distribusi titik sekutu

DATA RASTER, DATA VEKTOR DAN PENGELOLAANNYA

Oleh : Ahmad Taupik

I. PENDAHULUAN

Model dunia nyata memudahkan manusia di dalam studi area aplikasi yang dipilih dengan cara mereduksi sejumlah kompleksitas yang sebenarnya hadir. Di luar area aplikasi yang dipilih diasumsikan tidak penting. Walaupun demikian, jika model dunia nyata yang bersangkuan akan digunakan, model ini harus diimplementasikan di dalam basis data. Dan dengan model data, implementasi ini menjadi memungkinkan untuk dilaksanakan.

Apa yang dapat dilakukan oleh komputer adalah memanipulasi objek-objek geometri seperti titik, garis, dan polygon–geometri yang digunakan di dalam model data. Pembawa informasi di dalam model-model data adalah objek. Objek ini berhubungan dengan entities di dalam model-model dunia nyata karena itu dianggap sebagai deskripsi fenomena dunia nyata

II. DATA RASTER

Dalam model data raster  setiap lokasi direpresentasikan sebagai suatu posisi sel. Sel ini diorganisasikan dalam bentuk kolom dan baris sel-sel dan biasa disebut sebagai grid. Dengan kata lain, model data raster menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel yang membentuk grid. Setiap piksel atau sel ini memiliki atribut tersendiri, termasuk koordinatnya yang unik.

Setiap baris matrik berisikan sejumlah sel yang memiliki nilai tertentu yang merepresentasikan suatu fenomena geografik. Nilai yang dikandung oleh suatu sel adalah angka yang menunjukan data nominal. Akurasi model data ini sangat bergantung pada resolusi atau ukuran pikselnya di permukaan bumi.

Pada model data raster, matriks atau array diurutkan menurut koordinat kolom (x) dan barisnya (y). Pada sistem koordinat piksel monitor komputer, titik asal sistem koordinat raster terletak di sudut kiri atas. Nilai absis (x) akan meningkat ke arah kanan, dan nilai ordinat (y) akan membesar ke arah bawah – seperti terlihat pada gambar di atas. Walaupun demikian. sistem koordinat ini sering pula ditransformasikan sehingga titik asal sistem knordinat rerletak di sudut kiri bawah, makin ke kanan nilai absisnya (x) akan meningkat. dan nilai ordinatnya (y) makin meningkat jika bergerak ke arah atas.

Entiry spasial raster disimpan di dalam layer yang secara fungsionalitas direlasikan dengan unsur-unsur petanya. Contoh sumber-sumber entity spasial raster adalah citra satelit, misalnya NOAA. Spot, Landsad Ikonos, dll. Kemudian citra radar, dan model ketinggian dijital seperti DTM atau DEM dalam model data raster.

Model raster memberikan informasi spasial apa yang terjadi dimana saja dalam bentuk gambaran yang digeneralisasi. Dengan model ini, dunia nyata disajikan sebagai elemen matriks atau sel grid yang homogen. Dengan model data raster, data geografi ditandai oleb nilai-nilai elemen matriks persegi panjang dari suatu objek. Dengan demikian, secara konseptual, model data raster merupakan model data spasial yang paling sederhana.

Data raster dapat dikonversi ke sistem koordinat geo-referensi dengan cara meregistrasi sistem grid raster ke sistem koordinat geo-referensi yang diinginkan. Dengan demikian setiap sel pada grid memiliki posisi geo-referensi. Dengan adanya sistem georeferensi, sejumlah set data raster dapat ditata sedemikian  sehingga memungkinkan dilakukan analisis spasial.

II.1  Karakteristik Raster

Resolusi suatu data raster akan merujuk pada ukunan permukaan bumi yang direpresentasikan oleh setiap piksel. Makin kecil ukuran atau luas permukaan bumi yang dapat direpresentasikan oleh setiap pikselnya, makin tinggi resolusi spasialnya.

Piksel-piksel di dalam zone atau area yang sejenis memiliki nilai (isi piksel atau ID number) yang sama.

Pada umumnya, lokasi di dalam model data raster, diidentifikasi dengan menggunakan pasangan koordinat kolom dan baris (x,y).

Nilai yang merepresentasikan suatu piksel dapat dihasilkan dengan cara sampling yang berlainan:

v  Nilai suatu piksel merupakan nilai rata-rata sampling untuk wilayah yang direpresentasikannya.

v  Nilai suatu piksel adatah nilai sampling yang berposisi di pusat (atau di tengah) piksel yang bersangkutan.

v  Nilai suatu pikset adatah nilai sample yang tertetak di sudut-sudut grid.

III. DATA VEKTOR

Pada model data vektor, unsur geografik disajikan secara digital seperti bentuk visualisasi/penyajian dalam peta hardcopy. Model data vektor menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan :

1.Titik-titik.

Entity titik meliputi semua objek grafis atau geografis yang dikaitkan dengan koordinat. Di samping koordinat-koordinat, data atau informasi yang diasosiasikan dengan ‘titik’ tersebut juga harus disimpan untuk menunjukkan jenis titik yang bersangkutan.

2. Garis-garis atau kurva.

Entity garis dapat didefinisikan sebagai semua unsur-unsur linier yang dibangun dengan menggunakan segmen-segmen garis lurus yang dibentuk oleh dua titik koordinat atau lebih.

3. Poligon/luasan beserta atribut-atributnya.

Cara yang paling sederhana untuk merepresentasikan suatu poligon adalah pengembangan dari cara yang digunakan untuk merepresentasikan arc yang sederhana yaitu merepresentasikan setiap poligon sebagai sekumpulan koordinat (x,y) yang membentuk segmen garis, dimana mempunyai titik awal dan titik akhir segmen garis yang sama (memiliki nilai koordinat yang sama).

Bentuk-bentuk dasar representasi data spasial ini, di dalam sistem model data vektor, didefinisikan oleh sistem koordinat kartesian dua dimensi (x,y). Di dalam model data spasial vektor, garis-garis atau kurva merupakan sekumpulan titik-titik terurut yang dihubungkan. Sedangkan luasan atau poligon juga disimpan sebagai sekumpulan list titik-titik, tetapi dengan catatan bahwa titik awal dan titik akhir poligon memiliki nilai koordinat yang sama dengan syarat poligon tersebur tertutup.

Representasi vektor suatu objek merupakan suatu usaha di dalam menyajikan objek yang bersangkutan sesempurna mungkin. Untuk itu, ruang atau dimensi koordinat diasumsikan bersifat kontinyu yang memungkinkan semua posisi, panjang dan dimensi didefinisikan dengan presisi.

Karakteristik Vektor

Dalam model data vektor :

Titik distrukturisasi dan disimpan (direcord) sebagai satu pasang  koordinat (x,y).

Garis distrukturisasi dan disimpan sebagai suatu susunan pasangan koordinat (x,y) yang berurutan.

Luasan distrukturisasikan dan disimpan sebagai suatu susunan pasangan koordinat (x,y) yang berurutan yang menyatakan segmen-segmen garis yang menutup menjadi suatu poligon.

III.1  Struktur Data Arc-node

Secara kartografis penggambaran garis yang membatasi dua poligon yang bersebelahan tidak akan dilakukan dua kali. Berlaku juga pada sistem digital. Struktur arc-node merupakan cara untuk menyimpan data digital termasuk garis batas batas dalam.

Pada struktur arc-node, node direferensikan membentuk segmen garis tertentu dimana segmen-segmen garis membentuk polygon. Kemudian segmen garis diawali dan diakhiri oleh masing-masing satu node. Selain itu, diantara dua node ada titik-titik verteks.

III.2  Data Vektor Dengan  Topologi

Secara eksplisit topologi mendefinisikan hubungan spasial diantar unsur-unsur geografik. Dalam praktisnya dengan topologi hubungan spasial diengekspresikan menjadi suatu daftar (list), misalkan suatu poligon didefinisikan sebagai suatu daftar segmen garis yang membatasi sisi poligon.

Hubungan spasial antara dua buah jalan yang berpotongan serta peruntukan lahan di kiri kanannya  dapat dengan mudah diidentifikasi di peta dan kemudian dapat dicocokkan dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Komputer menjabarkan hubungan spasial tersebut dengan apa yang dinamakan topologi.

Tiga konsep utama topologi dengan struktur arc-node sebagai berikut :

Connectivity : Segmen garis bersambung satu dengan lainnya dengan perantaraan node.

Definisi area/luasan:Segmen garis yang saling bersambung yang mengelilingi suatu area/luasan disebut sebagai            polygon.

Contiguity : Segmen garis memiliki arah dan sisi kiri dan sisi kanan.

III.3  Data Vektor Dengan Spaghetti

Pada model ini lembaran peta kertas ditranslasikan garis demi garis ke dalam list koordinat dalam format dijital. Sebuah titik dikodekan sebagai pasangan koordinat tunggal, sebuah garis dikodekan sebagai list atau string pasangan-pasangan koordinat, sementara area atau luasan dikodekan sebagai poligon dan direkam sebagai pasangan-pasangan koordinat closed loop yang mendefinisikan batas-batasnya. Garis-garis yang menjadi batas-batas bersama di antara poligon-poligon yang bersebelahan di-trace dan direkam dua kali (sekali untuk poligon pertama, dan sekali lagi untuk poligon yang terletak di sebelahnya). Dengan demikian, file data spasial yang dibangun dengan menggunakan model data vektor seperti ini pada dasarnya merupakan kumpulan pasangan-pasangan koordinat tanpa struktur yang inherent. Karena itu digunakan istilah “model spaghetti”.

Data Vektor  Dengan Spaghetti

No

Kelebihan

Kekurangan

1 Reproduksi peta lebih baik karena susunan datanya memungkinkan bagi computer untuk melakukan plotting dengan cepat. Strukturnya tidak teratur.
2 Simple, mudah dimengerti (karena berupa rangkaian koordinat yang menyatakan objek titik, garis atau poligon). Memungkinkan ada data yang disimpan dua kali atau lebih (rendundansi data).
3 Merupakan perwujudan nyata dari peta itu sendiri. Memerlukan memori yang besar.
4 Sulit untuk dilakukan analisis spasial, karena tidak mereprentasikan hibungan spasial antar objek. Kalaupun bias, maka diperlukan algoritma yang cukup rumit.

IV. PENUTUP

Perbandingan Data Raster dan Data Vektor

Model Data Raster

No

Kelebihan

Kelemahan

1 Memiliki struktur data yang sederhana. Secara umum, mernenlukan ruang atau tempat penyimpanan (disk) yang besar di komputer. Banyak terjadi redudancy data baik untuk setiap layer-nya maupun secara keseluruhan.
2 Mudah dimanipulasi dengan menggunakan fungsi-fungsi matematis sederhana (karena strukturnya sederhana seperti matrik bilangan biasa) Penggunaan ukunan grid yang lebih besar untuk menghemat ruang penyimpana akan rnenyebabkan kehilangan informasi dan ketelitian.
3 Teknologi yang digunakan cukup murah dan tidak begitu kompleks sehingga pendapat membuat sendiri program aplikasi yang menggunakan citra raster. Sebuah citra raster hanya mengandung satu tematik saja — sulit digabungkan dengan atribut atnibut tainnya dalam satu layer.
4 Compatible dengan citra-citra satelit pengindraan jauh dan semua image hasil scanning data spasial. Tampilan atau representasi, dan akurasi posisinya sangat bergantung pada ukuran pikselnya
5 Overlay dan kombinasi data spasial raster dengan data inderaja mudah dilakukan. Sering mengalami kesalahan dalam menggambarkan bentuk dan ganis-garis batas-batas suatu objek sangat bergantung pada resolusi spasialnya dan toleransi yang diberikan.
6 Memiliki kemampuan-kemampuan pemodelan dan analisis spasial tingkat lanjut. Transformasi koordinat dan pro yeksi lebih sulit dilakukan.
7 Metode untuk mendapatkan citra raster Iebih mudah (baik melalui scanning dengan scanner segala ukuran yang sudah beredar luas, maupun dengan menggunakan citra satelit atau konversi dan format Sangat sulit untuk merepresentasikan hubungan topologi (juga network).
8 Gambaran permukaan bumi dalam bentuk citra raster yang didapat dan radar atau satelit pengindraan jauh Metode untuk mendapatkan format data vektor melalui proses yang lama, cukup melelahkan dan relatif mahal.
9 Prosedur untuk mempenoleh data dalam bentuk raster lebih mudah, sederhana, dan murah.
10 Harga system perangkat lunak aplikasinya cenderung lebih murah
Dan lain-lain.

Model Data Vektor

No

Kelebihan

Kelemahan

1 Memerlukan ruang tempat penympanan yang lebih sedikit di computer. Memiliki struktur data yang kompleks
2 Satu layer dapat dikaitkan dengan atau mengandung banyak atribut sehingga dapat rnenghernat ruang penyimpanan secara keseluruhan. Datanya tidak mudah dimanipulasi.
3 Dengan banyak atribut yang dapat dikandung oleh satu layer, banyak peta tematik lain yang dapat dihasiikan sebagai peta turunannya. Pengguna tidak mudah berkreasi untuk mernbuat programnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan aplikasinya. Hal ini disebabkan oleh struktur data vektor yang lebih kompleks dan prosedur-prosedur fungsi dan analisisnya memerlukan kemampuan yang tinggi karena lebih sulit dan rumit.
4 Hubungan topologi dan network dapat dilakukan dengan mudah. Pengguna harus mernbeli sistem perangkat lunaknya karena teknologinya masih mahal. Prosedurnya pun terkadang lebih sulit
5 Memiliki resolusi spasial yang tinggi. Tidak compatible dengan data citra satelit pengindraan jauh.
6 Representasi grafis data spasialnya sangat mirip dengan peta garis buatan tangan manusia. Memerlukan perangkat lunak dan perangkat keras yang lebih mahal
7 Memiliki batas-batas yang teliti, tegas dan jelas sehingga sangat baik untuk pembuatan pela-peta administrasi dan persil tanah milik. Overlay beberapa layer vektor secara simultan memerlukan waktu yang relatif lama.
8 Transformasi koordinat dan proyeksi tidak sulit dilakukan.
Dan lain-lain

CAD, Automated Mapping/Facility Management (AM/FM) Dan GIS

I.  Computer Aided Design (CAD)

Computer Aided Design (CAD) adalah saran dalam olah rekayasa gambar-gambar teknik dijital berbasi vektor. Gambar teknik yang terdiri dari garis-garis yang mempunyai ukuran dan arah tertentu. Salah satu perangkat yang kita kenal adalah AutoCAD, yang merupakan suatu program grafik yang cukup andal dalam penanganan gambar-gambar teknik dijital berbasis vektor.

Pada umumnya seorang surveyor yang telah mampu melakukan pekerjaan pemetaan dasar dijital mengandalkan software CAD seperti Autocad untuk melakukan dijitasi hardcopy. Dan memang untuk peta dengan skala besar sperti peta konstruksi rekayasa atau peta bidang, CAD telah memenuhi kebutuhan.

Ada beberapa versi AutoCAD yang diluncurkan AUTODESK sebagai berikut :

  1. AutoCAD versi 1.0 (1982).
  2. AutoCAD Release.
  3. AutoCAD 2000—AutoCAD 2006

Ada cukup banyak perangkat aplikasi berbasis AutoCAD sbb:

  1. AutoCAD Field Survey.
  2. AutoCAD Map.
  3. AutoCAD for CivilCAD.
  4. AutoCAD Land Development.
  5. AutoCAD architectural desktop.
  6. AutoCAD mechanical desktop.
  7. dll.

II.  Automated Mapping/Facility Management (AM/FM)

Mengkombinasikan manajemen fasilitas dan Automated Mapping ke dalam satu system. AM/FM biasanya tidak digunakan untuk analisis spasial dan mengurangi struktur data topologi GIS.

AM/FM adalah suatu alat manajemen informasi :

Data digunakan dalam pengambilan keputusan, dan bukan sekedar alat analisis.

Pemeliharaan perangkat, menggunakan informasi untuk menempatkan dan memperbaiki kesalahan dalam servisnya.

Pekerjaan menggambar konstruksi yang dihasilkan dan dikirim ke lapangan untuk penginstalasian.

AM/FM adalah pengintegrasian dua perangkat yaitu :

Yang diotomatkan peta hasil pemetaan.

Manajemen fasilitas menyediakan inventaris fasilitas digital.

AM/FM menghubungkan keduanya untuk menyediakan akses geografis ke inventaris fasilitas.

Manfaat sistem AM/FM sbb :

Mengurangi biaya pemeliharaan informasi.

Data lebih aman dan mudah diakses.

Dampak pada organisasi  dengan pengintegrasian operasi sbb :

v  Departemen harus bekerja sama sebab mereka sekarang berbagi data.

v  Mengurangi kemungkinan duplikasi antar departemen.

v  Memastikan konsistensi database ke antar departemen.

III.  Geographic Information System (GIS)

GIS adalah system informasi multi-disiplin yang bertumpu pata peta yang bergeo-referensi dan berbasis computer.

GIS adalah system yang mampu menyusun, menyimpan, memanipulasi dan menyajikan informasi geodrafi yang bergeoreferensi. Pada dasarnya GIS sangatlah unggul dibanding perangkat yang disebutkan di atas. Semisal, perangkat GIS seperti ArcGIS, perangkat ini dapat memadukan pengolahan baik data vector maupun data raster.

Mengapa GIS diperlukan saat ini :

  1. Hampir 70% informasi dari fakta-fakta geografi diperlukan dalam proses pengambilan keputusan.
  2. GIS mampu menggambungkan sumber data yang berbeda baik berupa data spasial maupun data nonspasial (atribut misalnya).
  3. visualisasi yang dihasilkan sangat fleksibel. (visualization impact) .
  4. GIS mampu berbagi data informasi pada saat yang sama.
  5. GIS mampu untuk melakukan analisis spasial sehingga dapat dihasilkan peta tematik yang baru.
  6. dan sebagainya.

Beberapa tipe perangkat GIS :

  1. Vektor GIS. Seperti ArcInfo.
  2. Raster GIS. Seperti Grass,Idrisi dll.
  3. Hybrid GIS. Seperti alliance, ArcGIS dll.

Eurofighter Typhoon

I. Pendahuluan

Eurofighter adalah program sistem udara pesawat militer Uni Eropa, sistem ini dibuat dengan mengintegrasikan secara optimal antara mesin dan manusia. Karena teknologi dan ergonominya membuat eurofighter typhoon sebagai pesawat tempur yang paling hebat performanya. Eurofighter typhoon adalah pesawat tempur dengan mesin ganda multi-role canard-delta yang didesain dan dibuat pada tahun 1983 oleh gabungan pabrik pesawat Eropa, Eurofighter Gmbh. Penerbangan perdana dilakukan pada 27 Maret 1994 dengan nama pesawat tempur Eurofighter EF 2000 yang kemudian berganti nama menjadi Erofighter Typoon. Pembuatan pesawat ini pada kontrak produksi terakhir pada tahun 1997 melibatkan kerjasama 4 negara Eropa diantarnya UK (Inggris), Jerman, Italia, dan Spanyol.

Kelebihan yang dimiliki oleh eurofighter typhoon salah satunya dua sayap kecil di bagian dekat moncong pesawat yang berfungsi untuk membantu pilot melihat lawan dengan lebih jeli agar bisa melakukan manuver jarak dekat dengan cukup baik dan tepat dengan dilengkapi sistem control penerbangan (flight control system) yg berfungsi memberitahukan kinerja pesawat secara keseluruhan sekaligus berkoordinasi dengan komandan di darat. Pesawat ini juga dilengkapi pilot otomatis yg mampu membantu pilot memberikan tips siasat menghadapi pesawat musuh saat menghadapi situasi sulit ketika terjadi pertempuran. Typhoon juga memilik sensor dan captor dibadan pesawat yg secara cepat memberikan informasi soal keberadaan musuh atau akan munculnya serangan, sehingga pilot dapat segera mengantipasinya.

Spesifikasi Pesawat Tempur (Eurofighter Typhoon)

Panjang : 15.96 m

Sayap: 10.95 m , Area sayap: 50 m²

Tinggi: 5.28 m

Berat/Beban kosong: 11 000 kg ( 24,250 lb)

Berat/Beban terisi: 15 550 kg ( 34,280 lb)

Berat Max takeoff : 23 500 kg ( 51,809 lb)

Mesin : 2x EJ200
Kecepatan maksimum : Mach 2
Panjang runway : 700 meter
Kecepatan naik: 255 m/s

II Ergonomi pada Eurofighter Typhoon

Pesawat tempur Eurofighter Typhoon merupakan pesawat dengan dilengkapi kombinasi ketangkasan dan performanya menjadikannya sebagai salah satu pesawat tempur yang handal saat ini. Secara teknis, Typhoon dirancang sebagai pesawat dengan tekhnologi terbaru yg mampu mengakomodasi saat menghadapi segala situasi tempur. Kelebihan yang dimiliki oleh pesawat ini terutama kokpit atau mesin kendali dibuat sedemikian rupa sehingga memberikan segi ergonomis berupa kenyaman dan kemudahan kepada pengemudi atau pilot sehingga menurunkan beban kerja dari pilot. kokpit typhoon dibuat dengan desain tombol semua kendali pada 1 tempat (kemudi) secara otomatis dan lebih sederhana.

Kokpit ini dilengkapi dengan tiga buah multi-function colour Head-Down Displays (MHDD) yang menampilkan informasi situasi taktis, sistem status dan peta digital. Untuk transfer data digunakan sarana data link dengan kemampuan dengan enambelas hubungan terminal dan dilengkapi dengan GPS. Semua bentuk yang tersedia dapat dilihat pada masing-masing MHDD dengan informasi yang detail dipilih melalui tombol yang tersusun di sekeliling MHDD, dengan X/Y cursor atau DVI. Selain itu pesawat dilengkapi dengan sistem penyelamatan darurat dengan kursi lontar Martin Baker Mk.16A menggunakan 2 roket.

Eurofighter typhoon memberikan kenyamanan kepada pilot berupa helm khusus dengan Striker Helmet Mounted Symbology System (HMS) yang dibuat oleh pihak BAE Systems. Layar saji HUD pada helmet dapat menampilkan berbagai data referensi penerbangan, pembidikan dan pemilihan senjata, serta gambar FLIR. Juga dilengkapi dengan TERPROM ground proximity warning system. Komponen helm meliputi: Outer Helmet, Inner Helmet, Optics Blast/Display Visor, Oxygen mask, Night Vision Enhancement Camera, Head Tracking System LED Position. Selain itu pilot dilengkapi dengan perlengkapan perlindungan diri.

Daftar Pustaka

www.eurofighter.com
www.eurofighter-typhoon.co.uk
www.vectorsite.net

http://quicklink.all.googlepages.com/eurofighter.htm

http://www.airforce-technology.com/projects/ef2000/ef20006.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Centre_stick_vs_side-stick

http://arindamsdefenceideas.blogspot.com/

Riset

Posted: Februari 16, 2009 in Biologi
Tag:

PEMANFAATAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) UNTUK MENGAWETKAN PINDANG IKAN BANDENG (Chanos chanos)

Ramses Nita Hariawanty, Ema Rahmadani, Latifa Dinar

Penelitian dibiayai oleh Program PKM -Dikti

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian pengawetan pindang Ikan Bandeng (Chanos chanos) dengan menggunakan ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Jeruk Nipis (C. aurantifolia) serta waktu perendaman yang mampu meningkatkan daya keawetan pindang Ikan Bandeng (C. chanos). Pemberian ekstrak jeruk nipis dilakukan terhadap ikan bandeng segar dalam berbagai konsentrasi (0%, 25%,50%,75% dan 100% v/v) dan waktu perendaman (0, 30, 60 menit). Pemindangan dilakukan selama 2-3 jam setelah diberi perlakuan perendaman ekstrak jeruk nipis. Pindang ikan bandeng kemudian disimpan di dalam wadah plastik, 3 ikan/boks dan disimpan dalam suhu ruangan selama lima hari. Pengamatan kualitas pindang bandeng dilakukan setiap hari , yang meliputi bau, rasa, warna, kekenyalan serta total koloni bakteri dan jamur yang tumbuh. Hasil menunjukkan bahwa terdapat penurunan kualitas pindang ikan bandeng yang diberi ekstrak jeruk nipis pada konsentrasi di bawah 100%. Pemberian ekstrak jeruk nipis pada konsentrasi 100% tidak mengubah warna serta tekstur ikan hingga hari ke-4 penyimpanan (α > 0,05), namun mengubah rasa serta bau (α < 0,05). Koloni bakteri mulai tumbuh pada hari ke-2 penyimpanan pindang ikan bandeng yang diberi ekstrak jeruk nipis konsentrasi 100% selama 60 menit. Pemberian jeruk nipis pada seluruh konsentrasi terbukti mampu menghambat pertumbuhan koloni jamur hingga hari ke-4 penyimpanan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak Jeruk Nipis (C. aurantifolia) dapat digunakan untuk mengawetkan pindang Ikan Bandeng (C. chanos) pada konsentrasi 100%.

Kata Kunci : Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia), Pindang, Bandeng (Chanos chanos),Pengawetan.



Mikroba Dalam Pangan

Posted: Februari 16, 2009 in Biologi
Tag:

Makanan dapat terkontaminasi oleh berbagai bahan yang bersifat toksik bagi tubuh yang dapat membuat makanan tersebut tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Penyakit asal makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme dan dipindahsebarkan melalui makanan terjadi melalui dua mekanisme yaitu pertama, mikroorganisme yang terdapat dalam makanan menginfeksi inang sehingga menyebabkan penyakit asal makanan dan kedua, mikroorganisme mengeluarkan eksotoksin dalam makanan dan menyebabkan keracunan makanan bagi yang memakannya.

Salah satu kontaminan makanan yang penting untuk diketahui adalah mikotoksin. Mikotoksin adalah zat toksik atau toksin yang dikeluarkan oleh jamur atau fungi. Jamur merupakan mikroorganisme eukariotik, menghasilkan spora, tidak punya klorofil, dan berkembang biak secara seksual dan aseksual. Jamur tergolong menjadi 2 golongan yaitu kapang dan khamir. Kapang adalah jamur yang mempunyai filamen sedangkan khamir adalah jamur sel tunggal yang tidak mempunyai filamen. Jamur dapat bersifat parasit yaitu memperoleh makanan dari benda hidup atau bersifat saprofit yaitu memperoleh makanan dari benda mati .

Secara umum jamur berkembang biak dengan cara aseksul atau seksual. Spora aseksual dari jamur adalah konidiospora, sporangiospora, oidium, klamidospora dan blastospora. Sedangkan spora seksual dihasilkan dari peleburan dua nukleus, terbentuk lebih jarang, dan dalam jumlah yang sedikit dibandingkan dengan spora aseksual. Ada beberapa tipe spora seksual yaitu askospora, basidiospora, zigospora dan oospora.

Penyakit yang diakibatkan karena adanya mikotoksin disebut mikotoksikosis. Mikotoksin dapat mengkontaminasi pangan bila bahan pangan yang umumnya tanpa pengawet disimpan lama dalam kondisi lembab dan tidak disimpan dalam lemari pendingin, sehingga bahan pangan ini mudah menjadi media bagi pertumbuhan jamur (Makfoeld dalam POM,2001).

Tabel .1 Jenis mikotoksin dan pangan yang dikontaminasinya

Jenis mikotoksin

Bahan pangan yang dikontaminasi

Alfatoksin

Kacang-kacangan dan produk kacang padi, jagung, gandung, almond, dan jambu mete

Sterigmatosistin

Biji-bijian dan beras

Patulin

Sari buah apel

Luteoskirin

Beras, jagung, gandum, kacang-kacangan

Sitreoviridin

Beras

Trikotesena

Jagung

Asam Penisilat

Jagung

Botulinum

Daging, ikan, dan sayur-sayuran kaleng

Bila bahan pangan yang sudah terkontaminasi mikotoksin dikonsumsi, maka kemungkinan toksin yang dihasilkan oleh jamur tersebut dapat mengganggu kesehatan.

Tabel.2 Penyakit yang ditimbulkan oleh mikotoksin

Mikotoksin

Jamur penghasil

Penyakit yang ditimbulkan

Ergot alkaloid

Claviceps purpurea

Toksik pada saraf pusat, mengganggu kerja jantung

Alfatoksin

Aspergillus flavus, Aspergillus parasiticus

Toksik pada janin, penyebab mutasi sel tubuh

Patulin

Penicillium patulum

Iritan terhadap kulit, toksik pada janin

Sterigmatosistin

Aspergillus versicolor

Kanker hati dan gangguan ginjal

Luteoskirin

Penicillium islandicum

Toksik pada hati

Sitreoviridin

Penicillium citreoviride

Toksik pada sistem saraf

Trikotesena

Fusarium tricinctum

Toksik bagi sel tubuh

Asam penisilat

Penicillium puberulum

Penyebab kanker tulang

Botulinum

Clostridium botulinum

Toksik pada sistem sara


Selain mikotoksin terdapat beberapa mikroorganisme yang biasanya mengkontaminasi makanan, minuman dan obat tradisional. Mikroorganisme kontaminan yang diuji di laboratorium mikrobiologi adalah:

1. Kuman Coliform

Kuman Coliform merupakan segolongan besar dan heterogen kuman-kuman batang Gram negatif, yang dalam batas-batas tertentu mirip Escherichia coli. Kuman Coliform merupakan sebagian besar flora aerobik usus normal. Di dalam usus, umumnya kuman ini tidak menyebabkan penyakit dan bahkan dapat membantu fungsi usus secara normal. Organisme ini menjadi patogen hanya bila mencapai jaringan di luar saluran pencernaan, khususnya saluran air kemih, saluran empedu, paru-paru, peritonium, atau selaput otak, yang dapat menyebabkan peradangan pada tempat-tempat tersebut. Bila daya tahan normal hospes tidak cukup kuat, khususnya pada bayi yang baru lahir, manusia yang berusia tua, pada stadium terminal penyakit-penyakit lain, maka kuman Coliform dapat mencapai aliran darah dan menyebabkan sepsis .

2. Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus adalah bakteri Gram positif berbentuk bulat, biasanya tersusun dalam rangkaian tak beraturan seperti anggur. Bakteri ini tidak bergerak, tidak membentuk spora dan tumbuh paling cepat pada suhu 370C. Koloninya berwarna abu-abu sampai kuning emas.

Staphylococcus aureus adalah genus Staphylococcus yang menjadi patogen utama bagi manusia. Hampir setiap orang akan mengalami beberapa tipe infeksi Staphylococcus aureus sepanjang hidupnya, bervariasi dalam beratnya mulai dari keracunan makanan atau infeksi kulit ringan sampai infeksi berat yang mengancam jiwa. Salah satu penyebab terjadinya keracunan makanan adalah karena makanan yang dimasak kurang matang .

3. Escherichia coli

Escherichia coli adalah bakteri batang Gram negatif, yang habitat alaminya di saluran usus manusia dan hewan. Koloninya berbentuk bundar, cembung dan halus dengan tepi yang nyata. Di dalam usus, pada umumnya Escherichia coli tidak menyebabkan penyakit dan bahkan dapat membantu fungsi usus secara normal. Bakteri ini menjadi patogen hanya bila berada di luar usus atau di tempat lain dimana flora normal jarang terdapat. Tempat yang sering terinfeksi oleh bakteri ini adalah saluran kemih, saluran empedu, dan tempat-tempat lain di rongga perut. Escherichia coli menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan terjadinya diare.

4. Salmonella

Infeksi oleh bakteri genus Salmonella disebut Salmonelosis. Infeksi ini menyerang saluran gastrointestin yang mencangkup perut, usus halus, dan usus besar atau kolon. Gejala yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung Salmonella adalah timbul rasa sakit perut yang mendadak dengan diare encer, seringkali mual, muntah dan demam dengan suhu 380C sampai 390C. Gejala ini ada hubungannya dengan endotoksin tahan panas yang dihasilkan oleh Salmonella .

Salmonella mudah tumbuh pada media perbenihan biasa. Bakteri ini membentuk asam dan kadang-kadang gas dari hasil fermentasi glukosa dan manosa dan biasanya membentuk H2S. Salmonella dapat hidup dalam air beku untuk jangka waktu yang cukup lama, resisten terhadap zat-zat kimia tertentu misalnya hijau brilian, natrium tetrationat dan natrium deoksikolat yang menghambat bakteri enterik lainnya.

Beberapa spesies Salmonella dapat menyebabkan infeksi makanan diantaranya Salmonella enteritidis var. Typhimurium dan varietas lainnya serta Salmonella choleraesuis. Bakteri ini adalah bakteri Gram negatif, motil, tidak membentuk spora, dapat memfermentasi glukosa, tetapi tidak memfermentasi laktosa atau sukrosa.

5. Clostridium perfringens

Clostridium perfringens umumnya terdapat di alam, misalnya dalam daging mentah dan tinja hewan. Bakteri ini juga merupakan penyebab utama keracunan makanan. Keracunan makanan ini paling baik dicegah dengan menghindarkan penghangatan atau pendinginan makanan yang telah dimasak, secara berkelanjutan.

Pengendalian pencemaran udara adalah pengenceran dan pengendalian pencemar pada sumber. Atmosfer memiliki kemampuan alami yang disebut self cleaning. Perlengkapan pengendali pencemaran udara prinsipnya mengikuti proses penyisihan partikel dan gas pencemar di atmosfer. Konsep dasar pengendalian pencemaran udara adalah improvisasi dispersi,modifikasi proses,penggunaan alat pengendali,daur ulang dan mengakhiri siklus zat pencemar. Alat pengendali pencemaran udara harus didasarkan pada ukuran partikel,efisiensi penyisihan yang ingin dicapai, besarnya aliran gas, waktu pembersihan dan karakteristik khusus partikel. Pengendali partikulat atau debu adalah settling chamber,cyclone, Electrostatic Precipitator (ESP), Filtrasi, scrubber sedangkan pengendali fasa gas adalah scrubber, absorpsi, adsorpsi, condensation, combustion dan biofiltrasi.

Masalah ergonomi sangat erat kaitannya dengan alat,aktivitas,serta produk yang dihasilkan oleh manusia.Ergonomi merupakan suatu keilmuwan yang multidisiplin,mempelajari pengetahuan dari ilmu kedokteran,biologi,psikologi dan sosiologi. Pada prinsipnya disiplin ergonomi mempelajari apa akibat jasmani,kejiwaan dan sosial dari teknologi dan produknya terhadap manusia. Maksud dan tujuan dari ergonomi adalah mendapatkan rancangan sistem manusia-mesin yang optimal,melibatkan teknologi biomekanik, antropomemtri teknik berkaitan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia yang mengoperasikan mesin. Tujuan utamanya adalah terciptanya desain sistem manusi-mesin yang terpadu sehingga efektivitas,produktivitas dan efisiensi kerja bisa tercapai secara optimal serta mendapatkan sistem serta lingkungan kerja yang cocok,aman, nyaman dan sehat. Dengan demikian ergonomi adalah suatu cabang keilmuan yang sistematis untuk memanfaatkan informasi mengenai sifat,kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem tersebut dengan baik. Manusia tidak lagi harus menyesuaikan dirinya dengan mesin yang di operasikan melainkan sebaliknya,mesin dirancang memperhatikan kelebihan dan keterbatasan manusia. Fokus perhatian ergonomi adalah berkaitan erat dengan aspek manusia di dalam perencanaan man-made objects dan lingkungan kerja. Dengan demikian jelas bahwa pendekatan ergonomi akan mampu menimbulkan produktivitas,efektivitas dan kenikmatan pemakaian dari peralatan fasilitas maupun lingkungan kerja yang dirancang