SNI

Posted: Desember 12, 2008 in Tek. Lingkungan
Tag:

soundlevelmeter

soundlevelmeter

Standar Nasional Indonesia

Faktor Fisik di lingkungan kerja

Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas),
kebisingan, getaran tangan-lengan dan radiasi sinar ultra ungu di tempat kerja

SNI 16-7063-2004
Standar Nasional Indonesia

ICS 13.100 Badan Standardisasi Nasional

Daftar isi

Daftar isi…………………………………………………………………………………………………………… i
Prakata …………………………………………………………………………………………………………. ii
Pendahuluan …………………………………………………………………………………………………….. iii
1 Ruang lingkup …………………………………………………………………………………………….. 1
2 Istilah dan definisi ……………………………………………………………………………………….. 1
3 Simbol dan singkatan ………………………………………………………………………………….. 2
4 Nilai Ambang Batas …………………………………………………………………………………….. 2
Lampiran A Pengendalian iklim kerja (panas) …………………………………………………….. 4
Lampiran B Pengendalian kebisingan……….. ………………………………………………………. 5
Lampiran C Pengendalian getaran tangan-lengan………………………………………………. 6
Lampiran D Pengendalian radiasi sinar ultra ungu……………………………………………….. 7
Bibliografi …………………………………………………………………………………………………………. 8

Tabel A.1 Pengendalian iklim kerja (panas) ……………………………………………………….. 4
Tabel B.1 Pengendalian kebisingan……….. …………………………………………………………. 5
Tabel C.1 Pengendalian getaran tangan-lengan. ………………………………………………… 6
Tabel D.1 Pengendalian radiasi sinar ultra ungu………………………………………………….. 7

i

SNI 16-7063-2004

Prakata

Standar ini disusun dengan tujuan untuk keseragaman dan acuan penentuan Nilai Ambang
Batas iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan-lengan dan radiasi sinar ultra ungu di
tempat kerja.

Standar ini dirumuskan oleh Subpanitia Teknis Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada
Panitia Teknis 94S, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang mengacu pada Keputusan
Menteri Tenaga Kerja No: Kep-51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di
Tempat Kerja.

Standar ini telah dikonsensuskan di Jakarta pada tanggal 6 November 2003 yang dihadiri
oleh instansi pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan asosiasi profesi.

ii

SNI 16-7063-2004

Pendahuluan

Pengujian iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan-lengan dan radiasi sinar ultra ungu
di tempat kerja merupakan suatu kegiatan pengukuran yang dalam pelaksanaannya perlu
suatu standar nilai ambang batas yang digunakan untuk pedoman pengendalian bahaya.

Untuk pedoman pengendalian bahaya tersebut, perlu di tetapkan Nilai Ambang Batas yang
selanjutnya disingkat NAB iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan-lengan dan radiasi
sinar ultra ungu.

Dalam standar ini, selain memuat NAB iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tanganlengan
dan radiasi sinar ultra ungu, juga dilampirkan pengaturan waktu kerja sehubungan
dengan tingkat paparan bahaya.

iii

SNI 16-7063-2004

Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan-lengan
dan radiasi sinar ultra ungu di tempat kerja

1 Ruang lingkup

Standar ini memuat tentang Nilai Ambang Batas yang meliputi: iklim kerja (panas),
kebisingan, getaran, radiasi sinar ultra ungu di tempat kerja, digunakan untuk pedoman
pengendalian. Nilai Ambang Batas yang dimaksud dalam standar ini adalah Nilai Ambang
Batas rata-rata tertimbang waktu.

2 Istilah dan definisi

2.1
Nilai Ambang Batas (NAB)
standar faktor bahaya di tempat kerja sebagai pedoman pengendalian agar tenaga kerja
masih dapat menghadapinya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan
dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu

2.2
tenaga kerja
setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan
kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

2.3
tempat kerja
setiap ruangan atau lapangan yang tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, di mana
tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha
dan di mana terdapat sumber-sumber bahaya

2.4
iklim kerja (panas)
hasil perpaduan antara suhu, kelembaban kecepatan gerakan udara dan panas radiasi

2.5
suhu kering (dry bulb temperature)
suhu udara di tempat kerja yang ditunjukkan oleh termometer suhu kering

2.6
suhu basah alami (natural wet bulb temperature)
suhu penguapan air yang pada suhu yang sama menyebabkan terjadinya keseimbangan
uap air di udara

CATATAN Suhu ini diukur dengan termometer basah alami dan suhu tersebut lebih rendah dari
suhu kering.

2.7
suhu bola (globe temperature)
suhu yang diukur dengan menggunakan termometer suhu bola yang sensornya dimasukkan
dalam bola tembaga yang dicat hitam, sebagai indikator tingkat radiasi

1 dari 8

SNI 16-7063-2004

2.8
indeks suhu basah dan bola (wet bulb globe temperature index)
parameter untuk menilai tingkat iklim kerja panas yang merupakan hasil perhitungan antara
suhu udara kering, suhu basah alami dan suhu bola

2.9
kebisingan
semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau
alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran

2.10
getaran
gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan
keseimbangannya

2.11
radiasi sinar ultra ungu (ultra violet)
radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang 180 nanometer sampai 400 nanometer
(nm)

2.12
terpapar
peristiwa atau keadaan seseorang terkena atau kontak dengan faktor bahaya di tempat kerja

3 Simbol dan singkatan

oC : derajat Celcius
dB(A) : desibel A
Eeff : eradiasi efektif
g
ISBB
:
:
gravitasi
Indeks Suhu Basah dan Bola
(m/det2)
µW/cm2
:
:
meter per detik kuadrat
micro watt per centimeter persegi

4 Nilai Ambang Batas

4.1 Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas)
Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas) dengan Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) tidak
diperkenankan melebihi:
a) Untuk beban kerja ringan : 30,0 oC
b) Untuk beban kerja sedang : 26,7 oC
c) Untuk beban kerja berat : 25,0 oC

CATATAN
-Beban kerja ringan membutuhkan kalori 100 – 200 kilo kalori/jam.
-Beban kerja sedang membutuhkan kalori lebih besar 200 – 350 kilo kalori/jam.
-Beban kerja berat membutuhkan kalori lebih besar dari 350–500 kilo kalori/jam.

4.2 Nilai Ambang Batas kebisingan
Nilai Ambang Batas kebisingan: 85 dB(A)

2 dari 8

SNI 16-7063-2004

4.3 Nilai Ambang Batas getaran
Nilai Ambang Batas getaran untuk pemaparan tangan-lengan dengan parameter percepatan
pada sumbu yang dominan: 4 m/det2 atau 0,40 Grav.

4.4 Nilai Ambang Batas radiasi sinar ultra ungu
Nilai Ambang Batas radiasi sinar ultra ungu: 0,1 µW/cm2.

3 dari 8

SNI 16-7063-2004

Lampiran A

(informatif)

Pengendalian iklim kerja (panas)

A.1 Pengendalian iklim kerja (panas) dilakukan dengan mengatur waktu kerja sehubungan
dengan tingkat paparan iklim kerja (panas) seperti pada Tabel A.1.
Tabel A.1 Pengendalian iklim kerja (panas)

Pengaturan waktu kerja setiap jam ISBB (oC)
Waktu Kerja Waktu Istirahat Beban Kerja
Ringan Sedang Berat
75% 25% 30,6 28,0 25,9
50% 50% 31,4 29,4 27,9
25% 75% 32,2 31,1 30,0

A.2 Perhitungan
Indeks suhu basah dan bola di luar ruangan dengan panas radiasi:
ISBB = 0,7 suhu basah alami + 0,2 suhu bola + 0,1 suhu kering
Indeks suhu basah dan bola di dalam atau di luar ruangan tanpa panas radiasi:
ISBB = 0,7 suhu basah alami + 0,3 suhu bola

4 dari 8

SNI 16-7063-2004

Lampiran B

(informatif)

Pengendalian kebisingan

Pengendalian kebisingan dilakukan dengan mengatur waktu kerja sehubungan dengan
tingkat paparan kebisingan, seperti pada Tabel 3.

Tabel B.1 Pengendalian kebisingan

Waktu pemaparan per hari Intensitas kebisingan
dB(A)
4 Jam 88
2 91
1 94
30 Menit 97
15 100
7,5 103
3,75 106
1,88 109
0,94 112
28,12 Detik 115
14,06 118
7,03 121
3,52 124
1,76 127
0,88 130
0,44 133
0,22 136
0,11 139
CATATAN Tidak boleh terpapar lebih dari 140 dBA, walaupun sesaat.

5 dari 8

SNI 16-7063-2004

Lampiran C

(informatif)

Pengendalian getaran tangan-lengan

Pengendalian getaran tangan-lengan dilakukan dengan mengatur waktu kerja sehubungan
dengan tingkat paparan getaran tangan-lengan, seperti pada Tabel C.1.

Tabel C.1 Pengendalian getaran tangan-lengan

Jumlah waktu pemaparan
per hari kerja
Nilai percepatan pada sumbu yang dominan
meter per detik kuadrat (m/det2) Grav
(m/det2)
2 jam dan kurang dari 4 jam
1 jam dan kurang dari 2 jam
kurang dari 1 jam
6
8
12
0,61
0,81
1,22
CATATAN 1 grav = 9,81 m/det2

6 dari 8

SNI 16-7063-2004

Lampiran D

(informatif)

Pengendalian radiasi sinar ultra ungu

Pengendalian radiasi sinar ultra ungu dilakukan dengan mengatur waktu kerja sehubungan
dengan tingkat paparan radiasi sinar ungu, seperti pada Tabel D.1.

Tabel D.1 Pengendalian radiasi sinar ultra ungu

Masa pemaparan per hari Iradiasi Efektif (Eeff)
µW/cm2
4 Jam 0,2
2 Jam 0,4
1 Jam 0,8
30 Menit 1,7
15 Menit 3,3
10 Menit 5
5 Menit 10
1 Menit 50
30 Detik 100
10 Detik 300
1 Detik 3000
0,5 Detik 6000
0,1 Detik 30000

7 dari 8

SNI 16-7063-2004

Bibiografi

Menteri Tenaga Kerja, Keputusan Menteri No. 51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika di tempat kerja.

Suma” mur PK. Development of health and safety standards of work microclimate in
Indonesia. In: Editor R.Plestina: Organizational and social Aspects of Occupational Health,
Archives of IndustrialHygiene and Toxicology, Proceedings of the XIX international Congress
on Occupational Health, Zagreb, Yugoslavia, 1980.

International Standard Organization. Determination of Occupational noise exposure and
estimation of noise induced hearing impairment, Standard 1999.

8 dari 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s