GIS_LIS

Posted: Desember 17, 2008 in geodesi
Tag:

Geographic Information System (GIS) – Land Information System (LIS)

Pendahuluan

Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan distribusi dan interaksi basis data. Sistem informasi merupakan kesatuan elemen yang tersebar dan saling berinteraksi yang menciptakan aliran informasi. Proses interaksi tersebut berupa proses data dengan cara pemasukan, pengolahan, integrasi, pengolahan, komputasi atau perhitungan, penyimpanan, serta distribusi data atau informasi.

Perlu dibedakan antara data dan informasi. Data merupakan fakta yang ada dan melekat pada suatu obyek seperti nilai, ukuran, berat, luas, dan sebagainya. Sedangkan informasi merupakan pengetahuan tambahan yang diperoleh setelah dilakukan pemrosesan dari data tersebut. Nilai suatu informasi amat bergantung dari pengetahuan yang dimiliki oleh pengguna. Dengan kata lain informasi merupakan sekumpulan data yang relevan dan berkaitan (sesuai dengan tingkatan validitas dan reliabilitasnya), yang diolah dan diproses menjadi bentuk yang mudah dipahami, disukai, dan mudah diakses. Pengguna bebas memanfaatkan informasi sebagai pengetahuan, dasar perencanaan, landasan pengambilan keputusan, sampai kepada hal yang sederhana seperti hiburan.

Geographic Information System (GIS) dan Land Information System (LIS)

Sistem Informasi Pertanahan merupakan sistem informasi yang terdiri dari Non Spatial Information System dan Spatial Information System (SIS). Sedangkan SIS terbagi dua menjadi Non Resorce SIS dan Resource SIS. Kemudian Resource SIS terbagi dua lagi, yaitu Geographic Information System (GIS) dan Land Information System (LIS).

Geographic information system (GIS) atau sistem informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi komputerisasi yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi.

GIS lebih dikenal sebagai software tools: perangkat lunak, antara lain seperti misalnya: ArcInfo, MapInfo, AutoCadMap, Grass, dan masih banyak lagi. Dengan tools yang sama maka GIS berkaitan dengan proses dan presentasi peta-peta skala kecil (peta LandUse, Kehutanan), sedangkan Land Information System (LIS) atau sistem informasi berbasiskan pemetaan bidang tanah berkaitan dengan peta-peta skala besar, yaitu peta bidang-bidang tanah (land parcels).

Para pelaku bisnis yang bergerak di bidang pemasaran, periklanan, real estate, dan ritel saat ini sudah menggunakan GIS untuk melakukan analisa pasar, mengoptimalkan kampanye periklanan melalui media masa, analisis terhadap bidang-bidang tanah, dan membuat model atas pola pengeluaran.

GIS memiliki kemampuan untuk menghubungkan berbagai perangkat data secara bersamaan berdasarkan geografis, memfasilitasi informasi yang terjadi antar bagian, untuk saling termanfaatkan dan dikomunikasikan. GIS hanya sebuah sarana untuk pengambilan data, menganalisanya dari kumpulan data berbasis pemetaan untuk mendukung proses pengambilan keputusan.

GIS juga bisa digunakan untuk membantu meraih keputusan mengenai lokasi perumahan baru yang memiliki sesedikit mungkin pengaruh lingkungan, berada di lokasi yang memiliki resiko paling sedikit, dan berada dekat dengan pusat kegiatan kependudukan. informasi bisa disajikan secara ringkas dan jelas berupa gambar peta, yang dilampiri dengan laporan, memungkinkan para pemgambil keputusan untuk memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah nyata dibanding dengan upaya memahami data. Karena produk GIS bisa dibuat secepatnya dengan berbagai skenario untuk kemudian dievaluasi secara efektif dan efisien. Terapan GIS / LIS untuk pemasaran, pemilihan lokasi, pengelolaan aset, analisis resiko, pengaturan hantaran, pelayanan pelanggan, serta analisa demografi serta pemetaan.

Berikut ini adalah salah satu contoh dari berbagai macam rancangan GIS / LIS :

o Catatan pertanahan
– Pemetaan kavling
– Taksiran properti
– Integrasi multimedia
– Pusat Layanan umum

o Manajemen Properti dan Fasilitas
– Pembebasan Tanah dan Peruntukannya
– Pembangunan dan Persediaan Perumahan

o Perencanaan Tataguna Tanah dan Pengaturannya
– Pemetaaan Rencana Umum dan Analisanya
– Pemetaan Kawasan dan Penjejakan Masalah
– Analisis Demografi dan Pemetaan
– Pembangunan Ekonomi

SIG / LIS Pada Jaringan Kompleks Perumahan

Pada dasarnya manusia menginginkan kehidupan yang lebih baik dan lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan dasar ini dapat dicapai dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna.

Pemafaatan teknologi dalam Geographic Information System (GIS) / Land Information System (LIS) dapat dilakukan pada pembangunan kompleks perumahan yang didasarkan pada pengaturan perencanaan, pelayanan serta analisis market yang meliputi iklan pemasaran dan lokasi stategis pemasaran.

Perencanaan pembangunan suatu komplek perumahan pada suatu persil (bidang tanah) dalam merepresentasikan permukaan tanah di lapangan dapat disimpan dan diproses sedemikian rupa sehingga pemanfaatan GIS / LIS akan semakin baik jika proses-proses manipulasi dan presentasi data yang direlasikan dengan lokasi-lokasi geografi di permukaan bumi.

Masalah informasi yang bereferensi geografis ini mencakup:

1. pengorganisasian data dan informasi realitas di permukaan bumi.

2. penempatan informasi lokasi tertentu pada persil.

3. melakukan komputasi, memberikan ilustrasi keterhubungan satu sama lainnya (koneksi) beserta analisa-analisa spasial lainnya.

Pada suatu model kompleks-perumahan, unsur penting yang harus diperhatikan adalah jaringan pelayanan penghuni kompleks perumahan sehingga penghuni tersebut dapat menikmati kenyamanan hidup. Pelayanan pada komplek perumahan ini meliputi unsur land use, environment, utilitas, jalan, administrasi, properties serta topografi.

Dengan demikian model dunia nyata (real-world) pada realitas di permukaan Bumi pada suatu persil pada pemanfaatan GIS / LIS akan dapat dengan mudah dalam melakukan perencanaan-perencanaan unsur-unsur jalan, unsur bangunan, taman, penerangan jalan, aliran pipa air bersih dan pipa air kotor, keamanan, tempat ibadah, peta kompleks, penamaan jalan, nomor tempat tinggal, sarana olahraga, peraturan-peraturan penghuni, dll. Pemafaatan GIS / LIS dalam melakukan penyimpanan data dilakukan secara terpusat pada kantor pemasaran di kompleks tersebut. Selain itu, basis data spasial dan nonspasial ini dapat juga diakses oleh setiap penghui yang membutuhkan informasi dan pelayanan yang cepat antara kantor pemasaran sebagai pusat informasi dengan penghuni kompleks dengan sistem komputerisasi. Dengan demikian pihak kantor pemasaran akan dapat mengetahui kebutuhan akan pelayanan penghuni kompleks secara cepat dan profesional. Dengan perencanaan tersebut akan dibuat analisis yang akan dilakukan pada pembangunan kompleks perumahan yang nyaman untuk dihuni.

Pemanfaatan GIS / LIS juga dapat dilakukan pada penempatan lokasi yang strategis serta iklan pemasaran yang tepat sasaran dengan baik. Hal ini berkaitan dengan strategi bisnis yang menguntungkan tanpa mengabaikan pelayanan yang profesional. Dengan GIS / LIS dapat dilakukan analisis suatu lokasi strategis yang akan dibangun pada suatu wilayah yang lokasinya terjangkau menuju ke tempat-tempat perkantoran dan pusat keramaian kota sehingga iklan pemasaran dapat dilakukan dengan tepat pada media cetak, media elektonik ataupun pemasangan visual pada titik-titk pinggir jalan yang strategis dapat dilakukan dengan baik.

Kesimpulan

Pemanfaatan GIS / LIS pada suatu basis data dapat dilakukan pada pembangunan kompleks perumahan. Kompleks perumahan yang berbasis komputerisasi terpusat pada pihak kantor pemasaran ditujukan untuk melakukan layanan prima yang profesional kepada seluruh penghuni kompleks perumahan. Dengan demikian pemafaatan GIS / LIS ini, maka seluruh kebutuhan dapat dilakukan dengan cepat dan profesional

Disamping itu, pemanfaatan SIG / LIS dapat dilakukan dalam menganalisis suatu lokasi strategis serta jalur periklanan yang tepat sasaran dengan mutu layanan prima dan profesional dengan penawaaran harga properties yang terjangkau bagi calon penghuni. Dengan demikian, bisnis kompleks perumahan akan mendatangkan berbagai keuntungan, baik secara finansial maupun secara planologi yang baik.

Dengan demikian diharapkan pemanfaatan SIG / LIS dapat diterapkan kepada pelaku bisnis yang bergerak dibidang bisnis properties dengan profesional dengan menempatkan layanan prima bagi seluruh penghuni kompleks perumahan dengan pola keseimbangan kehidupan yang dinamis.

Daftar Pustaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s