

football?

?

Will

they

have

been

watching

TV?

When we use the future perfect continuous tense in speaking, we often contract the subject and auxiliary verb:

I will

I’ll

you will

you’ll

he will
she will
it will

he’ll
she’ll
it’ll

we will

we’ll

they will

they’ll

For negative sentences in the future perfect continuous tense, we contract with won’t, like this:

I will not

I won’t

you will not

you won’t

he will not
she will not
it will not

he won’t
she won’t
it won’t

we will not

we won’t

they will not

they won’t

How do we use the Future Perfect Continuous Tense?

We use the future perfect continuous tense to talk about a long action before some point in the future. Look at these examples:

  • I will have been working here for ten years next week.
  • He will be tired when he arrives. He will have been travelling for 24 hours.

 

Stress datang untuk kita atasi..bukan untuk kita hindari November 18, 2008

Diarsipkan di bawah: umum — gedbinlink @ 10:56 am
Tags:
stress

stress

Rasanya hampir tak ada orang yang dapat terhindar dari stress. Perasaan takut, khawatir, kecewa, putus asa, merupakan beberapa pemicu munculnya stress. Jika sudah stress, berbagai penyakit pun mudah menyerang tubuh. Akibatnya, kita harus sering berobat yang tentu saja mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Sebenarnya, ada resep jitu yang dapat Anda gunakan agar terbebas dari rasa stress. Uniknya, Anda tak perlu mengeluarkan sepeser uang pun untuk mendapatkan resep ini, alias gratis. Ia tidak tersedia di apotik terdekat, melainkan di hati kita masing-masing.

  1. Hindari buruk sangka, sebab selalu berpikir positif akan membuat pikiran tenang. Jika sahabat Anda hari ini diam seribu bahasa, tak mau menyapa Anda, jangan langsung berpikir, “Wah, jangan-jangan dia benci padaku. Apa ya, salahku? Apakah dia punya niat untuk memusuhiku?” Stop! Pikiran seperti ini hanya membuat Anda stress, padahal belum tentu terjadi. Lebih baik berpikiran positif, “O, mungkin dia sedang puasa bicara.”
  2. Dua S, yakni Sabar dan Syukur. Ketika mendapat cobaan, bersabarlah. Jangan kecewa atau putus asa. Cobaan, kegagalan, dan hal-hal pahit lainnya merupakan hal biasa dalam hidup ini. Sikapilah ia dengan dewasa dan pikiran tenang. Lantas ketika anda mendapat kebahagiaan, bersyukurlah. Jangan sombong atau merasa hebat. Sebab kebahagiaan yang Anda dapatkan tak ada dapat terwujud tanpa bantuan orang lain. Banyak-banyaklah berterima kasih.
  3. Bahagia melihat kebahagiaan orang lain. Bila tetangga Anda membeli mobil baru, ikutlah berbahagia. Ini akan lebih baik daripada Anda iri lalu menduga yang macam-macam. “Dari mana ya, datangnya uang untuk membeli mobil itu?” Pikiran seperti ini hanya akan merugikan kesehatan bathin Anda sendiri.
  4. Bekerja keras, lalu tawakkal. Berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai sesuatu merupakan kewajiban setiap orang. Namun, itu bukan jaminan bahwa anda akan selalu sukses. Biasakanlah untuk tawakkal atas apapun hasil kerja keras Anda, sebab kerja keras tersebut sudah merupakan prestasi tersendiri yang patut Anda banggakan. Kegagalan menandangan bahwa kerja keras tersebut sia-sia? Siapa bilang? Justru dari kejadian yang paling menyakitkan pun anda bisa mendapat banyak pelajaran berharga. Jadi, tak ada yang sia-sia dalam hidup ini, bukan?
  5. Kebal terhadap gosip. Anda mungkin dicap sebagai orang yang tak tahu diri, merasa paling benar, bahkan difitnah sebagai koruptor. Padahal semua itu tidak benar. Lantas, Anda akan stress? Oh, jangan sama sekali. Ucapkan saja di dalam hati, ”Allah Maha Mengetahui dan Dia paling tahu mengenai diriku yang sebenarnya.” Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan tenangkan diri Anda.
  6. Ikhlas. Anda sudah membantu banyak orang tapi tak ada yang memuji? Atau Anda justru dituduh pura-pura berbuat baik demi menjilat atasan? Tenang! Jika Anda melakukan semua pekerjaan dengan ikhlas, hanya Demi Allah, maka tanggapan-tanggapan seperti itu sama sekali tidak penting. Anda justru akan tertawa geli mendengarnya.
result_of_stress

result_of_stress

Nah, sekarang pikiran anda sudah tenang, tidak stress lagi? Bersyukurlah, karena Anda kini dapat hidup lebih tenang dan damai tanpa harus dibayang-bayangi oleh hal-hal yang tidak semestinya.

 

Terapi Kanker Servik November 17, 2008

Diarsipkan di bawah: umum — gedbinlink @ 6:15 am
Tags:

Makalah Radiologi

Terapi Kanker Servik

I. PENDAHULUAN

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang. Dalam 10 tahun mendatang diperkirakan 9 juta orang akan meninggal setiap tahun akibat kanker. Dua pertiga dari penderita kanker di dunia akan berada di negara-negara yang sedang berkembang. Di Indonesia diperkirakan setiap tahunnya terdapat 100 penderita kanker yang baru dari setiap 100.000 penduduk.

Timbulnya penyakit bukan infeksi, yaitu penyakit akibat kemunduran pertumbuhan sel (penyakit degeneratif) seperti penyakit jantung dan penyakit kanker di Indonesia, erat kaitannya dengan peralihan Indonesia dari negara pertanian menjadi negara industri yang mengubah perilaku atau gaya hidup dan kebiasaan masyarakat.

Adapun yang dimaksud dengan kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian. Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal yang bukan radang.

Tumor dibagi dalam dua golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas. Sel tumor pada tumor jinak bersifat tumbuh lambat, sehingga tumor jinak pada umumnya tidak cepat membesar. Sel kanker mendesak jaringan sehat sekitarnya secara serempak sehingga terbentuk simpai (serabut pembungkus yang memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat). Oleh karena bersimpai maka pada umumnya tumor jinak mudah dikeluarkan dengan cara operasi.

Sel tumor pada tumor ganas (kanker) tumbuh cepat, sehingga tumor ganas pada umumnya cepat menjadi besar. Sel tumor ganas tumbuh menyusup ke jaringan sehat sekitarnya, sehingga dapat digambarkan seperti kepiting dengan kaki-kakinya mencengkeram alat tubuh yang terkena. Disamping itu sel kanker dapat membuat anak sebar (metastasis) ke bagian alat tubuh lain yang jauh dari tempat asalnya melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening dan tumbuh kanker baru di tempat lain. Penyusupan sel kanker ke jaringan sehat pada alat tubuh lainnya dapat merusak alat tubuh tersebut sehingga fungsi alat tersebut menjadi terganggu.

Kanker dapat timbul pada anak-anak, tetapi lebih sering timbul pada orang dewasa, terutama pada orang yang berusia 40 tahun ke atas. Ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dan proses menua atau kemunduran pertumbuhan sel.

Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala, bila sudah ada keluhan atau gejala biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Pada stadium dini (awal) kanker tumbuh setempat. Oleh karena itu kalau ada benjolan atau kelainan walaupun tidak dirasakan mengganggu perlu diwaspadai dan dicurigai sebagai kanker sampai terbukti bukan kanker.

Terdapat tujuh gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kanker, yaitu :

  1. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
  2. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
  3. Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh.
  4. Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor).
  5. Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya, mejadi makin besar dan gatal.
  6. Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh.
  7. Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh.

Meskipun penyebab kanker secara pasti belum diketahui, setiap orang dapat melakukan upaya pencegahan dengan cara hidup sehat.

Pencegahan dari segi makanan :

  1. Mengurangi makanan berlemak yang berlebihan.
  2. Lebih banyak makan makanan berserat.
  3. Lebih banyak makan makanan yang banyak mengandung vitamin A dan C dan sayur-sayuran berwarna.
  4. Lebih banyak makan makanan berwarna.
  5. Mengurangi makan makanan yang telah diawetkan (misalnya diasinkan, dibakar, diasap atau dengan bahan pengawet) atau disimpan terlalu lama.
  6. Membatasi minuman alkohol.

Hindari diri dari penyakit akibat hubungan seksual.
Hindari kebiasaan merokok. Bagi perokok berhenti merokok.
Upayakan kehidupan seimbang dan hindari stres.
Periksakan kesehatan secara berkala dan teratur.

Penyebab yang pasti dari kanker belum diketahui, namun hasil penelitian dan studi menyatakan dengan jelas bahwa sebagian besar dari timbulnya kanker dapat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat.

Yang dimaksud dengan gaya hidup yang tidak sehat adalah kebiasaan makan yang tidak seimbang, kebiasaan merokok, kontak dengan sinar matahari yang berlebihan, berganti-ganti pasangan seks dan lingkungan hidup serta pekerjaan yang ada hubungannya dengan penyebab kanker.

Ada beberapa faktor penyebab yang telah terbukti dapat menimbulkan kanker pada binatang percobaan, walaupun pada manusia belum dapat dibuktikan dengan pasti. Namun faktor-faktor tersebut patut mendapat perhatian. Faktor-faktor atau zat-zat yang dapat menyebabkan kanker disebut karsinogen.

Faktor-faktor penyebab tersebut antara lain:

  1. Bahan Kimia , yaitu Zat yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan kanker paru pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama.
    Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita kanker.
  2. Penyinaran yang berlebihan, yaitu Sinar ultra-violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia.
  3. Virus, beberapa virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik.
  4. Hormon, adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria).
  5. Rangsangan fisik berulang, gesekan atau benturan pada salah satu bagian tubuh yang berulang dalam waktu yang lama merupakan rangsangan yang dapat mengakibatkan terjadinya kanker pada bagian tubuh tersebut, karena luka atau cedera pada tempat tersebut tidak sempat sembuh dengan sempurna.

Beberapa jenis kanker letaknya tersembunyi dalam tubuh dan sedikit sekali memberi gejala, sedangkan jenis lain dapat terlihat dengan lebih mudah. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern dalam pemeriksaan maka kini kanker makin mudah ditemukan.

Salah satu pemeriksaan untuk skrining tersebut antara lain adalah Tes Papaniocolaou (Pap Smear).

Bagi yang memiliki kecurigaan, maka pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah :
- Pemeriksaan sitologi dan patologi anatomi
- Tes-tes yang menunjukkan pertanda adanya kanker dalam darah
- Rontgen
- Mamografi (rontgen khusus untuk payudara)
- Ultrasonografi / USG (memotret alat tubuh bagian dalam)
- Endoskopi (peneropongan alat tubuh bagian dalam)
- Kolposkopi (peneropongan leher rahim).

Kanker tidak menular tetapi ada faktor penyebab yang dapat ditularkan. Misalnya Human Papilome Virus.

Beberapa contoh jenis kanker yang terkait dengan kelainan genetik adalah kanker payudara, kanker ovarium, kanker usus besar, kanker kulit, limphoma malignum, kanker mata, tumor Wilms.

Pengobatan kanker pada dasarnya sama, yaitu salah satu atau kombinasi dari beberapa prosedur berikut :

  1. Pembedahan (Operasi)
  2. Penyinaran (Radioterapi)
  3. Pemakaian obat-obatan pembunuh sel kanker ( sitostatika/khemoterapi)
  4. Peningkatan daya tahan tubuh (imunoterapi)
  5. Pengobatan dengan hormon

Hasil pengobatan terutama tergantung pada stadium atau tingkatan kanker pada waktu pengobatan dilakukan.

Fakta-fakta utama mengenai kanker :

  1. Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.
  2. Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh dan pada semua golongan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia di atas 40 tahun.
  3. Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala biasanya penyakitnya sudah lanjut.
  4. Sebagian jenis kanker dapat dicegah dengan kebiasaan hidup sehat dan menghindari faktor-faktor penyebab kanker.
  5. Penyebab kanker belum dapat dipastikan, namun diketahui ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.
  6. Lebih dini kanker ditemukan dan diobati dengan cepat dan tepat, maka lebih besar kemungkinannya untuk sembuh.
  7. Kanker bukan penyakit menular dan beberapa jenis kanker terkait dengan faktor genetik (faktor bawaan).
  8. Prinsip pengobatan kanker pada umumnya sama.

WHO menyatakan bahwa sepertiga sampai setengah dari semua jenis kanker dapat dicegah, sepertiga dapat disembuhkan bila ditemukan pada tahap permulaan atau stadium dini. Sisanya dapat diringankan penderitaannya. Oleh karena itu, upaya mencegah kanker dan menemukan kanker pada stadium dini merupakan upaya yang penting karena disamping membebaskan masyarakat dari penderitaan kanker juga menekan biaya pengobatan kanker yang mahal.

Perkembangan pemeriksaan secara molekuler memungkinkan dilakukannya analisis patologi anatomi lebih mendalam mengenai faktor penyebab kematian. Hal ini karena faktor perubahan dalam jaringan atau organ yang ditemukan baik secara makroskopik maupun mikroskopik diketahui secara tepat.

Dengan teknik tersebut juga dapat dilakukan klasifikasi dan perkiraan prognosis dan pemantauan terapi pada penderita kanker, diagnosis penyakit infeksi, menilai kepekaan dan kekebalan terhadap obat, serta penyakit infeksi dan kanker. Lebih lanjut, teknik rekombinan dapat dilakukan untuk menilai hubungan dan identitas pada transplantasi, tes paternalistik (keturunan), dan kedokteran forensik.

Salah satu jenis pemeriksaan patologi yaitu sitopatologi lebih menitikberatkan pada perubahan yang terjadi pada sel dan tidak perlu dalam struktur jaringan secara keseluruhan. Salah atunya adalah pemeriksaan sitologi alat kandungan yang disebut pap-smear, untuk mendeteksi dini kanker leher rahim, yang telah banyak dikenal.

Dasar pemeriksaan sitopatologi pada keganasan ialah teori bahwa sel pada keadaan ganas kehilangan kohesi antarsel sehingga lebih mudah terlepas.

Salah satu penyakit yang sering dialami kaum wanita adalah infeksi pada saluran reproduksinya yang disebabkan oleh jamur. Kebanyakan penyakit ini menjangkiti wanita berusia 18 hingga 45 tahun, infeksi pada saluran reproduksi wanita kebanyakannya menjangkiti wanita yang sedang hamil atau mereka yang mengkomsumsi pil KB serta pil anti diabetes.

Infeksi pada saluran reproduksi wanita yang disebabkan oleh jamur tidak boleh dianggap enteng karena bisa menyebabkan kanker rahim.

II. Isi

Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).

Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun. Menurut para ahli kanker, kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Tetapi, biarpun demikian, di wilayah Australia barat, tercatat sebanyak 85 orang wanita didiagnosa positif terhadap kanker leher rahim setiap tahun. Dan pada tahun 1993 saja, 40 wanita telah tewas menjadi korban keganasan kanker ini.Kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker.

Penyebab kanker rahim adalah virus Human papilloma. Virus ini muncul antara lain akibat perilaku sering berganti-ganti pasangan seks, sehingga menimbulkan penyakit kelamin,” kata seksolog dan ahli kandungan dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS.

Selain itu, sel-sel mulut rahim yang teracuni oleh nikotin yang dikandung dalam darah juga memunyai kecenderungan memengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim, sehingga membuatnya rentan terhadap sel-sel kanker. Bisa juga terinfeksi dari sperma yang mengandung komplemen histone yang dapat bereaksi dengan DNA sel serviks, sehingga terjadi kanker. Cairan sperma (semen) pria yang bersifat alkalis juga dapat menimbulkan perubahan pada sel-sel ephitel serviks (neoplasma dan displasia), dan mengakibatkan kanker mulut rahim.

“Makin maraknya penggunaan pil kontrasepsi dan memudarnya rasa malu kalau hamil di luar nikah juga berperan dalam peningkatan angka kanker mulut rahim,” tambah Boyke yang juga Direktur Utama Klinik Pasutri itu.

Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut “Pap smear test“, sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim. Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test.

Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker. Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti. Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pap smear test selalu diperlukan biarpun tidak lagi melakukan aktivitas seksual.

Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi.

Adanya perubahan ataupun keluarnya cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun baru saja melakukan Pap smear test. Biarpun begitu, pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, hasilnya tidak selalu positip kanker.

Namun, pemeriksaan pap smear memiliki beberapa kelemahan yang memungkinkan mendapatkan hasil yang kurang akurat, misalnya bila pengeluaran cairan dari vagina kurang memadai hingga sel di dalamnya tidak terlihat. Kelemahan lainnya, mungkin karena zat pewarnaan yang digunakan sudah kedaluwarsa. Kendala lainnya menyangkut human error ketika pemeriksaan dilakukan.

Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Sel-sel leher rahim mungkin mengalami perubahan sehingga sangat diperlukan melakukan Pap smear test secara teratur (baik yang telah ataupun yang belum pernah mendapatkan Pap smear test). Demikian juga bagi yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan kanker leher rahim sangat besar. Dijumpainya Human Papilloma Virus (HPV) sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim. Memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kemungkinan mendapat kanker leher rahim.

Pengobatan
Seperti pada penyakit yang lain, jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan:

  1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
  2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.

Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
  2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

Radioterapi

Radioterapi berarti pengobatan kanker dengan menggunakan sinar radioaktif. Cara ini telah dimulai sejak kurang lebih seratus tahun lalu, tidak lama setelah Prof. Willem Conrad Roentgen menemukan sinar X. Dengan berkembangnya ilmu kedokteran dan teknologi, metode ini makin mendapat tempat dalam pengobatan penyakit kanker

Sinar X, elektron, dan sinar y (gamma), terbanyak digunakan dalam pengobatan kanker disamping partikel lain. Pada prinsipnya apabila berkas sinar radioaktif atau partikel dipaparkan ke jaringan, maka akan terjadi berbagai peristiwa antara lain peristiwa ionisasi molekul air yang mengakibatkan terbentuknya radikal bebas di dalam sel yang pada gilirannya akan menyebabkan kematian sel. Lintasan sinar juga menimbulkan kerusakan akibat tertumbuknya DNA (deoxy ribonucleic acid) yang dapat diikuti kematian sel.

Tentunya akan timbul pertanyaan apakah kematian hanya terjadi pada sel kanker, bagaimana dengan jaringan normal ? Sebenarnya baik sel kanker maupun sel normal akan mengalami peristiwa yang sama, hanya saja pada sebagian besar jenis kanker memperlihatkan kepekaan yang lebih tinggi terhadap sinar ini daripada sel-sel normal. Jadi diharapkan, pada pengobatan penyakit kanker, semua sel kanker telah mengalami kematian sebelum terjadi cedera yang berlebih pada sel-sel normal yang masih hidup. Apabila pemberian radiasi dihentikan sel normal ini akan kembali sehat seperti sediakala.

Keadaan ini bisa dicapai apabila dosis sinar yang diberikan tidak melewati ambang dosis kemampuan hidup sel normal dan apabila tidak terlalu banyak jaringan yang terikut serta pada radiasi. Ini berarti makin sedikit jumlah sel kanker yang disinar makin tinggi kemungkinan penyembuhannya. Dengan kata lain, bila benjolan relatif masih kecil pengobatan lebih efektif.

Sebagai contoh adalah kanker payudara. Setelah jaringan kanker beserta jaringan normal sekitarnya dioperasi maka menjadi tugas radiasi untuk membersihkan sel-sel kanker yang tertinggal. Metode ini disebut sebagai radiasi pascabedah.

Metode lain adalah radiasi yang mendahului operasi atau radiasi prabedah seperti halnya yang sering dilakukan pada kanker kolon (usus besar). Tujuan penyinaran di sini adalah untuk memperkecil jaringan kanker sehingga mempermudah spesialis bedah mengangkat semua jaringan kanker, sekaligus untuk mencegah terjadinya penyebaran sel-sel kanker pada saat pembedahan dilakukan.

Namun sayangnya tidak semua kanker dapat dioperasi, baik karena keadaan pasien tidak mengizinkan maupun ukuran kanker yang terlalu besar atau bahkan telah terjadi penyebaran jauh.

Pada beberapa keadaan radioterapi dapat berdiri sendiri dalam memberantas sel-sel kanker. Pada kanker leher rahim, kanker pita suara, dan kanker lidah, kesemuanya stadium awal, radiasi dapat dilakukan sebagai alternatif pembedahan. Kelebihan pada cara pengobatan sinar saja adalah masih terpeliharanya fungsi pita suara (masih mampu berbicara normal) dan lidah masih dapat digunakan untuk merasakan makanan.

Cara Pemberian

Metode pengobatan dengan sinar dilakukan dengan cara pemberian sinar luar (radiasi eksterna) dan sinar dalam (brakhiterapi) yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Untuk memperoleh hasil yang optimal seringkali kedua metode diberikan secara kombinasi.

Radiasi eksterna dapat diberikan pada hampir semua jenis kanker tidak tergantung pada stadium, baik awal maupun lanjut, seperti pada anak sebar sel kanker di tulang.

Cara pemberian sinar luar, radiasi terletak pada suatu jarak tertentu (80 cm sampai 100 cm) dari tubuh pasien sinar diarahkan pada lokasi jaringan kanker, biasanya diikutsertakan pula kelenjar getah bening setempat yang mungkin sudah mengandung sel-sel kanker.

Kelebihan cara ini adalah diharapkan semua sel kanker beserta penyebaran ke sekelilingnya akan memperoleh radiasi sehingga akan mengalami kematian. Sedangkan kerugiannya, selain jaringan kanker jaringan normal yang sehat yang berada di lapangan radiasi juga akan memperoleh sinar. Sekalipun jaringan normal mengalami cedera yang lebih ringan daripada jaringan kankernya, seperti telah diuraikan sebelumnya, namun apabila jaringan normal terlalu banyak yang terlibat maka dikhawatirkan akan terjadi efek samping radiasi yang terlalu berat.

Karena itulah pemberian sinar luar ini harus dibatasi sampai dosis tertentu. Akan timbul pertanyaan lagi, kalau begitu ada kemungkinan bahwa jaringan kanker memperoleh dosis yang tidak mematikan ? Benar, hal itu mungkin dapat terjadi. Untuk mengatasinya diperlukan dosis kompensasi sedemikian rupa sehingga akan tercapai dosis yang mematikan sel kanker. Dosis tambahan ini hanya dapat diperoleh dari cara pemberian sinar dalam.

Sesuai dengan istilahnya maka sinar dalam diberikan dengan cara langsung pada jaringan kankernya, bisa dengan menancapkan sumber radiasi (berupa jarum) langsung ke jaringan kanker seperti pada kanker lidah atau prostat, atau dengan menempatkannya pada struktur anatomis seperti pada kanker rahim. Dengan cara demikian hanya jaringan kanker saja yang memperoleh dosis sinar, sedangkan jaringan normal sekitarnya praktis tidak memperolehnya.

Brakhiterapi atau sinar dalam ini hanya dapat diberikan pada jenis kanker tertentu saja dan yang paling klasik adalah kanker leher rahim yang telah dimulai sejak ditemukan unsur radium oleh Madam Curie. Pada saat ini radium tidak digunakan lagi dan digantikan dengan iridium.

Efek samping yang dirasakan pada umumnya terjadi pada minggu-minggu pertama pengobatan berupa rasa lemah, menurunnya nafsu makan, yang biasanya terjadi karena pasien tidak dapat menerima kenyataan bahwa dirinya menderita kanker, harus menjalani terapi sinar yang dinilai menakutkan, atau perjalanan dari rumah ke tempat pengobatan yang melelahkan.

Pengobatan sinar ini biasanya memakan waktu 5-6 minggu bahkan kadang lebih. Pemberian informasi mengenai penyakit serta metode pengobatan yang akan diterima disamping pemberian pengobatan yang bertujuan menghilangkan keluhan, akan sangat membantu pasien.

Disamping efek samping umum seperti di atas, terjadi juga efek samping lokal sesuai dengan tempat radiasi.

Namun, meskipun berbagai metode pengobatan terkini ditopang oleh peralatan modern, kegagalan masih selalu dapat terjadi. Faktor kegagalan tersering adalah lambatnya pasien meminta pertolongan dokter sehingga penyakit telah mencapai stadium lanjut, disamping kepatuhan pasien terhadap program pengobatan.

Karena itu melakukan pemeriksaan penyaring maupun segera berkonsultasi ke dokter bila ada keluhan, merupakan tindakan yang bijaksana.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghindarkan wanita dari kemungkinan terkena kanker mulut rahim.

1. Pemeriksaan teratur. wanita dewasa yang melakukan hubungan seks secara teratur, lakukan pap smear test setiap dua tahun. Ini dilakukan sampai berusia 70 tahun.

2. Waspadai gejalanya. Segera hubungi dokter kalau ada gejala-gejala yang tidak normal seperti pendarahan, terutama setelah aktivitas seksual.

3. Hindari merokok. Wanita sebaiknya tidak merokok, karena dapat merangsang timbulnya sel-sel kanker melalui nikotin dikandung dalam darah. Risiko wanita perokok terkena kanker mulut rahim adalah 4-13 kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok. Diperkirakan nikotin memberikan efek toksik pada sel epitel, sehingga memudahkan masuknya mutagen virus.

4. Hindarkan antiseptik. Hindarkan kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan antiseptik maupun deodoran karena akan mengakibatkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker.

5. Hindari pemakaian bedak (talek). Hindari pemakaian talk (bedak) pada vagina wanita usia subur, karena justru bisa mengakibatkan kanker ovarium (indung telur). Jangan menggunakan estrogen pada wanita yang terlambat menopouse.